Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 22 Pebruari 2020 22:38
Bengkalis Layak Jadi Kampung Zapin Melayu

Sabtu, 22 Pebruari 2020 22:29
M Sahril Topan Nakhodai DPP IKA UIR

Sabtu, 22 Pebruari 2020 19:27
Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis Warga Inggris dan Thailand

Sabtu, 22 Pebruari 2020 18:55
Kapal Pesiar Angkut Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis

Sabtu, 22 Pebruari 2020 18:04
Bupati Siak Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Mess Milik PT Arara Abadi

Sabtu, 22 Pebruari 2020 16:33
Baru Dirilis, Tercatat Ada 110 Konsumen di Riau Memesan Suzuki XL7

Sabtu, 22 Pebruari 2020 16:28
Berulang Tahun, RSU Mutia Sari Duri  Gelar Syukuran dan Baksos

Sabtu, 22 Pebruari 2020 16:24
Suzuki XL7 Resmi Hadir di Riau

Sabtu, 22 Pebruari 2020 15:56
Persis Riau Gelar Muswil III

Sabtu, 22 Pebruari 2020 13:17
Menjelang Pilkada Pelalawan 2020, PAN Tetap Prioritaskan Kader



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 16 Januari 2020 21:16
FGD PP Soroti Dugaan Kongkalikong Pembangunan Perkantoran Pemko Pekanbaru

MPC PP Pekanbaru gelar Focus Group Discussion (FGD). Dimana dalam gelaran dialog ini PP soroti dugaan kongkalikong pembangunan perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayan Raya.

Riauterkini - PEKANBARU - Tema dalam FGD yang dilakukan pada Kamis (16/01/20) oleh Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru itu adalah "Sudah Benarkah Proyek Multiyears Perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayan Raya?". Dimana ada lima narasumber yang hadir yakni Pengamat Perkotaan Ir Mardianto Manan MT, Saiman Pakpahan SIP, MSi Pengamat Kebijakan Publik, Jurnalis Roy Manurung, Ahlul Fadli mewakili Walhi Riau, dan Taufik dari FITRA Riau.

Menurut Ketua Panitia Alfred Ziliwu dalam FGD itu juga diundang Sekdako M Noer dan Ketua DPRD Pekanbaru sebagai narasumber. Namun tidak hadir tanpa ada kejelasan. 

Dalam sambutannya saat pembukaan,  Ketua BPPH MPC PP Pekanbaru Dedi Harianto Lubis menyampaikan bahwa FGD ini akan diadakan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap Visi Pemuda Pancasila yang menuju paradigma intelektualitas  dan akademis.

Sejalan dengan itu, Sekretaris MPC PP Pekanbaru, Mustakim JM, SPd, MPd yang membacakan sambutan Ketua MPC PP Kota Pekanbaru, Iwan P, sangat mengapresiasi adanya FGD ini dan juga menyampaikan bahwa Pemuda Pancasila ke depan akan terus mengawal dan mengawasi jalannya roda pemerintahan. 

"Setiap kebijakan walikota akan kita awasi dan kita pantau. Kalau kebijakan bagus demi kepentingan masyarakat kita akan dukung, tapi jika ada hal hal menyimpang, Pemuda Pancasila akan jadi garda terdepan mengkritisinya," kata Ketua PP Pekanbaru.

Sementara menurut pandangan dari Mardianto Manan dalam materinya menyampaikan bahwa secara teori akademik meragukan keberadaan IMB dan AMDAL Pusat Perkantoran Pemko tersebut.

Begitu juga dengan Saiman Pakpahan dan Roy Manurung yang menyatakan adanya dugaan kongkalikong antara Legislatif dan Eksekutif dalam Proyek Multiyears yang menelan anggaran mencapai Rp1 triliun lebih tersebut. Bahkan secara tegas Roy Manurung mempertanyakan kenapa aparat penegak hukum tidak menyentuh sama sekali Proyek Multiyears perkantoran Pemko tersebut.

Saiman Pakpahan juga menyampaikan bahwa urgensi apa yang menjadi dasar pemindahan pusat perkantoran, apa untuk mencapai visi kota smart city? Sangat jauh tujuan dan pembangunan yang ada saat ini. Sementara itu Taufik dari FITRA Riau menyampaikan dalam investigasi Fitra, dokumen dokumen proyek tidak ditemukan dalam LPSE, dan tidak ada dalam RPJMD. 

Terkait RTRW kota Pekanbaru, Ahlul Fadli dari WALHI Riau menyatakan sampai saat ini Pekanbaru belum memiliki RTRW, masih dalam proses.  "Namun sangat aneh di Tenayan dicanangkan menjadi kawasan industri dan saat ini sedang dalam proses pembangunan PLTU. Bagaimana pusat perkantoran pemerintah berada di pusat kawasan industri? ini sangat aneh dan janggal," kata Ahlul Fadli. 

Pada akhir FGD ini seluruh narasumber kompak menyampaikan bahwa masih banyak pertanyaan besar yang belum terjawab dalam Proyek Multiyears Perkantoran Tenayan Raya. Mulai dari IMB, AMDAL, pembebasan lahan, izin pembebasan kawasan, status tanah, dan penganggaran serta pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh beberapa perusahaan plat merah tersebut. 

Sementara, peserta FGD juga sepakat isu Perkantoran Tenayan kembali diungkap dan dihangatkan agar masyarakat tahu dan peduli. Hal itu diungkapkan perwakilan dari HMI Cabang Pekanbaru, Praktisi Hukum, dan LSM.*(rls/rul)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bengkalis Layak Jadi Kampung Zapin Melayu
- M Sahril Topan Nakhodai DPP IKA UIR
- Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis Warga Inggris dan Thailand
- Kapal Pesiar Angkut Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis
- Bupati Siak Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Mess Milik PT Arara Abadi
- Berulang Tahun, RSU Mutia Sari Duri  Gelar Syukuran dan Baksos
- Persis Riau Gelar Muswil III
- Sekda Rohil Tinjau Seleksi CPNS di Dumai
- Nelayan Malaysia Terombang Ambing Tengah Laut Diselamatkan Nelayan Bengkalis
- Ancam Turunkan Tim Dari Pusat, Presiden Minta Gubernur dan Kapolda Riau Segera Selesaikan Keluhan Masyarakat di Gondai
- PT CPI Gandeng PGI Selamatkan Gajah Sumatera
- KPU Riau Teleconference Meeting dengan KPU RI
- Jokowi: Tol Pekanbaru-Dumai Akhir April Tuntas
- Presiden Jokowi Kunjungi MTsN 3 Pekanbaru
- Anggota DPRD Apresiasi Polres Bengkalis Ungkap Penyalahgunaan Narkoba
- Cegah Stunting Sejak Dini, Himpaudi dan Disdikbud Siak Gelar Sosialisasi
- Presiden Jokowi Dapat Paparan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Riau
- Pemkab Siak Bersama KPP Pratama Pangkalan Kerinci Gelar Pekan Panutan Pajak
- Bendahara PWI Bengkalis Mazwin Tutup Usia, Alfisnardo : "Kami Sangat Kehilangan"
- Gubri Hadiri Rakornas Investas 2020 di Jakarta


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com