Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 7 Juli 2020 10:12
1123 Paket Pasar Murah Disdagperin Bengkalis Mulai Didistribusikan

Selasa, 7 Juli 2020 07:27
BNNP Riau Bongkar Jaringan Narkoba Antar Provinsi

Selasa, 7 Juli 2020 07:10
Kontak dengan Ny. SA, 120 Swab Warga Kuantan Mudik Negatif dan 8 Menunggu

Selasa, 7 Juli 2020 06:51
Kembali Buka, TKP Foodcourt Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Selasa, 7 Juli 2020 06:47
Seluruh Pasien Positif Sembuh, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Inhil Apresiasi Kinerja Tim Medis

Selasa, 7 Juli 2020 06:41
Tinjau Kondisi Masyarakat, Bupati Yopi Kunjungi Desa Marjinal

Senin, 6 Juli 2020 21:11
Gubri Tandatangani Sertifikat Akta Bayi Gajah Damar

Senin, 6 Juli 2020 20:40
Hilang Kendali, Dua Unit Minibus Laga Kambing di Pasiran, Bengkalis

Senin, 6 Juli 2020 20:24
Diduga Bawa Puluhan Kg Sabu, Beredar Video Penangkapan Bandar Narkoba di Dumai

Senin, 6 Juli 2020 18:56
Enam Tahun Berjalan, FFVP Berhasil Kurangi Karhutla 750 Ribu Hektar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Nopember 2019 13:10
BRK Pangkalankerinci Jelaskan  Salah Input Penyaluran Gaji Guru di Pelalawan

Terjadi salah input data gaji guru PNS Pemkab Pelalawan. Begini penjelasan BRK Cabang Pangkalankerinci.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Pimpinan Cabang (Pincab) Bank Riau Kepri (BRK) Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan TM Fadhly Kholis tidak membantah terkait salah input terhadap penyaluran gaji sejumlah guru dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik).

Salah input itu kata dia hanya terjadi di lima puluhan rekening. Tidaklah, seperti yang diungkapkan ketua PGRI Kabupaten Pelalawan mencapai delapan ratusan rekening.

Salah input itu terjadi, tegasnya, kepada pemilik rekening, memiliki kesamaan nama. "Berkisar lima puluhan rekening, bukan ratusan rekening dan semuanya, sudah kita atasi. Jika itu terjadi di ratusan rekening pasti ramailah, kantor kini ini dan sejauh ini tidak terjadi," terang TM Fadhly Kholis kepada riauterkini.com, Jumat (15/11/19).

Ia mengungkapkan pada bulan sebelumnya,  tidak terjadi kesalahan salah input seperti yang terjadi pada bulan ini. Sebab pada bulan sebelumnya, pihaknya memberdayakan bendahara SKPD masing-masing. "Sebelumnya, bendahara yang kita berdayakan itu, kita beri jasa penagihan," tegasnya.

Namun setelah ada pertemuan dengan KPK bersama BRK dan dipertegas surat Gubernur Riau, Fadhly Kholis menambahkan dalam pertemuan itu melarang pihaknya, untuk memberikan jasa penagihan kepada bendahara masing-masing SKPD.

"Dengan larangan KPK ini, kita hentikan, pemberian jasa penagihan lantaran disebut-sebut ini bagian dari gratisifikasi. Jadi kami kira kawan-kawan di Disdik bulan ini masih mau membantu melakukan penagihan, rupanya tidak. Barang kali terjadi miskomunikasi dengan dinas pendidikan, setelah kita salurkan ternyata kita hanya terima pembayaran gaji kotor, tanpa ada pemotong-pemotongan seperti bulan terdahulu," ujarnya.

Proses penyaluran gaji setelah menerima data glondongan dari dinas pendidikan kata Fadhly memakan waktu tiga hari tiga malam. Dimana dilakukan secara manual sebanyak dua ribuan lebih rekening "Yang salah input itu hanya terjadi di 50an rekening dan semuanya sudah kita atasi," bebernya.

Dari lima puluhan sudah diselesaikan, kata Fadhly tinggal beberapa orang lagi yakni sebanyak 10 orang lantaran dana yang masuk kerekening dia sudah terlanjur ditarik.

"Kepada nasabah yang sudah terlanjur melakukan penarikan rekening ini, kita coba untuk melakukan pendekatan secara persuasif, supaya bisa diselesaikan kembali," tandasnya.***(feb)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Kontak dengan Ny. SA, 120 Swab Warga Kuantan Mudik Negatif dan 8 Menunggu
- Seluruh Pasien Positif Sembuh, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Inhil Apresiasi Kinerja Tim Medis
- Gubri Tandatangani Sertifikat Akta Bayi Gajah Damar
- Hilang Kendali, Dua Unit Minibus Laga Kambing di Pasiran, Bengkalis
- Enam Tahun Berjalan, FFVP Berhasil Kurangi Karhutla 750 Ribu Hektar
- Satu Penumpang Positif Covid-19, Maskapai Lion Air Diminta Lakukan Tracing Kontak
- Tambahan Satu Kasus Positif Covid-19, Satu Lagi Meninggal Dunia
- Luasan Karhutla Tahun Ini Jauh Berkurang
- Pimpin Rakor, Gubri Minta Utamakan Pencegahan Tangani Karhutla
- Empat Tahun Vakum, Plh. Bupati Bengkalis Kembali Aktifkan Forum CSR
- Gubri Berikan Penghargaan Kepada Empat Tim Medis Berprestasi di RSUD Petala Bumi
- Karla Gambut di Pulau Rupat, Bengkalis Dilaporkan Padam
- 4 Belum Keluar, 107 Hasil Swab Warga Kuansing Pernah Kontak dengan NY. SA Negatif
- Silaturahmi dengan Pangdam I BB, Bupati Kuansing Bahas Keamanan Pilkada Hingga Covid - 19
- Plh. Bupati Bengkalis Ingatkan ASN dan Honorer Jangan Dekati Narkoba
- Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan, Sebagian Besar Karla Gambut di Pulau Rupat, Bengkalis Padam
- Hari Ini Riau Termasuk Provinsi Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Pada Kasus Baru
- Riau Masuk Delapan Nominasi API
- Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru
- Cari Kerja di Pelalawan, Saat Test Kesehatan Warga Sumut Ternyata Positif Covid-19


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com