Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 28 September 2020 21:38
Bunda PAUD Inhil Jadi Pembicara Utama Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode 3

Senin, 28 September 2020 21:17
169 Advokat di Pekanbaru Dilantik dan Diambil Sumpah

Senin, 28 September 2020 20:51
Pilih "ES4", Ini yang Bakal Dinikmati Masyarakat di Duri, Bengkalis

Senin, 28 September 2020 20:45
Polda Riau Dalami Dugaan Perambahan Hutan dan Pencucian Uang Sihol Pangaribuan

Senin, 28 September 2020 20:42
Dua Pekan Dirawat, Dokter FH Hutahuruk Meninggal Karena Corona

Senin, 28 September 2020 20:06
Hari Ini, Jubir Covid - 19 Kuansing Rilis 5 Pasien Positif Corona

Senin, 28 September 2020 19:56
Tekan Angka Penyebaran Covid - 19, PDAM TT Cabang Duri Tebar Ratusan Masker

Senin, 28 September 2020 18:47
Kasus Covid-19 di Riau Capai 7 Ribu Lebih

Senin, 28 September 2020 17:48
Jawab Tudingan, Rektor UIN Suska Riau Sampaikan Klarifikasi ke Kemenag

Senin, 28 September 2020 17:31
IPMAKA Resmi Dilantik



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 29 Januari 2020 18:16
Eksekusi Lahan PT PSJ Gagal, APINDO Sebut Iklim Investasi Indonesia Bisa Anjlog

Eksekusi lahan PT Peputra Supra Jaya yang gagal menunjukkan adanya ketidak pastian hukum. Hal itu mengganggu iklim investasi dan membuat iklim investasi anjlog.

Riauterkini-PEKANBARU-Sekretaris umum APINDO Riau, Edi Darmawi SH MM, Rabu (29/1/20) menyatakan bahwa konflik lahan yang berkeputusan tetap tetapi tidak bisa dijalankan menunjukkan adanya ketidak pastian hukum. Hal itu akan sangat mengganggu iklim investasi di Indonesia.

Karena, tambahnya, perijinan ada di pusat. Kemudian terjadi konflik dan diputuskan oleh peradilan MA di pusat. Jika keputusan itu tidak dilaksanakan, jelas dunia usaha akan terganggu dengan anjlognya iklim investasi di Indonesia, khusunya di Riau.

"Tidak adanya kepastian hukum dan perlindungan hukum akan membuat investor berpikir panjang menginvestasikan modalnya di Indonesia khususnya di Riau. Jika tidak ada kepastian hukum dunia usaha akan terganggu. Dunia usaha butuh kepastian hukum. Jika kepastian hukum tidak ada, bagaimana dunia usaha berkembang dan bagaimana investasi bisa maju," terangnya.

Untuk itu, tambahnya, APINDO meminta semua pihak menghormati keputusan MA. Karena itu putusan lembaga peradilan yg paling tinggi. Baik kedua perusahaan yang berkonflik, juga masyarakat.
"Jika keberatan silahkan melakukan proses hukum. Tetapi keputusan hukum tetap yang sudah di putuskan harus dijalankan," terangnya.

Apindo Riau juga meminta pihak pihak yang tidak berkepentingan tidak ikut mencampuri pelaksanaan keputusan MA yang sudah inkrah.

"Seharusnya jangan ada pihak pihak yang manfaatkan kasus ini untuk kepentingan politik. Karena sudah tidak jamannya lagi menggunakan cara cara seperti itu. Sebaiknya lebih bijak dalam bersikap. Alangkah baiknya tokoh tokoh masyarakat maupun tokoh politik harus bersikap berimbang dan mendukung keputusan peradilan serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai aturan tentang HTI dan keputusan MA.

Disinggung mengenai konflik yang terjadi karena penyerobotan lahan PT Peputra Supra Jaya terhadap perijinan PT Nusa Wana Raya, Apindo Riau mengyatakan bahwa perusahaan tersebut melakukan kesalahan ganda. Pertama menyerobot lahan. Kedua adalah mengubah HTI menjadi kawasan perkebunan. Penyerobotan lahan yang dilakukan tersebut adalah tindakan yang melawan hukum.

Sikap APINDO adalah agar pemerintah melakukan penertiban terhadap kawasan hutan sesuai peruntukannya.

"Jika status kawasan itu HTI, ya peruntukannya untuk HTI. Kalau memang kawasan perkebunan, silahkan diperuntukkan bagi perkebunan dan lainnya"pungkasnya.*(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bunda PAUD Inhil Jadi Pembicara Utama Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode 3
- 169 Advokat di Pekanbaru Dilantik dan Diambil Sumpah
- Dua Pekan Dirawat, Dokter FH Hutahuruk Meninggal Karena Corona
- Hari Ini, Jubir Covid - 19 Kuansing Rilis 5 Pasien Positif Corona
- Tekan Angka Penyebaran Covid - 19, PDAM TT Cabang Duri Tebar Ratusan Masker
- Kasus Covid-19 di Riau Capai 7 Ribu Lebih
- Jawab Tudingan, Rektor UIN Suska Riau Sampaikan Klarifikasi ke Kemenag
- IPMAKA Resmi Dilantik
- Lewat Tol Lebihi Batas Maksimum, Sejumlah Kendaraan Sudah Ada Ditilang
- Ribuan Ekor Hewan Rentan Tertular Rabies di Bengkalis Sasaran Suntik Vaksin
- 4 Personil Polres Inhil Berprestasi Terima Penghargaan
- Cabup Bengkalis Abi Bahrum Jenguk dan Bantu Penderita Kanker di Duri
- Pemkab dan PT. SUN Tandatangani Nota Kesepahaman Perawatan Jalan
- Pilkada Bengkalis, Harta Kaderismanto Minus, Kasmarni Paling Tajir
- Gubri Apresiasi Anak-anak Melayu Konten Kreator Sosialisasikan Penggunaan Masker
- Gubri Resmikan Mangrove Education Center
- Kartu e-money BRK Bisa Untuk Tol dan Berbagai Transaksi
- Usai Dilantik Jadi Pj Bupati Bengkalis, Ini Sederet Tugas Dihadapi Syahrial Abdi
- Maazat, Ayah Syahrul Aidi Maazat Wafat Hari ini
- Dilantik Bupati, DPD Apkasindo Bengkalis Diharapkan Bersinergi Bersama Petani Sawit


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com