Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 5 Agustus 2020 20:14
Sektor Jasa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Riau

Rabu, 5 Agustus 2020 18:15
Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat

Rabu, 5 Agustus 2020 18:01
Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak

Rabu, 5 Agustus 2020 15:29
Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang

Rabu, 5 Agustus 2020 15:25
Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga

Rabu, 5 Agustus 2020 14:08
Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring

Rabu, 5 Agustus 2020 14:04
Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul

Rabu, 5 Agustus 2020 13:58
Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis


Rabu, 5 Agustus 2020 13:38
Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis

Rabu, 5 Agustus 2020 13:36
Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 12 Pebruari 2020 17:38
APP Sinar Mas dan Martha Tilaar Group Berikan Pelatihan Perempuan Pelalawan

APP Sinarmas dan Martha Tilaar Group beri pelatihan kepada 50 perempuan di Pelalawan. Pelatihan selama tiga hari itu, terkait kewirausahaan dan pelestarian tanaman herbal serta praktik kecantikan atau beauty class.

Riauterkini - PEKANBARU - Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas bersama Martha Tilaar Group (MTG) memberikan pelatihan kepada 50 perempuan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Program pelatihan yang berjalan selama tiga hari sejak Selasa (11/2/20) hingga Kamis (13/2) tersebut mencakup kewirausahaan dan pelestarian tanaman herbal serta praktik kecantikan atau beauty class.

Manajer Sustainability & Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Sera Noviany di tempat terpisah, Rabu mengatakan peserta yang mengikuti kegiatan itu berasal dari 16 desa peserta program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dan berada di sekitar kawasan konsesi PT Arara Abadi (unit usaha APP Sinar Mas) di Pelalawan.

"Kita ingin perempuan di wilayah kita bisa berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat. Perempuan sejatinya memiliki potensi besar untuk turut berpartisipasi di masyarakat," lanjutnya.

Secara garis besar, Sera menuturkan jika para peserta pelatihan diperkenalkan mengenai jenis-jenis dan manfaat tanaman herbal, hortikultura hingga tanaman hutan yang ada disekitar lingkungan mereka tinggal.

Kemudian, MTG sebagai salah satu perusahaan kosmetika dan jamu terkemuka di Indonesia memberikan pemahaman untuk mengolah komoditas itu hingga memiliki manfaat optimal untuk kesehatan serta memproduksi hingga memiliki nilai tambah dan dipasarkan.

Pada akhirnya, melalui pelatihan yang diberikan akan memperkuat ekonomi keluarga. Selain itu, dapat membuat keluarga-keluarga di Pelalawan semakin sehat dengan memanfaatkan beragam herbal yang selama ini tersedia, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

Head of Kampung Jamu Organik MTG Heru Wardana mengatakan melalui program itu pihaknya juga ingin menggugah kesadaran wanita agar dapat berperan lebih kepada keluarga dan masyarakat.

"Peran ibu-ibu itu tidak bisa ditinggalkan. Oleh karena itu kami menggugah mereka untuk melakukan sesuatu. Mereka ini nantinya diharapkan bisa menyalurkan ilmunya kepada ibu-ibu yang lain di kampung. Mudah kok, kalau bisa melakukan ini kenapa harus menganggur," kata Heru.

Dia juga menuturkan jika melalui program ini, para peserta ibu-ibu juga memiliki peran dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). "Justru melalui para ibu-ibu ini, akan lebih efektif mensosialisasikan pencegahan karhutla, karena akan lebih didengar di lingkungan keluarganya," tuturnya.

Kabupaten Pelalawan merupakan lokasi ke empat di Riau yang memperoleh program tersebut, setelah sebelumnya program serupa berjalan di Kecamatan Tualang dan Kandis di Kabupaten Siak serta di Tapung, Kabupaten Kampar. Secara nasional program ini akan menyasar ke 1.000 perempuan di enam provinsi yakni Jambi, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan dan Jawa Timur.

Di Siak, program tersebut mulai membuahkan hasil. Suryani dan Soleha, peserta yang mendapat pelatihan pada 2019 lalu di Kecamatan Tualang saat ini berhasil memproduksi bubuk jahe merah kemasan dan dodol jambu biji merah. Dua produk itu bahkan telah dipasarkan di Kota Pekanbaru dan kini berencana merambah ke pasar ritel.

Suryani dan kelompok wanita di Tualang tersebut berhasil mengantongi pemasukan hingga Rp6 juta setiap bulan dari produksi ratusan bungkus jahe merah. Sementara Soleha, bisa menambah penghasilan anggotanya sekitar Rp 500rb/org/bulan. Kedua produk yang dibanderol seharga Rp10 ribu itu bahkan menjadi salah satu oleh-oleh khas Riau.

Program pelatihan hasil kerja sama antara APP Sinar Mas dan MTG ini diluncurkan saat acara United Nations Global Compact Leaders Summit pada September 2018 di New York, Amerika Serikat.

Selain pelatihan seputar tanaman herbal dan kewirausahaan, ada peluang untuk remaja puteri dan putera mendapatkan pekerjaan yang layak melalui beasiswa pendidikan dan bekerja sebagai spa terapis di jaringan spa MTG, membangun desa ramah lingkungan juga menjadi fokus utama program kolaborasi ini. Tujuannya agar mereka dapat mengembangkan desa mereka menjadi tujuan pariwisata. Program ini masih berlangsung sampai dengan Desember 2020.

Kolaborasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang diinisiasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), terutama terkait Penghapusan Kemiskinan, Kesetaraan Gender, Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Kerja Sama untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Sejak didirikan pada tahun 1970, MTG terus berdedikasi untuk memberdayakan wanita dan melahirkan serangkaian program guna mengatasi isu perdagangan wanita di Indonesia. Hingga saat ini, MTG telah melatih lebih dari 7.500 wanita di berbagai daerah, termasuk di bidang terapis profesional, wirausaha minuman herbal, dan manajemen keuangan.

APP Sinar Mas juga berkomitmen untuk mendorong masyarakat untuk beralih ke bisnis pertanian yang berkelanjutan melalui program DMPA, bagian dari Kebijakan Konservasi Hutan (FCP).***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat
- Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak
- Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga
- Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan
- Tambah 71, Kasus Covid-19 di Riau Meledak Lagi
- Ops Patuh Lancang Kuning, Pengendara Tertib Dapat Hadiah Dari Satlantas Pelalawan
- Dorong Partisipasi Masyarakat, Bawaslu Bengkalis Rencanakan Jalin Kerja Sama Pengawasan
- Disdik Bengkalis Ingatkan Pengadaan Baju Seragam Tidak Dibenarkan di Sekolah
- Pekerjaan Oferlay Aspal Dinas PUPR Pekanbaru Diduga Terlalu Tipis
- Dihadiri Wagubri, ASN dan THL Ikuti Swab Massal
- Dari Ruang Isolasi Pasien Corona Ibnu Mas'ud Ajak Serius Ikuti Prokes
- BLT Covid - 19 Kabupaten Kuansing Segera Disalurkan 
- Hasil Tracking, 7 Warga Pelalawan Ketularan Corona dari MR
- Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai
- Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat
- Bertambah 50, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak dari Rohil
- Bapenda Pekanbaru Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban
- 21 Warga Positif Covid 19, Polilklinik Rawat Jalan RSUD Rohil Tutup Sementara
- Pengunduran Diri Kepsek SMPN Ditolak Pemkab Inhu
- Nostalgia Pewarta, Bagus Santoso Sambangi PWI Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com