Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 23 Pebruari 2020 18:10
Perkumpulan Pengemudi Ambulance Terbentuk di Bengkalis

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:47
Gerakan Pramuka Tualang Peduli, Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:40
Hari Peduli Sampah, DLHK Riau Apresiasi Bank Sampah RAPP

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:08
Andi Rachman dan Syamsuar Bakal Bersaing di Musda Golkar Riau Nanti

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:56
Sekdaprov Nyaris Celaka Saat Mengecek Ruangan Stadion Bola Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:19
Dikukuhkan, Gubri Minta Panitia Besar Purprov Riau X Kuansing Benahi Venue Olahraga

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:52
Gubri Tebar 200 Ribu Bibit Ikan Nilam di Danau Kebun Nopi Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:51
Prihatin dengan Kondisi Bocah Penderita TBC di Tualang, DPP-LBLK Berikan Bantuan

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:23
Ringankan Korban Kebakaran di Tualang, DPD LHMR-RMB Siak Salurkan Bantuan

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:19
Peringati HPN 2020, PWI Siak Siap Gelar Berbagai Kegiatan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 17 Januari 2020 17:22
Tuntut Ketegasan Eksekusi Kebun Ilegal PT PSJ, Amper Datangi Kejati dan DLHK Riau

Massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli Riau (Amper) menggelar aksi damai di gedung Kajati dan DLHK Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Riau (Amper) menggelar aksi damai di gedung Kajati dan DLHK Riau. Dalam aksinya massa menuntut ketegasan Kejati dan DLHK Riau untuk melaksanakan eksekusi kebun ilegal PT Peputra Supra Jaya (PSJ) yang berlokasi di desa di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Alfan selaku Koordinator Lapangan mengatakan aksi buntut dari ulah PT PSJ yang dikatakannya melawan Hukum Putusan Hukum Mahkamah Agung nomor 1087/Pid.Sus.LH/2018 tanggal 17 Desember 2018. Bahwasannya kebun milik PT PSJ ilegal karena termasuk kawasan hutan seluas 3000 hektare.

"Kita juga miris, sebab PT PSJ justru menghasut masyarakat untuk melawan hukum. Seharusnya PT PSJ mengedukasi masyarakat bukan justru malah berlindung di belakang masyarakat," katanya.

Lanjutnya, untuk itu pihaknya meminta kepada Kejati dan DLHK Riau untuk tegakkan hukum dengan menertibkan kebun ilegal PT PSJ itu. "Jangan sampai kalah dengan PT PSJ, bahkan jangan sampai kami berpikiran bahwa ada indikasi permainan dengan penegak hukum," tegasnya.

Dalam aksi itu, massa juga menyampaikan beberapa point tuntutan. Diantaranya yakni mendukung satgas penertipan kebun ilegal PT PSJ dalam kawasan hutan. Kemudian menuntut percepatan penertiban tersebut. Selanjutnya, menuntut hutankan kembali lahan tersebut.

Point berikutnya yakni menuntut kapan akan dilaksanakan penertiban yang akan dilakukan oleh Kejati dan DLHK Riau serta melaksanakan putusan MA nomor 1087/Pid.Sus.LH/2018 tanggal 17 Desember 2018. Terakhir menuntut Kejati dan DLHK Riau agar mengingatkan PT PSJ agar tidak melibatkan masyarakat untuk melawan hukum.

"Jika tuntutan kami ini tidak diindahkan, maka kita akan kembali gelar aksi. Bahkan kita juga akan sampaikan kepada Presiden RI bahwasannya penegakan hukum di Riau lemah dan kalah terhadap PT PSJ," tuturnya.

Untuk diketahui, sebelumnya eksekusi lahan PT Peputra Supra Jaya (PSJ) yang berada di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan batal karena dihalangi oleh ratusan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani mitra PT PSJ

Informasi yang dihimpun, masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani mitra PT PSJ itu telah melakukan aksi penolakan eksekusi lahan sejak hari Minggu (12/01/20) malam dengan cara memasang spanduk penolakan eksekusi, selain itu masyarakat juga menginap dilokasi lahan yang akan di eksekusi.

Eksekusi lahan PT PSJ seluas 3.323 hektare itu seharusnya dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Dinas Kehutanan, Polres Pelalawan, dan instansi terkait lainnya pada hari Senin (13/1/2020) tertunda karena penolakan yang dilakukan oleh masyarakat yang mengaku dari kelompok tani tersebut.

Dengan alasan untuk menghindari terjadinya keributan antara petugas dan masyarakat yang berada di lokasi.*(rul)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Perkumpulan Pengemudi Ambulance Terbentuk di Bengkalis
- Gerakan Pramuka Tualang Peduli, Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di
- Hari Peduli Sampah, DLHK Riau Apresiasi Bank Sampah RAPP
- Sekdaprov Nyaris Celaka Saat Mengecek Ruangan Stadion Bola Kuansing
- Dikukuhkan, Gubri Minta Panitia Besar Purprov Riau X Kuansing Benahi Venue Olahraga
- Gubri Tebar 200 Ribu Bibit Ikan Nilam di Danau Kebun Nopi Kuansing
- Prihatin dengan Kondisi Bocah Penderita TBC di Tualang, DPP-LBLK Berikan Bantuan
- Ringankan Korban Kebakaran di Tualang, DPD LHMR-RMB Siak Salurkan Bantuan
- Peringati HPN 2020, PWI Siak Siap Gelar Berbagai Kegiatan
- Bengkalis Layak Jadi Kampung Zapin Melayu
- M Sahril Topan Nakhodai DPP IKA UIR
- Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis Warga Inggris dan Thailand
- Kapal Pesiar Angkut Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis
- Bupati Siak Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Mess Milik PT Arara Abadi
- Berulang Tahun, RSU Mutia Sari DuriĀ  Gelar Syukuran dan Baksos
- Persis Riau Gelar Muswil III
- Sekda Rohil Tinjau Seleksi CPNS di Dumai
- Nelayan Malaysia Terombang Ambing Tengah Laut Diselamatkan Nelayan Bengkalis
- Ancam Turunkan Tim Dari Pusat, Presiden Minta Gubernur dan Kapolda Riau Segera Selesaikan Keluhan Masyarakat di Gondai
- PT CPI Gandeng PGI Selamatkan Gajah Sumatera


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com