Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 30 September 2020 16:34
Kampanye Dialogis di Pinggir, ESA Prioritaskan Komoditas Singkong

Rabu, 30 September 2020 16:32
DPRD Inhil Segera Bahas RAPBD Perubahan 2020

Rabu, 30 September 2020 16:24
Rekor, Tambahan Kasus Covid-19 di Riau Terbanyak di Sumatera, Ketiga Nasional

Rabu, 30 September 2020 16:14
Rekor lagi, Kasus Corona di Riau Tambah 352 Orang

Rabu, 30 September 2020 15:59
Ribuan UMKM di Bengkalis Ajukan Bantuan Terdampak Covid-19

Rabu, 30 September 2020 15:44
PT PCR Kembali Bagi Ratusan Masker ke Rumah Ibadah di Duri

Rabu, 30 September 2020 13:49
Tak Sesuai PKPU, Bawaslu Tertibkan Baliho Peserta Pilkada Inhu

Rabu, 30 September 2020 13:39
Diterima Gubri, PT RAPP Bantu 100 Ribu Masker Berbahan Rayon

Rabu, 30 September 2020 12:58
Kecewa Pemkab dan DPRD, RT, RW dan LPM di Duri Timur Serahkan SK ke Lurah 

Rabu, 30 September 2020 11:22
Pilkada Bengkalis, Bawaslu Bengkalis Bongkar Paksa Alat Peraga Sosialisasi Paslon



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 23 Januari 2020 20:04
Ketua PGRI Riau tak Pernah Sebut Sekolah Gratis Masih Wacana

Ketua PGRI mengaku tak pernah menyebut sekolah gratis masih wacana. Sebaliknya, dia pun menyebut sangat mendukung program Gubri tersebut.

Riauterkini - PEKANBARU - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau Muhammad Syafii berikan pernyataan klarifikasi terkait adanya pernyataan pemberitaan dirinya yang menyebut sekolah gratis masih bersifat wacana, di riauterkini.com pada Selasa 21 Januari lalu.

Menurut Syafii, pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Rudyanto tersebut, bukanlah berasal dari dirinya. Melainkan dia hanya dimintai tanggapan oleh salah satu media televisi lokal, soal wacana Riau yang ingin menggratiskan pendidikan sekolah yang belum terealisasi.

"Saya tak pernah menyebut itu (wacana pendidikan gratis). Itu bahasa televisi, saya diwawancarai," kata M Syafii, Kamis (23/1/20).

Menurut Syafii, dirinya justru mendukung program Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar yang ingin menggratiskan sekolah, khususnya tingkat SMA/SMK yang menjadi kewenangan Pemprov Riau.

Selain itu, Syafii juga bahkan meminta Kadisdik Riau menggesa bagaimana program sekolah gratis tersebut bisa berjalan maksimal. Termasuk soal anggaran honor untuk guru yang sampai saat ini masih dalam proses administrasi.

"Saya minta Kadisdik tak gegabah mendengar sepotong dari pemberitaan. Kita prinsipnya justru mendukung soal program sekolah gratis, apalagi anggarannya juga sudah masuk dalam APBD Riau 2020. Seharusnya sudah secepatnya dituntaskan, itu seharuannya dipahami Kadisdik Riau. Jangan sampai dianggarkan, tapi Disdik lemah dalam administrasi," papar Syafii.

Menyinggung pernyataan Kadisdik Riau yang menyebut bahwa soal anggaran saat ini masih dalam proses, sebelum akhirnya diserahkan ke Biro Hukum dan diteken Gubri.

"Itukan sudah pak Gubernur perintahkan dari tahun lalu. Dipercepat saja. Inikan bulan sudah hampir habis, nanti bulan batu lagi. Kalau lambat-lambat evaluasi saja Disdik," ujar Syafii.

Sebelumnya, Kadsdik Riau Rudyanto menyatakan membantah pernyataan adanya pemberitaan dari media televisi lokal yang menyebut bahwa wacana sekolah gratis yang dicanangkan Gubri belum terealisasi. Dimana, yang menjadi sumber tersebut adalah Ketua PGRI Riau M Syafii.

Menurut Rudyanto, justru sebaliknya sekolah gratis yang sudah menjadi komitmen Gubri H Syamsuar tersebut sudah dianggarkan ditahun 2020 ini. Yakni, melalui Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas) dan dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).

"Sekolah gratis itu sudah dimulai tahun anggaran 2020. Karena anggarannya sudah dicover melalui Bosnas dan Bosda. Jadi tak benar kalau disebut baru wacana, anggarannya sudah dianggarkan kok, artinyakan sudah mulai berjalan," kata Rudyanto, Selasa (21/1/20) lalu.

Bosnas untuk SMA dianggarkan Rp1,4 juta persiswa, sementara Bosda dianggarkan Rp1,5 juta. Kemudian untuk SMK Rp1,6 juta ditambah dengan Bosda dengan nilai yang sama.

Tidak hanya itu, anggaran Bosda itu juga dianggarkan untuk membantu operasional sekolah swasta sebesar Rp400 ribu persiswa.

"Khusus untuk Bosda inikan sudah dianggarkan 2020. Jadi tidak lagi wacana, tapi sudah mulai berjalan," ungkap Rudyanto.

Ada pun menyinggung penganggaran Bosda yang sudah dimasukan pada APBD 2020, menurut mantan Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir ini, sedang dipersiapkan administrasinya. Kemudian SK-nya juga sedang dibuat sebelum diajukan ke Biro Hukum hingga kemudian diteken Gubernur Riau.

"Kalau proses administrasi ini selesai, langsung kita serahkan ke Biro Hukum. Habis itu, kita baru diteken pak Gubernur," ujar Rudyanto.

Meski begitu, Rudyanto juga tak menampikan persoalan karena adanya perubahan Pengguna Anggatan (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) seiring karena adanya mutasi di lingkungan Pemprov Riau juga menjadi persoalan.

"Tapi ini sifatnya tekhnis. Prinsipnya anggarannya sudah dimasukan, artinya semuanya sudah berjalan, bukan lagi wacana," ujar Rudyanto.

Ada pun untuk alokasi penganggaran Bosda untuk sekolah negeri yakni sebesar Rp305.325.200.00 (190.855 orang). Kemudian untuk sekolah swasta se besar Rp24.763.600.000 (61.909 orang). Adanya untuk Guru Tidak Tetap (GTT) Rp95.832.000.000. Siswa miskin, Rp1.012.000.000 Serta Komunitas Adat Terpencil (KAT) Rp.671.000.000.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Rekor, Tambahan Kasus Covid-19 di Riau Terbanyak di Sumatera, Ketiga Nasional
- Ribuan UMKM di Bengkalis Ajukan Bantuan Terdampak Covid-19
- PT PCR Kembali Bagi Ratusan Masker ke Rumah Ibadah di Duri
- Diterima Gubri, PT RAPP Bantu 100 Ribu Masker Berbahan Rayon
- Kecewa Pemkab dan DPRD, RT, RW dan LPM di Duri Timur Serahkan SK ke Lurah 
- Pilkada Bengkalis, Bawaslu Bengkalis Bongkar Paksa Alat Peraga Sosialisasi Paslon
- Kasus Positif Covid - 19 di Kuansing Bertambah 2 Orang
- Pijar Melayu Sayangkan Wabup Halim yang Abaikan Keselamatan Publik
- Pandemi Covid, Ujian SKB CPNS Pemprov Riau Tetap Digelar
- Bertambah 236, Pekanbaru Masih Terbanyak Kasus Covid-19
- Ditaja Forum Dosen, Gubri dan Sandia Uno akan Jadi Pembicara Acara Seminar Nasional
- BNNP Riau Bongkar Sindikat Narkoba Nasional Dikendalikan dari Lapas Pekanbaru
- Bupati Kuansing, Bantu Uang Pembinaan untuk Atlet dan Pelatih Cabor
- Sah, Perubahan APBD Bengkalis 2020 Rp3,159 Triliun
- Pilkada Bengkalis, Alat Peraga Sosialisasi Paslon Wajib Ditertibkan
- Bunda PAUD Inhil Jadi Pembicara Utama Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode 3
- 169 Advokat di Pekanbaru Dilantik dan Diambil Sumpah
- Dua Pekan Dirawat, Dokter FH Hutahuruk Meninggal Karena Corona
- Hari Ini, Jubir Covid - 19 Kuansing Rilis 5 Pasien Positif Corona
- Tekan Angka Penyebaran Covid - 19, PDAM TT Cabang Duri Tebar Ratusan Masker


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com