Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 5 Juni 2020 22:12
Riau Urutan Kedua Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia

Jum’at, 5 Juni 2020 21:56
Kapolsek Bantan, Bengkalis Dimutasi

Jum’at, 5 Juni 2020 21:53
Syamsudin Uti Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PW KBB Riau

Jum’at, 5 Juni 2020 21:09
Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik

Jum’at, 5 Juni 2020 19:15
PT Ekadura Indonesia Rohul Inovasi Pelayanan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Jum’at, 5 Juni 2020 18:46
Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan

Jum’at, 5 Juni 2020 18:37
Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Dilaporkan Nihil, Satu Sembuh

Jum’at, 5 Juni 2020 18:24
Kapolres Rohul Edukasi Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Fase New Normal

Jum’at, 5 Juni 2020 18:23
Suhu Badan Dicek, Gubri Apresiasi Jemaah Jalankan Protokol Kesehatan

Jum’at, 5 Juni 2020 17:10
Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 22 September 2019 16:06
Pemerhati Sosial Kuansing Menduga Pembakaran Lahan Karena Disengaja

Seorang pemerhati sosial asal Kuansing menduka pembakaran lahan yang ada di Negeri Jalur ada faktor kesengajaan. Pembakaran dilakukan untuk mengurangi biaya pembukaan lahan.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Kebakaran lahan dan hutan yang melanda Wilayah Riau saat ini diduga bukan unsur kelalaian tapi memang disengaja. Dugaan ini juga diperkuat karena luas lahan yang terbakar berada pada skala besar.

Kesengajaan ini menurut pemerhati sosial Triang Zulhadi, karena para cukong-cukong yang menguasai lahan lebih memilih cara pembakaran, sebab biayanya lebih murah dibandingkan stecking menggunakan alat berat.

"Berat dugaan kita demikian, sebab untuk mengurangi cost pengeluaran, tanpa mereka fikirkan dampaknya, dimana-dimana kabut asap sekarang tengah melanda seluruh Riau, hingga kini belum juga pulih," ujar Trian Ahad (22/9/2019) di Telukkuantan.

Menurut Trian, demi memuluskan aktifvitas produksinya stakeholder ini tidak memikirkan eksternalitas 6 juta rakyat Riau, yang akan menghirup udara tak sehata atau membahayakan ini.

"Ini jelas tak bisa dibantah, tak mungkin lahan terbakar secara bersamaan dengan luasnya mencapai ribuan hektar, sehingga menimbulkan udara tak sehat bagi masyarakat Riau," ungkapnya.

Setidaknya, kata Trian selama kabut asap melanda wilayah Riau, dari informasi yang ia ketahui sebanyak 11.026 masyarakat di Pekanbaru terserang ISPA ini menurutnya berdasarkan laporan pihak kesehatan Pekanbaru.

"Itu baru Pekanbaru, belum lagi warga Kabupaten kota se Riau yang juga terdampak kabut asap," kata Trian.

Padahal menurutnya, udara yang sebelum bersih kini telah tercemari akibat kebakaran lahan dan hutan yang diduga kuat dibakar dengan sengaja.

Ia berharap, pihak berwajib bisa mengungkap persolan ini dan bisa menemukan pelaku dan dalang dibalik semua itu.

"Kita berharap yang ditangkap itu, cukong-cukong yang mempunyai lahan, bukan hanya sekedar pekerja yang mengambil upah. Kita pun berharap aparat janga ada main mata," harap Trian.* (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Riau Urutan Kedua Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia
- Kapolsek Bantan, Bengkalis Dimutasi
- Syamsudin Uti Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PW KBB Riau
- Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik
- PT Ekadura Indonesia Rohul Inovasi Pelayanan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19
- Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Dilaporkan Nihil, Satu Sembuh
- Kapolres Rohul Edukasi Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Fase New Normal
- Suhu Badan Dicek, Gubri Apresiasi Jemaah Jalankan Protokol Kesehatan
- Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos
- BPBD Riau: Pesawat TMC Dipindahkan ke Sumsel
- Ukur Suhu Badan, Jemaah Mesjid An-Nur Wajib Masuk Pintu Utama
- Cek Warga Bengkalis, Disiapkan 3.000 Alat Tes Cepat Covid-19
- Bupati Inhil Resmikan 3 Dermaga dan 2 BLKK
- Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah
- Pemkab Kuansing Optimis Pertahankan WTP
- Rapat Mendagri-KPU-DPR-RI, Riau Petakan Jumlah TPS
- Sebanyak 17.214 Orang Sudah di Rapid Test, 237 Reaktif
- Warga Sepahat, Bengkalis Diserang Harimau
- "Protes" Tak Terima BLTDD, Sejumlah Ibu-ibu Janda Datangi Kantor Desa Kelapapati, Bengkalis
- Mahasiswi Kukerta UNRI Bantu Penyaluran Sembako di Lubuk Ogung, Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com