Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 13 Nopember 2019 22:39
Pertama di Provinsi Riau, 21 ASN Pemkab Rohul Jalani Ujian Sertifikasi Kompetensi

Rabu, 13 Nopember 2019 19:47
Triwulan III 2019, Indeks Tendensi Konsumen Riau Turun

Rabu, 13 Nopember 2019 19:02
Ambil Formulir di PAN Rohul, Hamulian Targetkan Bisa Gandeng Lima Parpol untuk Pilkada 2020

Rabu, 13 Nopember 2019 18:03
Rasmin Damri dan Gustian Riau Ambil Formulir Penjaringan di DPD PAN Rohul

Rabu, 13 Nopember 2019 17:50
Diduga Edar Sabu 1 Kg, Pecatan dan Oknum Anggota Polres Bengkalis Diancam Penjara Seumur Hidup

Rabu, 13 Nopember 2019 17:15
Pilkda Kuansing, Andi Putra-Rofingi Pendaftar Pertama Penjaringan Demokrat

Rabu, 13 Nopember 2019 17:05
Tingkatkan Pengamanan Polres Inhu Tidak Batasi Masyarakat

Rabu, 13 Nopember 2019 17:02
Terbukti Korupsi Kredit Fiktif BRK Rohul, Mantan Kacab dan Tiga Pegawai Divonis Berbeda

Rabu, 13 Nopember 2019 16:36
Bupati Kuansing Buka Sosialisasi Program Penurunan Mercury di Pekanbaru

Rabu, 13 Nopember 2019 16:00
6 Korban Dirujuk Ke RSUD Indrasari DBD Meningkat di Tanah Datar, Inhu

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 14 Oktober 2019 21:25
Peneliti New Zeland Kuak Keberadan Rel Kereta Api dan Gua Peninggalan Jepang di Kuansing

Peneliti asal New Zeland menguak tabir jejak Jepang di Kuansing. Ditemukan rel kereta api dan gua.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Peneliti asal Kebangsaan New Zealand Jammie Vincent Farrel, kembali menyusuri bekas rel Kereta Api dan terowongan peninggal tentara Jepang pada masa perang dunia ke 2 di Desa Koto Kombu Kuansing.

Sebelumnya, pria asal New Zealand ini sudah melakukan survey lebih dulu sekitar 3 bulan lalu meninjau bekas lokasi Camp di Kota Kombu - Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan Kuansing.

Survey yang dilakukan Jammie ini, juga dibenarkan Kasi Destinasi Wisata Bidang Pariwisata Nasjuneri Putra, Senin (14/10/2019) di Telukkuantan.

"Kami menyusuri tepian sungai hingga kembali bertemu bekas terowongan kereta api yang dibangun pada masa perang dulu," ujar Nasjuneri.

Menurut Nasjuneri, saat ke lokasi mereka mengunjungi 2 bekas terowongan plus tempat lokasi pertemuan rel kereta dari arah utara di Pekanbaru dengan lanjutan dari arah Sijunjung Sumbar.

Rel ini kata Nasjuneri selesai dikerjakan sekitar tanggal 15 Agustus 1945 tepat saat Jepang menyerah kepada sekutu paska di bom-nya Hiroshima dan Nagasaki.

Berdasarkan keterangan pegiat sejarah Riau, Osvian Putra, kata Nasjuneri, dimasa perang dunia ke dua ketika pembangunan rel kereta api ini setidaknya merenggut nyawa lebih kurang 80.000 orang yang merupakan romusha dan nyaris tidak terexspos pada masa itu.

Pasukan Jepang di lapangan ketika itu, sangat bergembira karena proyek telah selesai dikerjakan. Namun, sekaligus sedih karena tahu negara mereka kalah perang.

Kereta yang sudah direncakan untuk membawa batubara dari tambang Ombilin ke Singapura (Jepang menyebutnya Shonancho) akhirnya hanya digunakan untuk membawa para tawanan perang dari pedalaman sumatra ke Pekanbaru.

Selanjutnya, tawanan di evakuasi ke Singapore, dimana saat itu para tawanan perang ini telah dijemput oleh Lady Mountbatten ke lapangan udara Simpang Tiga.

"Ini benar-benar menakjubkan karena belum ada satu litetatur pun yang menuliskan reportasi tentang keberadaan terowongan dan titik pertemuan ini sebelumnya," kata Nasjuneri.

Dijelaskan Nasjuneri, Jammie ini telah melakukan penelitian selama 22 tahun khusus mengenai peninggalan sisa masa perang, sedangkan kaitannya dengan rel kereta api yang dibangun di Kuansing ini, dari catatan sejarah, diketahui pekerjanya ada yang berasal dari New Zealand.

"Kemungkinan dari sekian pekerja asal New Zealand ini, juga termasuk nenek moyang Jammie. Karena dikabarkan pekerjanya juga berasal dari Negara Jammie ini," kata Nasjuneri.

Dikatakan Nasjuneri, peninggalan sejarah Jepang ini akan dimanfaatkan sebagai objek dan destinasi wisata dan bisa terciptanya travel pattern baru.

"Ini akan menambah pilihan dan segmen wisata di Negeri Lancang Kuning. Insyaallah bulan depan sudah ada permintaan dari wisatawan asing dari Belanda dan New Zealand untuk berkunjung ke objek ini," pungkasnya.* (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Tingkatkan Pengamanan Polres Inhu Tidak Batasi Masyarakat
- Bupati Kuansing Buka Sosialisasi Program Penurunan Mercury di Pekanbaru
- 6 Korban Dirujuk Ke RSUD Indrasari DBD Meningkat di Tanah Datar, Inhu
- Wabup Kuansing Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda se-Indonesia
- Pemkab Rohul Buka 169 Formasi Seleksi Penerimaan CPNS Tahun Anggaran 2019
- Dibuka Kepala BPKAD, Pemrov Riau Lelang 46 Kendaraan Dinas Operasional
- Disdukcapil Meranti Hanya Dijayaj 500 Blanhko KTP-el Sebulan
- SK Sekdaprov Belum Jelas, Ahmad Syah Bakal Diperpanjang Jadi Plh
- Bupati Harris dan Forkompinda Pelalawan Hadiri Rakornas di Jakarta 
- Tunaikan Janji, Anggota Dewan Bengkalis Ini Serahkan Material Bangunan ke Surau
- Maksimalkan Layanan Mudah dan Cepat,
Dukcapil Bengkalis Gesa Terapkan TTE ke Seluruh Petugas UPT Kecamatan

- Kemenkes RI Beri Penghargaan GP2SP kepada PT RAPP
- Pasca Jalan Siak Amblas, Nagaline dan Meranti Ekspres Percepat Jadwal Keberangkatan Menuju Pekanbaru
- Bupati Mursini Lepas Kontingen Batminton Kuansing ke Kejurprov di Inhu
- KPA Pekanbaru dan PT. Angkasa Pura II Gelar Sosialisasi Bahaya HIV/Aids
- Bupati Kuansing Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Mesjid Agung Telukkuantan
- Kadis Kominfo Sertijab, Gorneng Pesankan ini ke Penggantinya dan Pegawai
- Dua Korban Luka Ringan, Minibus Gilas Sepeda Motor di Bengkalis
- BPBD Riau Datangkan Instruktur Pelatihan Alat Pemadaman Karhutla dari Rusia
- Meriahkan HKN, Diskes Taja Berbagai Perlombaan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com