Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 15 Nopember 2019 17:01
BPS Riau Gelar FGD Satu Data Kependudukan

Jum’at, 15 Nopember 2019 16:09
Lurah Duri Timur Boyong Perangkatnya Antar Jenazah Siswa SMP di Mandau ke Pemakaman

Jum’at, 15 Nopember 2019 16:04
Mandi di Waduk PT Kojo, Siswa SMA di Mandau Tewas Tenggelam

Jum’at, 15 Nopember 2019 14:47
"Nganggur" 5 Tahun, Los Ikan Pasar Terubuk Bengkalis akan Difungsikan 2020

Jum’at, 15 Nopember 2019 13:10
BRK Pangkalankerinci Jelaskan  Salah Input Penyaluran Gaji Guru di Pelalawan

Jum’at, 15 Nopember 2019 10:48
Bupati Kuansing Sampaikan Amanat Menkes Dalam Peringatan HKSN

Jum’at, 15 Nopember 2019 08:34
Turun Dibanding Sebelumnya, Gubri Terima Dipa dari Presiden Jokowi

Jum’at, 15 Nopember 2019 08:11
Pemkab Kuansing Sukses Minta Pusat Bangun Tiga Puskesmas Rawat Inap

Jum’at, 15 Nopember 2019 07:47
Kejuaraan Internasional di Malaysia, Pemanah Pelalawan Rebut 2 Perunggu

Jum’at, 15 Nopember 2019 07:28
Tanam 1000 Pohon, Bupati Mirsini Puji Anak Muda Kuansing

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 23 Oktober 2019 15:28
Dibuka Gubri, Ritual Mandi Safar Pulau Rupat Berlangsung Hikmat

Gubri resmi membuka festival Mandi Safar di Rupat Utara. Salah satu tradisi masyarakat meminta kepada tuhan menghindari malapetaka.

Riauterkini-BENGKALIS- "Di Tanjung Punak ada sejarah, sesuai nama alamnya indah, bapak dan ibu ingin berziarah, kubur sembilan pasirnya merah,". Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupatená Bengkalis kembali menggelar kegiatan tradisi kearifan lokal, Ritual Mandi Safar 1441 H/2019, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tradisi Mandi Safar bertepatan dengan 24 Safar 1441 H ini di pusatkan di Pantai Tanjung Lapin, Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Rabu (23/10/18) resmi dibuka Gubernur Riau (Gubri) H. Syamsuar.

Mendampingi Gubri H. Syamsuar, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Provinsi Riau, Ahmad Syah Harrofie, Anggota DPRD Bengkalis Abi Bahrum, Al Azmi, Camat Rupat Utara Agus Sofyan, sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Bengkalis, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Perhelatan sudah mencapai 30 tahunan ini, ratusan warga setempat antusias menyaksikan acara inti yakni prosesi Mandi Safar terhadap anak-anak. Dan penyiraman secara simbolis dilakukan Gubri Syamsuar, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, dan sejumlah undangan yang hadir.

Salah satu festival sebagai ikon daerah di Kabupaten Bengkalis berlangsung 22-27 Oktober ini, merupakan tradisi warga di Pesisir Pantai Tanjung Punak dan Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara. Inti dari tradisi ini adalah doa agar terhindar dari malapetaka.

"Sebelum mandi, sebagai penolak bala dari sumur tua yang telah dimasukkan wafaqnya bersama-sama, warga terlebih dahulu menggelar doa dan tepuk tepung tawar yang terdiri dari beras putih, kuning beretih dan tepung beras sebagai perlengkapan," ungkap Penggagas Mandi Safar, Azhar Rais.

Sementara itu, Bupati Bengkalis Amril Mukminin menyampaikan, hendaknya membangkitkan kearifan lokal dalam berkehidupan berbangsa. Dan harusnya bersyukur bangsa ini masih mempunyai budaya.

Pemkab Bengkalis terus mendukung agar kegiatan ritual Mandi Safar untuk terus dilestarikan secara bersama-sama. Hal ini, sebagai upaya untuk memancing minat wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Rupat khususnya di Kecamatan Rupat Utara.

"Kita patut bersyukur karena masih memiliki sikap budaya yang kuat, sehingga bidang seni dan budaya terus mendapat perhatian yang besar dalam kebijakan pembangunan yang dilakukan, baik tingkat Provinsi Riau, maupun Kabupaten Bengkalis khususnya," katanya.

Sementara itu Gubri Syamsuar menyebutkan, kegiatan Mandi Safar merupakan bentuk kerohanian dan meminta kepada tuhan untuk dihindari dari musibah atau balak dan malapetaka.

"Mudah-mudahan budaya baik ini bisa terus berlanjut dan menjadi promosi wisata di Riau," pintanya.***(dik)

Foto : Gubri Syamsuar menyiramkan air simbolis Tradisi Mandi Safar di Pulau Rupat, Rabu (23/10/19).

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- BPS Riau Gelar FGD Satu Data Kependudukan
- Lurah Duri Timur Boyong Perangkatnya Antar Jenazah Siswa SMP di Mandau ke Pemakaman
- "Nganggur" 5 Tahun, Los Ikan Pasar Terubuk Bengkalis akan Difungsikan 2020
- BRK Pangkalankerinci Jelaskan  Salah Input Penyaluran Gaji Guru di Pelalawan
- Bupati Kuansing Sampaikan Amanat Menkes Dalam Peringatan HKSN
- Turun Dibanding Sebelumnya, Gubri Terima Dipa dari Presiden Jokowi
- Pemkab Kuansing Sukses Minta Pusat Bangun Tiga Puskesmas Rawat Inap
- Kecelakaan, Siswa SMPN 3 Mandau Tewas di Bonai Darussalam, Rohul
- Gubri Paparkan Strategi Kemajuan Kebudayaan
- Ini Nama Dirut dan Dua Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya yang Baru
- Pembangunan Dua Sarana Penunjang Pariwisata Kuansing Didanai DAK 2020
- Bankeu Riau 2019, Forkopimcam Rengat Barat Inhu Gelar Sosialisasi di Desa
- Tingkatkan Pengamanan Polres Inhu Tidak Batasi Masyarakat
- Bupati Kuansing Buka Sosialisasi Program Penurunan Mercury di Pekanbaru
- 6 Korban Dirujuk Ke RSUD Indrasari DBD Meningkat di Tanah Datar, Inhu
- Wabup Kuansing Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda se-Indonesia
- Pemkab Rohul Buka 169 Formasi Seleksi Penerimaan CPNS Tahun Anggaran 2019
- Dibuka Kepala BPKAD, Pemrov Riau Lelang 46 Kendaraan Dinas Operasional
- Disdukcapil Meranti Hanya Dijayaj 500 Blanhko KTP-el Sebulan
- SK Sekdaprov Belum Jelas, Ahmad Syah Bakal Diperpanjang Jadi Plh


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com