Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 Januari 2020 21:26
Pemda Meranti Targetkan PAD 2020 Rp 105 Miliar

Rabu, 22 Januari 2020 20:32
Eksekusi Lahan PT PSJ, Akademisi: Presiden Pun Tak Bisa Larang Putusan Peradilan

Rabu, 22 Januari 2020 20:20
Eksekusi Penumbangan Sawit, DPRD Riau Hearing dengan Kelompok Tani dan DLH

Rabu, 22 Januari 2020 19:52
Diduga Arus Pendek, Eks Bengkel Mobil di Duri, Bengkalis Terbakar

Rabu, 22 Januari 2020 18:10
Pilkada Kuansing, Andi Putra - Suhardiman Amby Mendaftar di Golkar

Rabu, 22 Januari 2020 17:11
Kades Senderak, Bengkalis Bantah Ada Kegiatan Fiktif Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 22 Januari 2020 16:46
DPRD Merangin Jambi Kunker ke DPRD Kuansing

Rabu, 22 Januari 2020 15:41
Kejari Bengkalis Segera Tuntut Kurir Ratusan Ponsel Ilegal

Rabu, 22 Januari 2020 15:01
Akhir Maret LKPj Kepala Daerah Ditargetkan Siap Diparipurnakan

Rabu, 22 Januari 2020 13:36
Dua Penyelundup 3 Kg Sabu Ditangkap Polda Riau di Kandis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 Desember 2019 15:04
Sembilan Nyawa Melayang, DBD di Bengkalis 838 Kasus

Kurun waktu Januari hingga November 2019 ini, kasus DBD di Kabupaten Bengkalis 838 kasus. Tingginya kasus DBD ditemukan tertinggi di Mandau, masyarakat diimbau maksimalkan pola kebersihan 3M plus.

Riauterkini-BENGKALIS- Kabupaten Bengkalis sampai dengan 30 Nopember 2019, terdapat 838 kasus atau dengan indeks rate (IR) = 148/100.000 jiwa dengan kematian sebanyak 9 kasus atau 1,07%.

Jumlah penderita terbanyak terdapat di Kecamatan Mandau, 385 kasus dengan empat kematian, Kecamatan Bathin Solapan sebanyak 209 kasus dengan satu kematian, Kecamatan Pinggir sebanyak 114 kasus dengan tiga kematian, Kecamatan Bengkalis sebanyak 44 kasus,   Kecamatan Bantan sebanyak 23 kasus, Kecamatan Rupat sebanyak 15 kasus,   Kecamatan Bandar Laksamana sebanyak 18 kasus, Kecamatan Talang Muandau sebanyak 15 kasus, Kecamatan Bukitbatu sebanyak 13 kasus, Kecamatan Siakkecil sebanyak sembilan kasus, dan Kecamatan Rupat Utara sebanyak satu kasus dengan satu kematian.

Tingginya kasus DBD nyaris menembus 1.000 kasus kurun waktu 11 bulan, diduga dipicu dari hasil laporan supervisi faktor lingkungan yang dilakukan oleh petugas puskesmas, bahwa masyarakat pada semua wilayah memiliki tempat penampungan air yang positif ditemui ada jentik nyamuk aedes aegypti. Artinya, masyarakat masih belum menerapkan 3M plus secara optimal.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Ersan Saputra TH, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Alwizar, S.K.M mengatakan, khusus untuk wilayah Kecamatan Mandau tingginya kasus DBD di daerah tersebut salah satu faktornya adalah banyaknya rumah-rumah kosong yang ditinggal dalam jangka waktu yang lama, dan di dalamnya terdapat air bersih yang tertampung. Oleh sebab itu diharapkan, kepada kepala desa dan lurah, PKK desa/kelurahan agar bersama-sama puskesmas secara terus menerus mengimbau masyarakat untuk menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M plus secara serentak.

"Hal ini penting, karena nyamuk penular penyakit DBD hanya berkembang biak di air bersih yang tidak ditutup dengan rapat dan di air bersih tertampung yang tidak dikuras dalam waktu paling lama sekali seminggu," ungkapnya, Selasa (10/12/19) siang.

Upaya pengendalian kasus secara terus menerus dilakukan oleh UPT. Puskesmas dengan melakukan pengasapan atau fogging, tetapi upaya ini tidak efektif karena  pembasmian jentik nyamuknya melalui 3M plus tidak berjalan dengan baik oleh maasyarakat. Upaya fogging adalah alternatif terakhir dan merupakan upaya pengendalian dan hanya membunuh nyamuk dewasa saja.

Pemkab Bengkalis telah berkali-kali membuat edaran mengimbau semua pihak untuk menggalakkan 3M plus ini, antara lain melalui Surat Nomor 443/Diskes-P2P/IX/2017/1646 tanggal 4 Oktober 2017 tentang Pembentukan 1 Rumah 1 Jumatik yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Surat Nomor 440/Diskes-P2P/2018/606 tanggal 5 Desember 2018 tentang Kewaspadan Dini Peningkatan Kasus DBD dan daerah Rawan Banjir yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Surat Edaran Nomor 443/Diskes/P2P/2019/305 tanggal 28 Januari 2019 tentang Kewaspadaan Dini Peningkatan Kasus DBD yang ditandatangani oleh Sekda Bengkalis, dan yang terakhir Surat Edaran Nomor 443/Diskes-P2P/2019/467 tanggal 1 Agustus 2019 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kasus DBD yang ditandatangani oleh Bupati Bengkalis.

Terhadap kondisi ini, belum menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD, karena sesuai dengan ketentuan teknisnya dalam Permenkes RI Nomor 949 tahun 2010, bahwa secara epidemiologis belum terpenuhi. Diantaranya adalah peningkatan kasus DBD yang sangat signifikan terjadi hanya dalam satu wilayah administratif saja, tidak merata pada semua wilayah, serta peningkatan kasus tersebut terjadi pada daerah endemis DBD, bukan daerah sporadis.

Sebagai langkah antisipasi yang konkrit, telah diterbitkan Instruksi Bupati (Inbup) Bengkalis Nomor 1 Tahun 2019 tentang Kelompok Kerja Operasional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD.

"Ahamdulillah, 9 Desember 2019 telah terbentuk pula Pokjanal DBD di Kecamatan Bukitbatu, dan direncanakan pada 17 Desember 2019 nanti akan terbentuk pula Pokjanal DBD di Kecamatan Mandau. Kami berharap sampai dengan akhir Desember ini terbentuk diseluruh kecamatan, desa dan kelurahan," pintanya.***(dik/rls)



Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pemda Meranti Targetkan PAD 2020 Rp 105 Miliar
- Eksekusi Lahan PT PSJ, Akademisi: Presiden Pun Tak Bisa Larang Putusan Peradilan
- Diduga Arus Pendek, Eks Bengkel Mobil di Duri, Bengkalis Terbakar
- Kades Senderak, Bengkalis Bantah Ada Kegiatan Fiktif Ratusan Juta Rupiah
- DPRD Merangin Jambi Kunker ke DPRD Kuansing
- Kejari Bengkalis Segera Tuntut Kurir Ratusan Ponsel Ilegal
- Akhir Maret LKPj Kepala Daerah Ditargetkan Siap Diparipurnakan
- Tuntut Profesionalitas, Polri Butuh Satpam Jaga Kamtibmas
- Pengamanan Imlek, Polres Bengkalis Siagakan Ratusan Personel
- Hargai Kerja Keras, Bupati Rohil Makan Bersama Petugas Kebersihan
- Kapolres Meranti Tinjau Kesiagaan PT SRL Antisipasi Karhutla
- Anggaran Bosda Dianggarkan Hampir Setengah Triliun, Kadisdik: Sekolah Gratis Bukan Wacana Lagi
- Rencana Kenaikan Gas Melon, Disdagperin Bengkalis Tunggu Instruksi
- Ruas Tol Pekanbaru-Dumai Ditargetkan Operasi Pada Mudik Lebaran 2020
- Perusahaan Beroperasi di Bengkalis Diminta Berperan Bina UMKM
- Terima Gelar Adat LAMR, Bupati Bengkalis Sebut Kehormatan Tertinggi
- Beri Motivasi Para Penghapal Al Quran, Syaikh dari Palestina Ini Sambangi Sejumlah Masjid di Riau
- Sekdaprov Riau Prihatin Melihat Kondisi Bangunan Mess Pemprov Riau di Jakarta
- MoU PT Jamkrida Riau, Perbarindo dan BPR se-Riau Jadi Momentum Peningkatan Kembangkan UMKM
- Olimpiade Fisika se-Sumatera, Kadisdik Sebut Bisa Tolak Ukur dan Evaluasi Pendidikan Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com