Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 4 Agustus 2020 11:19
Dari Ruang Isolasi Pasien Corona Ibnu Mas'ud Ajak Serius Ikuti Prokes

Selasa, 4 Agustus 2020 10:24
BLT Covid - 19 Kabupaten Kuansing Segera Disalurkan 

Selasa, 4 Agustus 2020 10:02
Komisi III dan IV DPRD Pekanbaru Cek Dugaan RS Awal Bros Pemicu Banjir

Selasa, 4 Agustus 2020 08:53
Hasil Tracking, 7 Warga Pelalawan Ketularan Corona dari MR

Selasa, 4 Agustus 2020 01:53
Bupati Inhil Lepas Keberangkatan Perdana Ekspor Kelapa ke Malaysia

Selasa, 4 Agustus 2020 01:50
Jaksa Banding Atas Vonis Ringan Terdakwa Korupsi Kredit Macet PT PER

Senin, 3 Agustus 2020 21:25
Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai

Senin, 3 Agustus 2020 20:45
Sri Barat Diyakini Berpotensi Sapu Bersih Dukungan Swing Voters di Pilkada Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 20:21
Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat

Senin, 3 Agustus 2020 19:38
Demokrasi di Riau Kategori Level Sedang



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Januari 2020 01:36
Waka KADIN Pusat: Untuk Riau, Gubri Butuh Perwira Lapangan

Sejumlah tokoh Riau berkomentar terkait tudingan miring atas mutasi yang dilakukan Gubri. Gubernur disebut butuh perwira lapangan yang handal, energik, serta paham seleranya untuk mewujudkan.

Riauterkini - PEKANBARU - Tudingan miring atas pelantikan pejabat yang beberapa diantaranya adalah keluarga dekat Gubernur Riau, Syamsuar dan juga Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya, masih santer terdengar di Riau. Namun, sejumlah tokoh masyarakat Riau menilai itu hal yang wajar. Sebab, Gubri dinilai tengah mengejar target capaiannya untuk Riau disisa masa jabatannya.

Seperti apa yang disampaikan oleh Bismar Rambah yang kini menjabat selaku Wakil Ketua Komite Tetap Infrastruktur Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pusat, Kepada wartawan, Selasa (14/01/20). Ia justru menilai ini adalah persoalan yang remeh temeh.

"Bukan bermaksud ikut campur dalam persoalan itu. Tapi sebagai orang Riau, kita tergolong paham dengan apa yang terjadi di Riau 10 tahun belakangan ini," tutur pria 60 an tahunan itu.

Lanjutnya, selama 10 tahun belakangan progres pembangunan Bumi Lancang Kuning itu tersengal-sengal lantaran Gubernurnya berhadapan dengan ragam persoalan. Tumpukan persoalan ini kemudian dipikul Syamsuar sebagai gubernur terpilih periode 2019-2024.

"Sepuluh tahun terakhir gubernurnya berganti di tengah jalan. Ini menjadi salah satu persoalan yang membuat program pembangunan tidak optimal. Nah, setelah Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri), Syamsuar melanjutkan estafet pembangunan di Riau. Langkahnya untuk segera menunjukkan kinerja juga enggak mulus lantaran setahun kepemimpinannya, dia memakai program dan penganggaran gubernur sebelumnya. Praktis, dia cuma punya waktu tersisa 4 tahun," paparnya.

Politisi senior Golkar Riau ini menambahkan, di sisa waktu yang ada Syamsuar harus bergerak lebih cepat. Sebab itu tadi, dibatasi waktu dan oleh "titipan" segunung persoalan sebelumnya, mau tak mau membikin Syamsuar seperti itu.

Untuk ini, Syamsuar tentu butuh perwira lapangan yang handal, paham dengan selera dia dan loyal. Dan di posisi tertentu, dia butuh orang yang dekat dan paham maunya dia. Lantaran yang dia butuhkan lebih dari 600 orang, tentu mencari ini bukan perkara mudah.

"Kalau kemudian masuk kerabatnya di antara orang sebanyak itu, apa salahnya? Saya yakin Syamsuar enggak mau konyollah. Dia pasti sudah mempertimbangkan semua itu, termasuk membincangkannya dengan wakil. Sebab bukan kali ini dia jadi pejabat. Dua periode jadi bupati, lho. Dan selama itu dia sangat harmonis dengan wakilnya. Jarang terjadi bupati maju lagi bersama wakilnya yang lama di periode kedua, Syamsuar melakukan itu," kata Bismar.

"Ada baiknya kita bicarakan hal-hal strategis dan besar. Jangan yang remeh temeh. Dukung langkah besar yang sedang dilakukan dua pemimpin kita. Biar potensi besar yang ada di Riau bisa tergarap maksimal. Ingat, Riau ini sangat strategis," tambahnya.

Senada dengan Bismar, Mantan Rektor Universitas Riau, Profesor Ashaluddin Jalil justru mengatakan Syamsuar sudah kehilangan dua tahun masa jabatannya. Karena, selama ini, pejabat sebelumnya yang menyusun program.

"Artinya yang dia jalankan program orang lain. Padahal program besar dia sudah ada. Mulai dari Riau Green, pertanian mandiri, desa mandiri, sudah ada. tapi mau gimana lagi, keadaan yang membikin begitu. Sebagai orang profesional, dia tentu harus bekerja keras mengejar ketertinggalan. Untuk itulah dia butuh orang-orang yang dia percaya dan tangguh," kata lelaki yang sering jadi panitia seleksi pejabat eselon II Pemprov Riau ini.

Lanjutnya, secara regulasi tidak ada aturan yang dilanggar oleh kerabatnya itu. "Dan secara statusnya sebagai pegawai negara, kerabatnya itu juga kan punya hak untuk berkarir," terangnya.

Lagi pula kata Guru Besar Fisip Universitas Riau ini, kerabatnya itu dilantik jadi pejabat eselon IV dan III. Secara aturan, kedua eselon ini masih pelaksana. "Pejabat eselon IV itu kan 80 persen teknis 20 persen kebijakan. Beda kalau yang dilantik itu pejabat eselon II," katanya.

Dia melihat, ada kepentingan yang jauh lebih besar yang ingin diwujudkan oleh Syamsuar untuk Riau. Untuk inilah dia butuh orang-orang yang energik dan bisa dipercaya.

"Semua pejabat yang dilantik itu kan meneken fakta integritas. Kalau kemudian kerabatnya itu melempem dalam perjalanannya, saya yakin Syamsuar enggak mau ambil resiko, dia enggak mau keberadaan kerabatnya itu jadi bumerang, pasti di-out-kan. Lihat saja setahun ke depan," kata Jalil.

"Miris sebenarnya saya menengok kenyataan yang ada. Kalau ada hal kecil yang kurang pas pada pemimpin, langsung dikritik. Mengkritik itu enggak salah, saya juga tukang kritik. Tapi mbok yang dikritik itu hal-hal yang sangat substansiallah," pinta Jalil.

Menurutnya, saat ini Riau butuh ide-ide kreatif dan cemerlang. Ada baiknya diperbanyak diskusi untuk menghasilkan ide-ide yang bernas untuk kemudian disampaikan kepada pemimpin Riau.

"Misalnya soal banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi langganan Riau. Yuk kita temani gubernur kita, bantu dia carikan solusi. Sebab ini adalah tanggungjawab kita bersama. Begitu juga soal infrastruktur jalan yang hancur-hancuran oleh mobilitas kendaraan yang overload, beri gubernur saran dan jalan keluar. Sebab sudah tugas kita sebagai tokoh, akademisi, cendikiawan untuk memberikan saran, ide dan masukan kepada pemimpin," katanya.

Sementara Mantan Ketua DPRD Riau, Chaidir pun mengatakan, "tidaklah hilang hak individual seseorang untuk berkarier jika kerabatnya kebetulan jadi pejabat sepanjang kepangkatan dan SDM nya memang cukup untuk itu," ungkapnya.

Semantara, Ibrahim, yang merupakan pemuda pesisir Riau ini, juga tak habis pikir. Riuh rendah sumir sahut-sahutan terus membuat bising. Yang membuat tanah kelahirannya dihantui berita miring. Padahal Ibrahim tak merasa asing.

"Entah apalah jabatan ke jabatan yang diprotes. Capek saya membaca macam ni. Padahal masih banyak persoalan masyarakat Riau yang jauh lebih penting," kata pemuda 29 tahun ini.

Meski tinggal jauh dari keramaian, Ibrahim mengaku tak ketinggalan beragam pemberitaan. Dia bingung jika tenaga dan pikiran habis untuk menghujat tiada sepadan.

"Banyak yang bisa dikupas. Misalnya Dana Bagi Hasil (DBH) Kelapa Sawit. Apa tak lebih baik berikan kesempatan, berikan dukungan kepada gubernur memperjuangkan DBH itu, biar cukup dana Riau untuk membangun, memperbaiki jembatan, sekolah dan jalan yang rusak," tuturnya.

"Jangan malah jabatan orang yang dipersoalkan. Atau jangan-jangan ada pula orang yang keinginannya tak kesampaian," cetusnya.*(rul)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Dari Ruang Isolasi Pasien Corona Ibnu Mas'ud Ajak Serius Ikuti Prokes
- BLT Covid - 19 Kabupaten Kuansing Segera Disalurkan 
- Hasil Tracking, 7 Warga Pelalawan Ketularan Corona dari MR
- Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai
- Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat
- Bertambah 50, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak dari Rohil
- Bapenda Pekanbaru Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban
- 21 Warga Positif Covid 19, Polilklinik Rawat Jalan RSUD Rohil Tutup Sementara
- Pengunduran Diri Kepsek SMPN Ditolak Pemkab Inhu
- Nostalgia Pewarta, Bagus Santoso Sambangi PWI Bengkalis
- Distan Bengkalis Berkurban Tiga Sapi dan Dua Kambing
- Walikota Firdaus Pimpin Penyembelihan 44 Sapi Kurban ASN Pemko Pekanbaru
- Dua Karyawan Positif Covid-19, BRK Tutup Sementara
- Pimpinan Dikabarkan Positif Corona, Kantor Kemenag Pelalawan Masih Buka
- 10 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Diantaranya Bayi
- Kerap Dilaporkan Tak Tepat Sasaran, Disdag Bengkalis Petakan dan Evaluasi Pengguna Gas Melon
- Bengkalis Masih Kekurangan Penyuluh Pertanian
- Pimpinan Dikabarkan Positif Corona, Pegawai Kemenag Pelalawan Isolasi Mandiri
- Video dan Photo Orang Bunuh Diri Beredar, Lokasi di Taman Budaya Dekat Pasar Dupa
- Bupati dan Awak Media Kurban Tiga Ekor Kerbau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com