Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 10 Juli 2020 18:24
Polresta Pekanbaru Ringkus Duet Pengedar Narkoba Bersenjata Api

Jum’at, 10 Juli 2020 18:21
Serap Aspirasi Warga, Mira Roza Reses Didampingi Abi Bahrun di Duri

Jum’at, 10 Juli 2020 18:17
Diterjang Longsor, 8 Rumah di Seberang Tembilahan, Inhil Ambruk ke Sungai Indragiri

Jum’at, 10 Juli 2020 16:38
Masyarakat Bengkalis Diimbau Waspadai Cuaca Panas Ekstrem Juli-Agustus

Jum’at, 10 Juli 2020 16:15
MUI Bengkalis Safari Dakwah ke Daerah Minim Sentuhan Keagamaan di Rupat

Jum’at, 10 Juli 2020 15:31
Gubri Sebut Aplikasi Mata Bansos Solusi Penyaluran Bantuan

Jum’at, 10 Juli 2020 15:18
Waka DPRD Pekanbaru Puji Respon Cepat Dishub Atasi LPJ Padam

Jum’at, 10 Juli 2020 14:38
Pijar Melayu Taja BERPIJAR Penerapan New Normal

Jum’at, 10 Juli 2020 14:10
Gubri Ingin BPKP Kawal Kinerja Pemprov Riau

Jum’at, 10 Juli 2020 13:52
Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Nopember 2019 19:25
Fokus Pencegahan, RAPP Bantu Masyarakat Buka Lahan Tanpa Bakar Lahan

RAPP bantu masyarakat yang ingin membuka lahan tanpa harus membakar, dengan membantu membersihkan lahan seluas 20 hektar per desa. Syaratnya, lahan yang digarap harus memiliki legalitas hukum

Riauterkini - PEKANBARU - PT Riau Pulp and Paper (RAPP) bantu masyarakat yang ingin membuka lahan tanpa harus membakar. Yakni dengan turut membantu menggarap membersihkan lahan seluas 20 hektar per desa.

Hal ini bisa didapatkan dengan cara berkelompok mau pun perorangan. Dengan catatan, legalitas lahan yang digarap harus jelas, tidak bertentangan dengan aturan.

Demikian dikatakan Forest Protection and Conservation Manager RAPP, Sailal Arimi pada acara Riau Care Intitute, Diskusi Publik dengan tema refleksi penanganan dan penindakan hukum terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, di Evo Hotel, Selasa (19/11/19).

"RAPP memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin membuka lahan. Kenapa solusi kami sebut, karena yang menjadi persoalankan, masyarakat dilarang menggarap lahan dengan membakar, nah RAPP turut membantu membersihkan lahan tanpa membakar," kata Sailal Arimi.

Untuk memastikan status lahan itu, RAPP berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau. Menurut, Sailal karena yang tahu status lahan itu berada dimana, adalah DLHK itu sendiri. Baik itu di kawasan konsesi, daerah hutan atau lainnya.

Diskusi publik yang juga dihadiri Bupati Pelalawan HM Haris, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Ervin Rizaldi, Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Riau (UIR) Erdiansyah, perwakilan BNPB Riau serta moderator yang juga pengacara HM Yusuf Daeng ini, Sailal juga memaparkan bahwa bantuan RAPP kepada masyarakat yang ingin membuka lahan tanpa harus membakar adalah bentuk komitmen dalam usaha nyata pencegahan Karhutla.

Hal itu sekaligus membantu merubah pola pikir masyarakat, tidak lagi membuka lahan dengan membakar. Komitmen itu akan terus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab RAPP kepada masyarakat. Hal ini merupakan bagian dari desa program bebas api yang sudah berjalan dan memberikan wujud nyata.

"Sasaran kita ingin merubah pola masyarakat yang biasanya dengan membakar ke depan tak membakar lagi. Kemudian mereka tak perduli, menjadi perduli," ungkap Sailal.

Selain itu, Sailal juga memaparkan RAPP juga fokus pada pencegahan, salah satunya dengan menyiapkan regu pemadaman yang telah dilengkapi dengan peralatan lengkap di seluruh wilayah konsesi RAPP. Personil terlatih pemadam yang disiagakan ada 900 orang. Mereka terua mengintensifkan patroli rutin baik darat mau pun udara.

Kemudian RAPP juga selalu berkoordinasi dengan BPBD Riau dan TNI, Polri serta manggala agni dalam menangani kebakaran di luar konsesi kita.

Sailal kemudian menegaskan bahwa RAPP terbuka jika ada areal konsesi terbakar. "Semua itu bisa dipantau baik melalui satelit atau pun kasat mata. Kalau memang ada wilayah kami terbakar, silahkan diperiksa oleh Tim Gakum. Sekarang ini semua bisa diakses, seperti melalui satelit," ungkap Sailal.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Serap Aspirasi Warga, Mira Roza Reses Didampingi Abi Bahrun di Duri
- Masyarakat Bengkalis Diimbau Waspadai Cuaca Panas Ekstrem Juli-Agustus
- MUI Bengkalis Safari Dakwah ke Daerah Minim Sentuhan Keagamaan di Rupat
- Gubri Sebut Aplikasi Mata Bansos Solusi Penyaluran Bantuan
- Pijar Melayu Taja BERPIJAR Penerapan New Normal
- Gubri Ingin BPKP Kawal Kinerja Pemprov Riau
- Kementerian PUPR RI Segera Serahterima Infrastruktur ke Pemkab Kuansing
- Pasca Pencopotan Direksi, Pemprov Panggil Plt Direktur PT PER
- Ambil Swab Syarat Kerja ke Maluku, Warga Bengkalis Positif Covid-19
- Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
- Bupati Kuansing Tetapkan Desa Suka Maju Sebagai Desa Tangguh Covid - 19
- Rumah Tahfiz Darul Ulum Bandar Petalangan Siap Lahirkan Generasi Qur'ani
- Agustus-September Kemarau, BBTP Sudah Siapkan Pesawat TMC di Riau
- Tanam Ribuan Bibit Nanas, Polres Bengkalis Luncurkan Program Jaga Kampung
- Bupati Kuansing Ingin Bentuk 4 OPD untuk Dukung Sejumlah Program
- PT PCR, Bagikan Puluhan Paket Sembako ke Warga Duri
- Pemkab Pelalawan Serahkan BLT untuk Dua Desa
- Hubungi Kimia Farma, Nama Kadiskes Riau Dicatut
- Pemprov Riau Optimis Menangkan Gugatan SK PAW Mantan Anggota DPRD Kampar
- Pertahankan WTP, Gubri Juga Ingatkan OPD Jangan Ada Lagi Temuan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com