Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 14 Desember 2019 14:37
Seleksi Panwascam, Bawaslu Bengkalis Terima Tanggapan Masukan Masyarakat

Sabtu, 14 Desember 2019 12:07
Razia Kamar Napi Lapas Bengkalis, Petugas Gabungan Temukan Sajam

Sabtu, 14 Desember 2019 10:29
Ratusan Nelayan Bengkalis Terima Alat Keselamatan Pelayaran Dishub Riau

Sabtu, 14 Desember 2019 10:26
Ratusan Driver Riau Ojek Hadir dan Siap Layani Transportasi Masyarakat Pekanbaru

Sabtu, 14 Desember 2019 09:36
Pemuda Batak Kuansing Salurkan Bantuan pada Korban Banjir

Sabtu, 14 Desember 2019 07:22
Sanjayo Art Pertunjukan Pembuka Festival Teater Islam Dunia

Jum’at, 13 Desember 2019 20:40
Hadapi Pilkada, Bappeda Bengkalis Percepat Perencanaan TA 2021

Jum’at, 13 Desember 2019 20:29
173 Calon Panwascam Pilkada Bengkalis 2020 Ikuti Tes CAT dan Wawancara

Jum’at, 13 Desember 2019 20:16
Target Pertanian Bengkalis Maju, Mandiri dan Modern 2020

Jum’at, 13 Desember 2019 20:04
Diduga Bawa Narkoba Pelanggar Lulintas Mengaku Intel Polres Bengkalis, Diamankan Anggota Ditlantas Polda Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 2 Desember 2019 23:22
Gubri: Pekanbaru Punya Cagar Budaya Lokomotif Tapi Seperti Besi Tua

Syamsuar sebut Riau banyak memiliki cagar budaya. Salah satunya, cagar budaya lokomotif di Pekanbaru. Sayangnya tak adany kemasan menarik seakan seperti besi tua tak bernilai.

Riauterkini - PEKANBARU - Cagar budaya memiliki nilai sejarah. Riau termasuk daerah yang kaya akan cagar budaya. Jika dikemas dengan baik, bisa dijual mendatangkan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Sayangnya, cagar budaya yang memiliki arti itu justru terkesan diabaikan. Cagar budaya lokomotif yang ada di Jalan Kaharudin Nasution Pekanbaru misalnya. Cagar budaya seharusnya mampu menjadi magnet orang berkunjung, menceritakan bagaimana sejarahnya bisa ada di Kota Pekanbaru, justru sebaliknya hanya seperti besi tua saja.

"Riau sendiri kaya akan budaya dan cagar budaya. Di Pekanbaru sendiri, punya cagar budaya yang memiliki nilai sejarah seperti lokomotif. Tapi kenyataanya, lokomotif yang terletak di Jalan Kaharuddin Nasution seperti besi tua saja," sindir Gubernur Riau H Syamsuar, usai membuka acara Ruang Kita Festival 2019, Purna MTQ Pekanbaru, Senin (22/12/19).

Tidak adanya kemasan sesuatu yang inovatif dan kreatif, membuat lokomotif tak bermakna apa-apa. Minimnya keingintahuan orang soal lokomotif yang sudah ada pada masa zaman penjajahan itu, diharapkan dapat dibenahi.

Lokomotif itu kedepan, harus mampu menjadi ikon sejarah kota bertuah yang belakangan menjelma menjadi kota madani. Jika cagar budaya bersejarah ini mampu menjadi ikon, maka diyakini akan memiliki nilai tambah.

Tidak hanya di Pekanbaru, daerah lainnya di Riau juga memiliki jejak lokomotif beserta bentangan relnya. Sayangnya, karena ketidakperdulian oleh pemerintah terkait, lagi-lagi seakan sejarah tak berjejak.

"Di Kuansing sendiri, juga dulu ada real kereta api, tapi sekarang entah dimana relnya, yang harusnya bisa menjadi destinasi sejarah," ungkap Gubri.

Selain itu, orang nomor satu di Riau ini juga mengatakan destinasi bersejarah lainnya yang harusnya bisa diangkat seperti benteng tujuh lapis di Rokan Hulu. Potensi destinasi yang bisa dikembangkan dalam usaha meningkatkan pariwisata berbasis budaya, harus mendapatkan perhatian disamping meningkatkan berbagai potensi yang sudah ada.

Kemudian penggalakan kebudayaan tradisional juga harus ditumbuh kembangkan. Sebagian orang mungkin hanya kegiatan biasa. Tapi justru hal seperti itu yang ingin dilihat orang.

"Orang ingin melihat keaslian. Setiap daerah tentu memiliki nilai budaya masing-masing. Dan setiap daerah di Riau, mulai Tembilahan, Rohil dan daerah lainya memiliki cagar dan budaya. Cuma sayangnya tak dikemas," ujar mantan Bupati Siak tersebut.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Riau ini mendorong setiap kabupaten kota membuat tim cagar budaya. Hal itu dianggap penting untuk menginventatisir cagar-cagar budaya yang nantinya bisa dipajangkan untuk Riau.

"Sebenarnya pembentukan cagar budaya ini gampang kerjanya, dengan merekrut pakar-pakar budaya di daerah, kalau tidak ada, bisa kita ambil dari sini (provinsi), " ujar Syamsuar.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Seleksi Panwascam, Bawaslu Bengkalis Terima Tanggapan Masukan Masyarakat
- Ratusan Nelayan Bengkalis Terima Alat Keselamatan Pelayaran Dishub Riau
- Pemuda Batak Kuansing Salurkan Bantuan pada Korban Banjir
- Sanjayo Art Pertunjukan Pembuka Festival Teater Islam Dunia
- Hadapi Pilkada, Bappeda Bengkalis Percepat Perencanaan TA 2021
- 173 Calon Panwascam Pilkada Bengkalis 2020 Ikuti Tes CAT dan Wawancara
- Target Pertanian Bengkalis Maju, Mandiri dan Modern 2020
- Diduga Bawa Narkoba Pelanggar Lulintas Mengaku Intel Polres Bengkalis, Diamankan Anggota Ditlantas Polda Riau
- Cerekas Gelar Uji Kompetensi dan Sertifikasi UMKM
- Menangi DSSC 2019 di Jakarta, Gubri Terima Tim Hang Tuah SMKN I Pekanbaru
- Rumah Warga Rupat, Bengkalis Ludes Terbakar
- Mantan Kadis Pariwisata Riau Dikabarkan Meninggal Dunia
- Terbentuk di Meranti, HNSI Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Nelayan
- Resmikan Kantor Baru, Target RFB 2019 On The Track
- PUPR, TP4D dan Inspektorat Tinjau Hasil Pekerjaan Proyek di Pulau Bengkalis
- Ketua DPRD Kuansing Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kenegerian Siberakun dan Benai
- Lantik Kades Terpilih, Bupati Kuansing Berpesan Agar Menjaga Kepercayaan Masyarakat
- Bupati Kuansing Serahkan Bantuan Banjir Untuk Kecamatan Kuantan Tengah
- RDP Komisi I DPRD Pelalawan Hanya Dihadiri Dua Anggota
- Bupati Kuansing Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir Pangean


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com