Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 5 Juli 2020 20:22
HUT BNI Ke 74, Pegawai dan SP BNI Bagikan 146.000 Paket Sembako

Ahad, 5 Juli 2020 18:17
Edar Ganja, Buruh Asal Dumai Diringkus Polres Bengkalis

Ahad, 5 Juli 2020 13:17
Video Buang Ratusan Skripsi Tersebar, Kepala Perpus Unilak Dipecat

Ahad, 5 Juli 2020 13:14
Silaturahmi dengan Pangdam I BB, Bupati Kuansing Bahas Keamanan Pilkada Hingga Covid - 19

Ahad, 5 Juli 2020 13:06
Plh. Bupati Bengkalis Ingatkan ASN dan Honorer Jangan Dekati Narkoba

Ahad, 5 Juli 2020 11:30
Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan, Sebagian Besar Karla Gambut di Pulau Rupat, Bengkalis Padam

Ahad, 5 Juli 2020 06:35
Videonya Viral di Medsos, Polresta Pekanbaru Amankan Pelaku Penganiayaan Driver Ojol

Sabtu, 4 Juli 2020 18:32
Hari Ini Riau Termasuk Provinsi Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Pada Kasus Baru

Sabtu, 4 Juli 2020 17:35
Riau Masuk Delapan Nominasi API

Sabtu, 4 Juli 2020 17:20
Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 11 Januari 2020 11:34
Catatan Riauterkini,
Cerita Nabi Musa di Tengah Gaduh Mutasi Jilid I Gubri Syamsuar


Mutasi perdana era Gubri Syamsuar memicu gelombang sindiran. Jadi ingat saat Nabi Musa memilih saudaranya Harun sebagai pembantu. Nepotisme itu halal!

RIAUTERKINI- Untuk kali pertama Pemprov Riau dibawah kepemimpinan Gubernur Syamsuar melakukan penyegaran. Lebih dari 700 pejabat Eselon III dan IV awal pekan lalu diambil sumpah oleh Wagubri Edy Natar Nasution untuk amanah jabatan baru. Seremoni selesai. Para pejabat terlantik pun sudah menempati posisi masing-masing.

Tapi Pepatah Melayu "Rumah siap, tokok berbunyi," yang kemudian berlaku. Acara selesai namun ada ujung berkait. Membabit ke mana-mana. Memicu gaduh. Jadi viral. Tranding topic tak sebatas Bumi Lancang Kuning, namun menggilinding jadi isu nasional. Banya media pusat yang menganggap ada yang anomali dari pelantikan pejabat kemarin. Tak sekedar media cetak dan online nasional, tapi juga jadi warta penting televisi berjaringan global. Benar-benar sukses membuat Riau kesohor ke seluruh Nusantara!

Musababnya adalah deretan nama sudare mare dan orang dekat Gubri Syamsuar dan Sekdaprov Yan Prana masuk dalam daftar pejabat yang dilantik. Inilah yang memicu asumsi terjadi nepotisme. Gubri Syamsuar bersama Sekda Yan Prana Jaya Indra Rasyid dituding sedang membangun disnati.

Tokok terus berbunyi. Gaduh tak kunjung senyap. Kian hari justru tambah heboh. Semula hanya media lokal menyoroti, belakangan banyak media nasional menjadikan topik pemberitaan. Bukan sekali, tapi berulang. Semua kompak: menyoal istri, anak, menantu dan ajudan Gubri dan Sekda yang turut dilantik. Nepotisme!

Pihak Pemprov pun tak nyaman. Kepala Badan Kepegawaian Daerah atau BKD Ikhwan Ridwan minta semua tak mempolitisir pelantikan. Mutasi merupakan sesuatu yang normal. Ia menjamin seluruh pejabat yang dilantik sudah sesuai ketentuan. Tidak ada aturan yang dilanggar.

Ibarat menggarami laut. Penjelasan Ikhwan seolah menggantang asap. Bahkan, seperti menyiram api dengan bensin. Gaduh kian nyaring. Tudingan nepotisme kian gencar. Syamsuar dan Yan Prana dianggap tengah membangun pondasi dinasti.

Ribut-ribut nepotisme pada galibnya bukan hal baru. Sudah terjadi teramat lama. Bahkan ribuan tahun lalu. Seperti saat Nabi Musa Alahisalam memilih Harun sebagai pembantu dalam mengemban risalah kenabian. Jelas apa yang dilakukan Nabi Musa adalah praktek nepotisme. Mengangkat keluarga teramat dekat untuk mengisi jabatan strategis dan super penting. Langkah Nabi Musa ini ternyata halal. Karena Allah pada akhirnya memang mengangkat Harun menjadi nabi sekaligus pembantu Nabi Musa.

Dan sesungguhnya kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir atau pembantu. (Al Furqa:35) .

Pengangkatan Harun sebagai Nabi merupakan Jawaban Allah atas permintaan khusus Nabi Musa. Sebagai mana termaktub dalam Surat Al Qashash ayat 34:

Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku“.

Sejumlah mufassirin memberi penjelasan alasan Nabi Musa memerlukan pembantu untuk tugas mendakwahi Fir'aun dan kaumnya. Sebabnya karena Musa punya beban masa lalu. Pernah diasuh Fir'aun dan juga lidahnya cadel karena menggigit bara api saat bayi disurih Fir'aun memilih roti atau bara.

Kisah Nabi Musa ini jelas merupakan dalil halalnya nepotisme. Bahkan dipandang dari sejumlah aspek, nepotisme punya banyak nilai positif. Musa memilih Harun karena teramat tahu kapasitas dan kemampuannya. Ia juga merasa nyaman bekerjasama dengan Harun yang punya kedekatan batin dan dipahami tabiatnya.

Kembali pada gaduh mutasi di Pemprov Riau. Mari kita awali dengan berbaik sangka. Sangat mungkin pertimbangan Gubri dan Sekda mengangkat saudare mare sebagai pejabat karena mereka teramat makfum pada kapasitas dan kemampuan mereka. Gubri dan Sekda pun sudah pasti lebih nyaman dibantu mereka dalam menjalankan tugas.

Namun sayangnya apa yang terjadi pada Nabi Musa dengan yang sekarang jauh berbeda. Meskipun punya kesamaan. Sama-sama nepotisme. Jika Nabi Musa bukan penentu, sekedar mengusulkan, keputusan finalnya ada pada Allah. Sementara dalam mutasi di Pemprov Riau, Gubri dan Sekda adalah pengeksekusi. Tanpa tanda tangan keduanya semua tak ada guna.

Dalam prespektif Nabi Musa, nepotisme jelas sangat profesional. Penunjukannya murni berdasarkan kebutuhan. Bukan semata pertimbangan kekerabatan. Meskipun saudara kandung, Nabi Harun tetap kena hukum Nabi Musa saat dianggap salah. Janggut dan kepalanya ditarik Nabi Musa yang kesal karena menganggap Nabi Harun tak cakap jalankan tugas, seperti diceritakan Allah dalam Surat Toha ayat 94.

Pertanyaan kepada Pak Gubri dan Pak Sekda, sanggupkah melakukan seperti yang dilakukan Nabi Musa pada Nabi Harun. Menerapkan vanish untuk menegakkan disiplin aparatur. Menghukum istri, anak, menantu atau kerabat yang melanggar atau tak cakap bertugas?

Mampukah Gubri dan Sekda bertekad seperti teladan terbaik semesta alam, Nabi Muhammad, yang akan memotong tangan putrinya, Fatimah Azzahra jika terbukti mencuri? Secara normatif jawabannya tentu bisa, namun implementasinya seperti menegakkan benang basah. Ontahlah.

Gaduh masih berlanjut. Itu adalah asap dampak api mutasi yang membuat banyak kening berkerut. Ini memang mengejutkan, terlebih dilakukan dikesempatan pertama. Kalau di awal saja sudah seperti ini, wajar banyak pihak merasa khawatir dan sedih. Membayangkan masa depan Riau sampai empat tahun ke depan.***(ahmad s.udi)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Silaturahmi dengan Pangdam I BB, Bupati Kuansing Bahas Keamanan Pilkada Hingga Covid - 19
- Plh. Bupati Bengkalis Ingatkan ASN dan Honorer Jangan Dekati Narkoba
- Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan, Sebagian Besar Karla Gambut di Pulau Rupat, Bengkalis Padam
- Hari Ini Riau Termasuk Provinsi Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Pada Kasus Baru
- Riau Masuk Delapan Nominasi API
- Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru
- Cari Kerja di Pelalawan, Saat Test Kesehatan Warga Sumut Ternyata Positif Covid-19
- Satu Pegawai Positif Corona, Sport Station di Mal Pekanbaru Tutup Semetara
- Gubri dan Pangdam Cek Kesiapan Sebelum Peresmian Tol Permai
- 6 Pasien Positif Covid-19 Inhil Sembuh
- Seorang Karyawan di Mal Pekanbaru Positif Covid-19
- Tracing dari Ibu, Ayah dan Anak di Kuansing Positif Covid-19
- Beri Bantuan Perlengkapan Bagi MPA, Bupati Inhil Apresiasi 2 Grup Perusahaan
- Desak KPK Periksa Bapak Pembangunan Bengkalis, HMPP Riau Gelar Aksi di Polda Riau
- CATAR, Aplikasi Transportasi Antar Jemput Makanan Karya Anak Muda Bengkalis
- Peringatan Bagi Direksi, BUMD Kinerja Rendah Siap-siap Diganti
- Dibangunkan Jalan, Warga Desa Api-api, Bengkalis Sampaikan Ucapan Terima Kasih ke TMMD
- Jumat Berkah, Srikandi Masuri Tebar Ratusan Nasi Kotak di Duri
- Dimakamkan di TPM, Prajurit TNI Warga Pekanbaru Gugur dalam Tugas PBB di Kongo
- Pemadaman Dikerahkan 3 Helikopter, Lahan Gambut di Pulau Rupat Terbakar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com