Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 9 Agustus 2020 13:15
Dapat Dana BOSDA Riau, Gubri Minta Sekolah Swasta tak Pungut Uang SPP.

Ahad, 9 Agustus 2020 11:44
Paripurna HUT ke-63 Riau, Gubri Ajak Perkuat Ketahanan Ekonomi

Sabtu, 8 Agustus 2020 19:07
Penderita Gizi Buruk di Pekanbaru Capai 1.248 Kasus, DPRD: Harusnya Ini Tidak Terjadi

Sabtu, 8 Agustus 2020 19:06
Tambahan 50 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak Siak dan Pekanbaru

Sabtu, 8 Agustus 2020 16:27
Syahrul Aidi Tunjukkan Abrasi Terparah di Inhu-Kuansing ke Kepala Balai Sungai KemenPUPR

Sabtu, 8 Agustus 2020 16:26
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lurah Talang Mandi Serahkan Alat Penyemprot dan Disinfektan

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:20
Musda V, Golkar Kuansing Buka Pendaftaran Calon Ketua

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:17
Direkomendasi Partai Demokrat, Irjen Pol Wahyu Adi Siap Maju di Pilkada Inhu

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:13
Pemkab Inhil Serahkan 4500 Sertifikat Tanah

Sabtu, 8 Agustus 2020 11:23
Simpan di Celana Dalam, Polisi Ringkus Jaringan Pengedar Sabu di Pinggir



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Nopember 2019 16:33
Melalui Aplikasi Medsos, Pelacur di Duri Jaring Pria Hidung Belang 

Aksi prostitusi di Duri, Bengkalis, Riau, semakin canggih. Bahkan, pelaku mulai menjajakan diri melalui Medsos dan secara terang-terangan.

Riauterkini-DURI- Seiring perkembangan zaman, aksi prostitusi semakin canggih saja, dan sudah menggunakan berbagai macam aplikasi melalui dunia maya.

Seperti terjadi di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Melalui salah satu aplikasi media sosial (Medsos), sebagian kaum hawa secara terang terangan menawarkan jasa sex ke pria hidung belang (PHB). Mirisnnya, layanan haram ini melibatkan anak di bawah umur dalam praktiknya.

Tak tanggung-tanggung, sejumlah penawaran dilontarkan, mulai isyarat bahasa ST (short time) hingga LT (long time) dengan jasa bervariasi, mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta.

"Sangat mudah mendapatkan jasa esek esek kini, melalui aplikasi chat saja sudah bisa. Harga nya pun tinggal pilih sesuai dengan foto yang dijajakan. Kalau untuk usia dibawah 17 tahun harganya lumayan mahal dan jika diatas 30 tahun baru bisa dikatakan standar terjangkau,"aku salah seorang sumber kepada riauterkini.com, Kamis (7/11/19).

Dikatakan sumber itu, untuk masalah tempat, sang penjaja jasa telah menetapkan tempat eksekusi. Hampir seluruh hotel baik kelas bintang maupun melati di Kota Minyak Duri menjadi stay kupu kupu malam tersebut.

"Sejak beberapa waktu lalu ada penggerebekan penjaja seks dibawah umur dan mucikarinya, sedikit berpengaruh untuk mendapatkan layanan seks ini, hanya Video Call Sex (VCS) berbayar saja, tapi tidak lama. Sekarang sudah mulai ramai lagi,"tambahnya.

Melalui Chat dengan berbagai penjaja layanan jasa sex itu, sebut saja namanya bunga dengan usia belum genap 17 tahun mengakui jika dirinya nekat membuka layanan melalui aplikasi itu dikarenakan kisah rumah tangga orang tuanya yang amburadul serta faktor ekonomi yang beberapa tahun belakangan di Kota Duri menurun tajam.

"Sebelumnya saya sekolah, namun ditengah jalan putus. Pengaruh pergaulan, ditambah kondisi kedua orang tua yang cuek kepada anak serta ujung ujungnya faktor ekonomi yang membuat semua ini berawal. Nasi dah jadi bubur, susah senang harus dijalani,"ungkapnya sembari mengaku telah dua tahun menjalani pekerjaan tersebut.

Akan maraknya aksi prostitusi online denga  melibatkan anak dibawah umur tersebut, hingga berita ini diturunkan, pihak terkait tampak belum melakukan penertiban dan terkesan tutup mata.*(hen)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Paripurna HUT ke-63 Riau, Gubri Ajak Perkuat Ketahanan Ekonomi
- Tambahan 50 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak Siak dan Pekanbaru
- Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lurah Talang Mandi Serahkan Alat Penyemprot dan Disinfektan
- Pemkab Inhil Serahkan 4500 Sertifikat Tanah
- Sempena HUT ke-63 Riau, AMSI Taja Webinar Merayu APBN
- Operasi Patuh 2020, Satlantas Bengkalis Tilang 194 Pelanggaran
- Bupati Kuansing Terima Penghargaan Dari BPS RI Atas Capaian SPO
- Tambah 15, Siak Masih Terbanyak Kasus Terkonfirmasi Covid-19
- Selain Pendakwah, UAS Juga Penyair
- Didampingi Rektor UMRI, Ketum FERARI Resmi Buka PKPA & UPA di Pekanbaru
- PT Musimas Terus Mungkir Wukudkan KKPA dengan Warga Desa Pesaguan
- Portal Mereng di Jembatan Leighton Sudah Diperbaiki
- Tes Swab Massal Dua Hari Capai Target Kecuali Donor Darah
- Bengkalis Bakal Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19
- Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat
- Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak
- Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga
- Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan
- Tambah 71, Kasus Covid-19 di Riau Meledak Lagi
- Ops Patuh Lancang Kuning, Pengendara Tertib Dapat Hadiah Dari Satlantas Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com