Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 3 Juni 2020 00:12
Komitmen Bangun Lingkungan, Lurah Duri Timur dan Perangkatnya Ngeteh Telur Bareng

Selasa, 2 Juni 2020 19:42
Sidang Gugatan Perdata Warga Tingkok Vs PT Hutahaean, ini Kata Penasehat Hukum Penggugat

Selasa, 2 Juni 2020 18:45
Geger, ABG Pingsan di Taman BSL Bengkalis

Selasa, 2 Juni 2020 17:30
Sebelum Masuk Mal Ska, Petugas Cek Suhu Badan Wagubri

Selasa, 2 Juni 2020 16:13
Tangkap Tangan Kanan, BNNP Riau Buru Ws Pemilik Satu Kilogram Sabu di Wilayah Rohil

Selasa, 2 Juni 2020 16:09
Sekwan Pelalawan Pensiun, Bupati Tunjuk Pelaksana Tugas

Selasa, 2 Juni 2020 16:06
Bupati Kuansing Sampaikan Pidato Pengantar LKPJ 2019 di Sidang Paripurna

Selasa, 2 Juni 2020 16:05
Tersangka Cuci Uang Rp700-an Juta Hasil Jual Beli Narkoba di Bengkalis Dilimpahkan ke Jaksa

Selasa, 2 Juni 2020 15:27
Kompol John Firdaus Resmi Menjabat Kabag Ops Polres Rohul

Selasa, 2 Juni 2020 14:58
Batal Berangkat, Muhibbah Travel Imbau Jamaah Tetap Bersabar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Nopember 2019 16:33
Melalui Aplikasi Medsos, Pelacur di Duri Jaring Pria Hidung Belang 

Aksi prostitusi di Duri, Bengkalis, Riau, semakin canggih. Bahkan, pelaku mulai menjajakan diri melalui Medsos dan secara terang-terangan.

Riauterkini-DURI- Seiring perkembangan zaman, aksi prostitusi semakin canggih saja, dan sudah menggunakan berbagai macam aplikasi melalui dunia maya.

Seperti terjadi di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Melalui salah satu aplikasi media sosial (Medsos), sebagian kaum hawa secara terang terangan menawarkan jasa sex ke pria hidung belang (PHB). Mirisnnya, layanan haram ini melibatkan anak di bawah umur dalam praktiknya.

Tak tanggung-tanggung, sejumlah penawaran dilontarkan, mulai isyarat bahasa ST (short time) hingga LT (long time) dengan jasa bervariasi, mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta.

"Sangat mudah mendapatkan jasa esek esek kini, melalui aplikasi chat saja sudah bisa. Harga nya pun tinggal pilih sesuai dengan foto yang dijajakan. Kalau untuk usia dibawah 17 tahun harganya lumayan mahal dan jika diatas 30 tahun baru bisa dikatakan standar terjangkau,"aku salah seorang sumber kepada riauterkini.com, Kamis (7/11/19).

Dikatakan sumber itu, untuk masalah tempat, sang penjaja jasa telah menetapkan tempat eksekusi. Hampir seluruh hotel baik kelas bintang maupun melati di Kota Minyak Duri menjadi stay kupu kupu malam tersebut.

"Sejak beberapa waktu lalu ada penggerebekan penjaja seks dibawah umur dan mucikarinya, sedikit berpengaruh untuk mendapatkan layanan seks ini, hanya Video Call Sex (VCS) berbayar saja, tapi tidak lama. Sekarang sudah mulai ramai lagi,"tambahnya.

Melalui Chat dengan berbagai penjaja layanan jasa sex itu, sebut saja namanya bunga dengan usia belum genap 17 tahun mengakui jika dirinya nekat membuka layanan melalui aplikasi itu dikarenakan kisah rumah tangga orang tuanya yang amburadul serta faktor ekonomi yang beberapa tahun belakangan di Kota Duri menurun tajam.

"Sebelumnya saya sekolah, namun ditengah jalan putus. Pengaruh pergaulan, ditambah kondisi kedua orang tua yang cuek kepada anak serta ujung ujungnya faktor ekonomi yang membuat semua ini berawal. Nasi dah jadi bubur, susah senang harus dijalani,"ungkapnya sembari mengaku telah dua tahun menjalani pekerjaan tersebut.

Akan maraknya aksi prostitusi online denga  melibatkan anak dibawah umur tersebut, hingga berita ini diturunkan, pihak terkait tampak belum melakukan penertiban dan terkesan tutup mata.*(hen)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Komitmen Bangun Lingkungan, Lurah Duri Timur dan Perangkatnya Ngeteh Telur Bareng
- Sebelum Masuk Mal Ska, Petugas Cek Suhu Badan Wagubri
- Sekwan Pelalawan Pensiun, Bupati Tunjuk Pelaksana Tugas
- Bupati Kuansing Sampaikan Pidato Pengantar LKPJ 2019 di Sidang Paripurna
- Batal Berangkat, Muhibbah Travel Imbau Jamaah Tetap Bersabar
- Dikunjungi Babinsa Koramil 02 Rambah, Penderita Kanker Rahang di Rohul Butuh Uluran Tangan
- Akses Belum Dibuka, Jemaah Haji Batal Berangkat Tahun Ini
- Pimpinan Penyemprotan Disinfektan, Gubri Sebut Rohil dan Kuansing Zona Hijau, Pekanbaru Masih Zona Kuning
- Sembilan Luka-luka, Pemuda Teluk Ondan dan Bantan Air, Bengkalis Terlibat Tawuran
- Resmi Jadi Konstituen Dewan Pers, AMSI Riau Siap Susun Sejumalh Program
- Ringankan Beban Juru Parkir Wanita, Srikandi Masuri Berbagi Sembako 
- Jabat Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan SIK, MT Kunjungi Tomas Mandau
- Bupati Inhil Resmikan Tim Terpadu Penegakan Disiplin Masyarakat Produktif Aman Covid-19
- Gubri Diminta Bijak Menunjuk Kadis LHK
- Pengerjaan Pemeliharan Ruas Jalan Kuala Keritang Segera Dilaksanakan
- Hari Ini Riau Nihil Kasus Positif Covid-19
- 16.596 KK di 136 Desa di Bengkalis Terima BLTDD Tahap Pertama
- Seminar Virtual, Mendesak Pengakuan Terhadap Wilayah Adat di Riau
- Forkopimda Riau Cek Perbatasan Riau – Sumut di Rohil
- Terapkan Tatanan Baru, PKB Meminta Pemkab Bengkalis Perhatikan Ponpes


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com