Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 15 Juli 2020 23:17
Bapenda Riau Kembali Wacanakan Program Penghapusan Denda Pajak

Rabu, 15 Juli 2020 22:56
New Normal, Protokol Kesehatan Bidang Transportasi Terus Dilakukan

Rabu, 15 Juli 2020 22:28
Dikawal PAN, PKB dan NasDem Bagus Santoso Keliling Pesisir Bengkalis

Rabu, 15 Juli 2020 22:18
Penegakan Hukum Kepabeanan, Kajari Bengkalis dan Kasi Pidsus Terima Penghargaan KPPBC

Rabu, 15 Juli 2020 20:28
Semakin Mudah Urus Izin,
Gunakan Aplikasi e-Pinter dan SiCantik-nya DPMPTSP Bengkalis


Rabu, 15 Juli 2020 20:27
Sumpah Apoteker STIFAR Riau angkatan I

Rabu, 15 Juli 2020 20:23
Bertambah, PDP Covid-19 Riau Jadi 11 Orang , Total 2.355 Kasus

Rabu, 15 Juli 2020 19:48
Korupsi Dana Desa, Kades Berserta Dua Staffnya di Bengkalis Divonis 3 Tahun dan 4 Tahun Penjara

Rabu, 15 Juli 2020 19:45
Polda Riau Tangani 7 Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Covid-19

Rabu, 15 Juli 2020 19:05
Besok BRI Cabang Pekanbaru Serahkan Mobil Ambulan untuk RSUD Arifin Achmad



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Januari 2020 14:34
Usung Konsep Riau Green, Askonas Taja Simposium Konstruksi Riau 2020

Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Provinsi Riau, gelar Simposium Kontruksi Riau 2020. Ini digelar di Ballroom SKA Co Ex Pekanbaru.

Riauterkini - PEKANBARU - Bertema "Membangun Infrastruktur Riau yang Berkualitas, Tepat Sasaran dan Bermanfaat 2019-2024", gelaran Simposium Kontruksi Riau 2020 yang juga merupakan agenda Musyawarah Daerah Bersama Askonas dibuka langsung oleh Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya. Dimana turut hadir pula Ketua Umum DPP Askonas, Rahmatullah didampingi Ketua DPD Askonas Riau, Ilmiyawan.

Dalam pemaparannya, Katua Umum DPP Askonas, Rahmatullah mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk upaya Askonas dalam menghadapi tantangan perdagangan bebas dan era digital.

" Kita saat ini dihadapkan dengan dua tantangan yang cukup berat yakni perdagangan bebas dan era digital," Katanya.

Menurutnya, Askonas harus terus berbenah diri untuk dapat bersaing dalam dua era tersebut. Selian itu, Ia juga menekankan agar seluruh anggota yang tergabung yakni mencapai 143 ribu badan usaha jasa di Nusantara agar lebih kreatif.

"Kita bisa belajar untuk lebih kreatif. Misalnya saja seperti yang kita tahu saat ini ada aspal biji plastik daur ulang, ada juga aspal yang tidak lagi menggunakan pasir," Bebernya.

Hal ini juga berkaitan dengan minimnya badan jasa kontruksi dari daerah yang mendapatkan projek besar di Indonesia. Sebab sekitar 83 persen dari total jumlah badan jasa kontruksi di Askonas merupakan jasa kontruksi kecil yang hanya kebagian 20 persen paket projek pekerjaan. Sementara 80 persen projek pasar kasa kontruksi justru dikuasai oleh badan jasa kontruksi menengah dan besar.

"Mari kita tingkatkan kekompakan, kinerja serta kualitas kita untuk meraih peluang yang lebih baik," Tuturnya.

Sementara, Ketua DPD Askonas Riau, Ilmiyawan didampingi Ketua Panitia acara Simposium Kontruksi Riau 2020, Wan Hamzah menerangkan lewat gelaran ini pihaknya berharap apapun projek yang didapatkan badan jasa kontruksi khususnya yang ada di Riau harus memperhatikan aspek lingkungan sesuai tema kita yakni Riau Green.

"Sebab jika hanya menebang-nebang saja tanpa memikirkan penanaman kembali maka akan sulit. Bahkan juga memerlukan waktu yang cukup lama," Katanya.

Lanjutnya, pihaknya juga mengajak pemerintah provinsi Riau untuk sama-sama membangun negeri ini sebaik mungkin. Hal ini tentu untuk menghindari bencana yang terjadi seperti daerah lain.

"Hari ini kita pondasikan agar seluruh jasa kontruksi memberikan yang terbaik. Kita juga berharap ada sambutan yang baik dari pemerintah," Terangnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid mengatakan gelaran ini sangat positif. Sebab bagaimanapun kedepannya pembangunan instruktur harus berwawasan lingkungan. "Kalau tidak berlandaskan lingkungan kita takutkan peluang terjadinya bencana akan lebih besar. Seperti kita tahu di daerah lain ada bencana longsor, banjir dan sebaginya," Terangnya.

"Artinya harus sesuai dengan peraturan yang ada di RT RW. Lingkungan hijau ini memang berat, karena kita harus selalu menjaga. Karena itu merupakan kawasan resapan air, jangan nanti justru kita langgar, karena ini merupakan kawasan penyangga," tutupnya.***(rul)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bapenda Riau Kembali Wacanakan Program Penghapusan Denda Pajak
- New Normal, Protokol Kesehatan Bidang Transportasi Terus Dilakukan
- Penegakan Hukum Kepabeanan, Kajari Bengkalis dan Kasi Pidsus Terima Penghargaan KPPBC
- Semakin Mudah Urus Izin,
Gunakan Aplikasi e-Pinter dan SiCantik-nya DPMPTSP Bengkalis

- Sumpah Apoteker STIFAR Riau angkatan I
- Bertambah, PDP Covid-19 Riau Jadi 11 Orang , Total 2.355 Kasus
- Polda Riau Tangani 7 Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Covid-19
- Besok BRI Cabang Pekanbaru Serahkan Mobil Ambulan untuk RSUD Arifin Achmad
- Satu Pasien Sembuh Hari Ini Berasal dari Klaster Palembang
- Nihil Kasus Poisitif, Satu Pasien Covid-19 Dinyatakan Sehat
- Aspekari Riau Kunjungi Poktan Ternak Desa Lahang Baru Inhil
- Diduga Terlibat Karhutla, Jikalahari Laporkan PT Arara Abadi ke Polda
- HUT Adhyaksa ke 60 dan HUT IAD XX 2020, Kajari Pelalawan Taja Baksos
- Nilai Investasi Terbesar di Riau Terbanyak di Dumai
- Pelantikan Eselon III dan IV Pemprov Riau Tunggu Pengesahan Enam UPT Baru
- Bupati Copot Hardiansyah, Tunjuk MD Rizal Plt Kadis PUPR Pelalawan.
- Kejari Bengkalis Salurkan Bantuan Pangan dan Gelar Sunatan Massal
- SKK Migas Sumbagut-KKKS Wilayah Riau dan 5 Organisasi Wartawan Gelar Webinar Jurnalistik
- Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban, 550 Sapi dari NTT Segera Tiba di Dumai
- Dua dari Tiga Pasien Covid-19 tak Memiliki Riwayat Perjalanan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com