Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 5 Juli 2020 20:22
HUT BNI Ke 74, Pegawai dan SP BNI Bagikan 146.000 Paket Sembako

Ahad, 5 Juli 2020 18:17
Edar Ganja, Buruh Asal Dumai Diringkus Polres Bengkalis

Ahad, 5 Juli 2020 13:17
Video Buang Ratusan Skripsi Tersebar, Kepala Perpus Unilak Dipecat

Ahad, 5 Juli 2020 13:14
Silaturahmi dengan Pangdam I BB, Bupati Kuansing Bahas Keamanan Pilkada Hingga Covid - 19

Ahad, 5 Juli 2020 13:06
Plh. Bupati Bengkalis Ingatkan ASN dan Honorer Jangan Dekati Narkoba

Ahad, 5 Juli 2020 11:30
Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan, Sebagian Besar Karla Gambut di Pulau Rupat, Bengkalis Padam

Ahad, 5 Juli 2020 06:35
Videonya Viral di Medsos, Polresta Pekanbaru Amankan Pelaku Penganiayaan Driver Ojol

Sabtu, 4 Juli 2020 18:32
Hari Ini Riau Termasuk Provinsi Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Pada Kasus Baru

Sabtu, 4 Juli 2020 17:35
Riau Masuk Delapan Nominasi API

Sabtu, 4 Juli 2020 17:20
Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Januari 2020 14:34
Usung Konsep Riau Green, Askonas Taja Simposium Konstruksi Riau 2020

Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Provinsi Riau, gelar Simposium Kontruksi Riau 2020. Ini digelar di Ballroom SKA Co Ex Pekanbaru.

Riauterkini - PEKANBARU - Bertema "Membangun Infrastruktur Riau yang Berkualitas, Tepat Sasaran dan Bermanfaat 2019-2024", gelaran Simposium Kontruksi Riau 2020 yang juga merupakan agenda Musyawarah Daerah Bersama Askonas dibuka langsung oleh Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya. Dimana turut hadir pula Ketua Umum DPP Askonas, Rahmatullah didampingi Ketua DPD Askonas Riau, Ilmiyawan.

Dalam pemaparannya, Katua Umum DPP Askonas, Rahmatullah mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk upaya Askonas dalam menghadapi tantangan perdagangan bebas dan era digital.

" Kita saat ini dihadapkan dengan dua tantangan yang cukup berat yakni perdagangan bebas dan era digital," Katanya.

Menurutnya, Askonas harus terus berbenah diri untuk dapat bersaing dalam dua era tersebut. Selian itu, Ia juga menekankan agar seluruh anggota yang tergabung yakni mencapai 143 ribu badan usaha jasa di Nusantara agar lebih kreatif.

"Kita bisa belajar untuk lebih kreatif. Misalnya saja seperti yang kita tahu saat ini ada aspal biji plastik daur ulang, ada juga aspal yang tidak lagi menggunakan pasir," Bebernya.

Hal ini juga berkaitan dengan minimnya badan jasa kontruksi dari daerah yang mendapatkan projek besar di Indonesia. Sebab sekitar 83 persen dari total jumlah badan jasa kontruksi di Askonas merupakan jasa kontruksi kecil yang hanya kebagian 20 persen paket projek pekerjaan. Sementara 80 persen projek pasar kasa kontruksi justru dikuasai oleh badan jasa kontruksi menengah dan besar.

"Mari kita tingkatkan kekompakan, kinerja serta kualitas kita untuk meraih peluang yang lebih baik," Tuturnya.

Sementara, Ketua DPD Askonas Riau, Ilmiyawan didampingi Ketua Panitia acara Simposium Kontruksi Riau 2020, Wan Hamzah menerangkan lewat gelaran ini pihaknya berharap apapun projek yang didapatkan badan jasa kontruksi khususnya yang ada di Riau harus memperhatikan aspek lingkungan sesuai tema kita yakni Riau Green.

"Sebab jika hanya menebang-nebang saja tanpa memikirkan penanaman kembali maka akan sulit. Bahkan juga memerlukan waktu yang cukup lama," Katanya.

Lanjutnya, pihaknya juga mengajak pemerintah provinsi Riau untuk sama-sama membangun negeri ini sebaik mungkin. Hal ini tentu untuk menghindari bencana yang terjadi seperti daerah lain.

"Hari ini kita pondasikan agar seluruh jasa kontruksi memberikan yang terbaik. Kita juga berharap ada sambutan yang baik dari pemerintah," Terangnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid mengatakan gelaran ini sangat positif. Sebab bagaimanapun kedepannya pembangunan instruktur harus berwawasan lingkungan. "Kalau tidak berlandaskan lingkungan kita takutkan peluang terjadinya bencana akan lebih besar. Seperti kita tahu di daerah lain ada bencana longsor, banjir dan sebaginya," Terangnya.

"Artinya harus sesuai dengan peraturan yang ada di RT RW. Lingkungan hijau ini memang berat, karena kita harus selalu menjaga. Karena itu merupakan kawasan resapan air, jangan nanti justru kita langgar, karena ini merupakan kawasan penyangga," tutupnya.***(rul)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Silaturahmi dengan Pangdam I BB, Bupati Kuansing Bahas Keamanan Pilkada Hingga Covid - 19
- Plh. Bupati Bengkalis Ingatkan ASN dan Honorer Jangan Dekati Narkoba
- Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan, Sebagian Besar Karla Gambut di Pulau Rupat, Bengkalis Padam
- Hari Ini Riau Termasuk Provinsi Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Pada Kasus Baru
- Riau Masuk Delapan Nominasi API
- Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru
- Cari Kerja di Pelalawan, Saat Test Kesehatan Warga Sumut Ternyata Positif Covid-19
- Satu Pegawai Positif Corona, Sport Station di Mal Pekanbaru Tutup Semetara
- Gubri dan Pangdam Cek Kesiapan Sebelum Peresmian Tol Permai
- 6 Pasien Positif Covid-19 Inhil Sembuh
- Seorang Karyawan di Mal Pekanbaru Positif Covid-19
- Tracing dari Ibu, Ayah dan Anak di Kuansing Positif Covid-19
- Beri Bantuan Perlengkapan Bagi MPA, Bupati Inhil Apresiasi 2 Grup Perusahaan
- Desak KPK Periksa Bapak Pembangunan Bengkalis, HMPP Riau Gelar Aksi di Polda Riau
- CATAR, Aplikasi Transportasi Antar Jemput Makanan Karya Anak Muda Bengkalis
- Peringatan Bagi Direksi, BUMD Kinerja Rendah Siap-siap Diganti
- Dibangunkan Jalan, Warga Desa Api-api, Bengkalis Sampaikan Ucapan Terima Kasih ke TMMD
- Jumat Berkah, Srikandi Masuri Tebar Ratusan Nasi Kotak di Duri
- Dimakamkan di TPM, Prajurit TNI Warga Pekanbaru Gugur dalam Tugas PBB di Kongo
- Pemadaman Dikerahkan 3 Helikopter, Lahan Gambut di Pulau Rupat Terbakar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com