Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Nopember 2019 23:06
Pemkab Buka Seleksi Calon Dirut dan Dewan Pengawas BPR Rohul, Berikut Persyaratannya

Selasa, 19 Nopember 2019 21:02
PKB dan PAN Bisa Jadi Koalisi,
Hafith Syukri dan Erizal Bersamaan Ambil Formulir Sebagai Balon Bupati di DPD PAN Rohul


Selasa, 19 Nopember 2019 20:32
Bangkai Gajah di HTI PT Arara Abadi Tanpa Gading

Selasa, 19 Nopember 2019 19:25
Fokus Pencegahan, RAPP Bantu Masyarakat Buka Lahan Tanpa Bakar Lahan

Selasa, 19 Nopember 2019 17:29
Sekretariat PWI Bengkalis Diresmikan, Puluhan Anggota PWI Riau akan Ikuti UKW

Selasa, 19 Nopember 2019 16:50
Beredar Video ABK Armada Bengkalis-Melaka Buang Sampah ke Laut

Selasa, 19 Nopember 2019 15:40
Pemkab Rohul Terima Penghargaan Swasti Saba Padapa 2019 dari Mendagri dan Menkes

Selasa, 19 Nopember 2019 15:30
Ditemukan, Gajah Sumatera Mati di HTI PT Arara Abadi

Selasa, 19 Nopember 2019 15:29
Sekdes Pelaku Pungli Pengurusan Sertifikat Prona di Gunung Sahilan, Kampar Dituntut 6 Tahun Penjara

Selasa, 19 Nopember 2019 15:20
Pemprov Anggarkan 40 Unit Pemadam Karhutla Portable

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 23 Oktober 2019 15:28
Dibuka Gubri, Ritual Mandi Safar Pulau Rupat Berlangsung Hikmat

Gubri resmi membuka festival Mandi Safar di Rupat Utara. Salah satu tradisi masyarakat meminta kepada tuhan menghindari malapetaka.

Riauterkini-BENGKALIS- "Di Tanjung Punak ada sejarah, sesuai nama alamnya indah, bapak dan ibu ingin berziarah, kubur sembilan pasirnya merah,". Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten  Bengkalis kembali menggelar kegiatan tradisi kearifan lokal, Ritual Mandi Safar 1441 H/2019, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tradisi Mandi Safar bertepatan dengan 24 Safar 1441 H ini di pusatkan di Pantai Tanjung Lapin, Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Rabu (23/10/18) resmi dibuka Gubernur Riau (Gubri) H. Syamsuar.

Mendampingi Gubri H. Syamsuar, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Provinsi Riau, Ahmad Syah Harrofie, Anggota DPRD Bengkalis Abi Bahrum, Al Azmi, Camat Rupat Utara Agus Sofyan, sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Bengkalis, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Perhelatan sudah mencapai 30 tahunan ini, ratusan warga setempat antusias menyaksikan acara inti yakni prosesi Mandi Safar terhadap anak-anak. Dan penyiraman secara simbolis dilakukan Gubri Syamsuar, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, dan sejumlah undangan yang hadir.

Salah satu festival sebagai ikon daerah di Kabupaten Bengkalis berlangsung 22-27 Oktober ini, merupakan tradisi warga di Pesisir Pantai Tanjung Punak dan Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara. Inti dari tradisi ini adalah doa agar terhindar dari malapetaka.

"Sebelum mandi, sebagai penolak bala dari sumur tua yang telah dimasukkan wafaqnya bersama-sama, warga terlebih dahulu menggelar doa dan tepuk tepung tawar yang terdiri dari beras putih, kuning beretih dan tepung beras sebagai perlengkapan," ungkap Penggagas Mandi Safar, Azhar Rais.

Sementara itu, Bupati Bengkalis Amril Mukminin menyampaikan, hendaknya membangkitkan kearifan lokal dalam berkehidupan berbangsa. Dan harusnya bersyukur bangsa ini masih mempunyai budaya.

Pemkab Bengkalis terus mendukung agar kegiatan ritual Mandi Safar untuk terus dilestarikan secara bersama-sama. Hal ini, sebagai upaya untuk memancing minat wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Rupat khususnya di Kecamatan Rupat Utara.

"Kita patut bersyukur karena masih memiliki sikap budaya yang kuat, sehingga bidang seni dan budaya terus mendapat perhatian yang besar dalam kebijakan pembangunan yang dilakukan, baik tingkat Provinsi Riau, maupun Kabupaten Bengkalis khususnya," katanya.

Sementara itu Gubri Syamsuar menyebutkan, kegiatan Mandi Safar merupakan bentuk kerohanian dan meminta kepada tuhan untuk dihindari dari musibah atau balak dan malapetaka.

"Mudah-mudahan budaya baik ini bisa terus berlanjut dan menjadi promosi wisata di Riau," pintanya.***(dik)

Foto : Gubri Syamsuar menyiramkan air simbolis Tradisi Mandi Safar di Pulau Rupat, Rabu (23/10/19).

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Fokus Pencegahan, RAPP Bantu Masyarakat Buka Lahan Tanpa Bakar Lahan
- Sekretariat PWI Bengkalis Diresmikan, Puluhan Anggota PWI Riau akan Ikuti UKW
- Beredar Video ABK Armada Bengkalis-Melaka Buang Sampah ke Laut
- Pemprov Anggarkan 40 Unit Pemadam Karhutla Portable
- Terbengkalai di Tangan Kontraktor, Renovasi Kantor DPRD Pelalawan Dilanjutkan Tahun Depan
- Wagubri dan Ketua DPRD "Geleng-geleng" Melihat Kapasitas Lapas Bengkalis
- Inovasi Pelayanan, Setahun Lapas Bengkalis Terima 5 Penghargaan
- Sebanyak 46.620 Unit Kendaraan di Riau Manfaatkan Penghapusan Denda PajakĀ 
- Hanya Empat Calon Dirut BRK Lulus Tes Administrasi
- Petani Sawit Swadaya Riau Kembali Berhasil Raih Sertifikasi RSPO
- Bangun Masjid Baru, Kepala Kejati Riau Letakan Batu Pertama
- 4 Hari Dibuka, 207 Pelamar Daftar Seleksi CPNS Bengkalis
- Ikut Ekspo di Bali dan Jakarta, Riau Raih Juara I
- Bupati Kuansing Buka Dialog Kerukunan Agama
- Buka Rakorda BazNas Riau, Bupati Kuansing Ajak Umat Optimalkan Zakat
- Jalan Poros Kota Duri Rusak, Pemkab Bengkalis Terkesan Tutup Mata
- Bupati Kuansing Serahkan Bantuan Boat Penangkap Ikan Kepada Nelayan
- Bupati Tetapkan Festival.Danau Sungai Soriak Masuk COE Kuansing
- Wabup Kuansing Serahkan Bantuan Ambulance untuk Masyarakat Beringin Jaya
- Bupati Kuansing Sambut Baik KPK Tinjau RAD - PPK Triwulan III


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com