Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 3 Juni 2020 00:12
Komitmen Bangun Lingkungan, Lurah Duri Timur dan Perangkatnya Ngeteh Telur Bareng

Selasa, 2 Juni 2020 19:42
Sidang Gugatan Perdata Warga Tingkok Vs PT Hutahaean, ini Kata Penasehat Hukum Penggugat

Selasa, 2 Juni 2020 18:45
Geger, ABG Pingsan di Taman BSL Bengkalis

Selasa, 2 Juni 2020 17:30
Sebelum Masuk Mal Ska, Petugas Cek Suhu Badan Wagubri

Selasa, 2 Juni 2020 16:13
Tangkap Tangan Kanan, BNNP Riau Buru Ws Pemilik Satu Kilogram Sabu di Wilayah Rohil

Selasa, 2 Juni 2020 16:09
Sekwan Pelalawan Pensiun, Bupati Tunjuk Pelaksana Tugas

Selasa, 2 Juni 2020 16:06
Bupati Kuansing Sampaikan Pidato Pengantar LKPJ 2019 di Sidang Paripurna

Selasa, 2 Juni 2020 16:05
Tersangka Cuci Uang Rp700-an Juta Hasil Jual Beli Narkoba di Bengkalis Dilimpahkan ke Jaksa

Selasa, 2 Juni 2020 15:27
Kompol John Firdaus Resmi Menjabat Kabag Ops Polres Rohul

Selasa, 2 Juni 2020 14:58
Batal Berangkat, Muhibbah Travel Imbau Jamaah Tetap Bersabar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 2 Desember 2019 23:22
Gubri: Pekanbaru Punya Cagar Budaya Lokomotif Tapi Seperti Besi Tua

Syamsuar sebut Riau banyak memiliki cagar budaya. Salah satunya, cagar budaya lokomotif di Pekanbaru. Sayangnya tak adany kemasan menarik seakan seperti besi tua tak bernilai.

Riauterkini - PEKANBARU - Cagar budaya memiliki nilai sejarah. Riau termasuk daerah yang kaya akan cagar budaya. Jika dikemas dengan baik, bisa dijual mendatangkan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Sayangnya, cagar budaya yang memiliki arti itu justru terkesan diabaikan. Cagar budaya lokomotif yang ada di Jalan Kaharudin Nasution Pekanbaru misalnya. Cagar budaya seharusnya mampu menjadi magnet orang berkunjung, menceritakan bagaimana sejarahnya bisa ada di Kota Pekanbaru, justru sebaliknya hanya seperti besi tua saja.

"Riau sendiri kaya akan budaya dan cagar budaya. Di Pekanbaru sendiri, punya cagar budaya yang memiliki nilai sejarah seperti lokomotif. Tapi kenyataanya, lokomotif yang terletak di Jalan Kaharuddin Nasution seperti besi tua saja," sindir Gubernur Riau H Syamsuar, usai membuka acara Ruang Kita Festival 2019, Purna MTQ Pekanbaru, Senin (22/12/19).

Tidak adanya kemasan sesuatu yang inovatif dan kreatif, membuat lokomotif tak bermakna apa-apa. Minimnya keingintahuan orang soal lokomotif yang sudah ada pada masa zaman penjajahan itu, diharapkan dapat dibenahi.

Lokomotif itu kedepan, harus mampu menjadi ikon sejarah kota bertuah yang belakangan menjelma menjadi kota madani. Jika cagar budaya bersejarah ini mampu menjadi ikon, maka diyakini akan memiliki nilai tambah.

Tidak hanya di Pekanbaru, daerah lainnya di Riau juga memiliki jejak lokomotif beserta bentangan relnya. Sayangnya, karena ketidakperdulian oleh pemerintah terkait, lagi-lagi seakan sejarah tak berjejak.

"Di Kuansing sendiri, juga dulu ada real kereta api, tapi sekarang entah dimana relnya, yang harusnya bisa menjadi destinasi sejarah," ungkap Gubri.

Selain itu, orang nomor satu di Riau ini juga mengatakan destinasi bersejarah lainnya yang harusnya bisa diangkat seperti benteng tujuh lapis di Rokan Hulu. Potensi destinasi yang bisa dikembangkan dalam usaha meningkatkan pariwisata berbasis budaya, harus mendapatkan perhatian disamping meningkatkan berbagai potensi yang sudah ada.

Kemudian penggalakan kebudayaan tradisional juga harus ditumbuh kembangkan. Sebagian orang mungkin hanya kegiatan biasa. Tapi justru hal seperti itu yang ingin dilihat orang.

"Orang ingin melihat keaslian. Setiap daerah tentu memiliki nilai budaya masing-masing. Dan setiap daerah di Riau, mulai Tembilahan, Rohil dan daerah lainya memiliki cagar dan budaya. Cuma sayangnya tak dikemas," ujar mantan Bupati Siak tersebut.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Riau ini mendorong setiap kabupaten kota membuat tim cagar budaya. Hal itu dianggap penting untuk menginventatisir cagar-cagar budaya yang nantinya bisa dipajangkan untuk Riau.

"Sebenarnya pembentukan cagar budaya ini gampang kerjanya, dengan merekrut pakar-pakar budaya di daerah, kalau tidak ada, bisa kita ambil dari sini (provinsi), " ujar Syamsuar.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Komitmen Bangun Lingkungan, Lurah Duri Timur dan Perangkatnya Ngeteh Telur Bareng
- Sebelum Masuk Mal Ska, Petugas Cek Suhu Badan Wagubri
- Sekwan Pelalawan Pensiun, Bupati Tunjuk Pelaksana Tugas
- Bupati Kuansing Sampaikan Pidato Pengantar LKPJ 2019 di Sidang Paripurna
- Batal Berangkat, Muhibbah Travel Imbau Jamaah Tetap Bersabar
- Dikunjungi Babinsa Koramil 02 Rambah, Penderita Kanker Rahang di Rohul Butuh Uluran Tangan
- Akses Belum Dibuka, Jemaah Haji Batal Berangkat Tahun Ini
- Pimpinan Penyemprotan Disinfektan, Gubri Sebut Rohil dan Kuansing Zona Hijau, Pekanbaru Masih Zona Kuning
- Sembilan Luka-luka, Pemuda Teluk Ondan dan Bantan Air, Bengkalis Terlibat Tawuran
- Resmi Jadi Konstituen Dewan Pers, AMSI Riau Siap Susun Sejumalh Program
- Ringankan Beban Juru Parkir Wanita, Srikandi Masuri Berbagi Sembako 
- Jabat Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan SIK, MT Kunjungi Tomas Mandau
- Bupati Inhil Resmikan Tim Terpadu Penegakan Disiplin Masyarakat Produktif Aman Covid-19
- Gubri Diminta Bijak Menunjuk Kadis LHK
- Pengerjaan Pemeliharan Ruas Jalan Kuala Keritang Segera Dilaksanakan
- Hari Ini Riau Nihil Kasus Positif Covid-19
- 16.596 KK di 136 Desa di Bengkalis Terima BLTDD Tahap Pertama
- Seminar Virtual, Mendesak Pengakuan Terhadap Wilayah Adat di Riau
- Forkopimda Riau Cek Perbatasan Riau – Sumut di Rohil
- Terapkan Tatanan Baru, PKB Meminta Pemkab Bengkalis Perhatikan Ponpes


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com