Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 5 April 2020 21:54
Pengendali Narkoba Malaysia-Pekanbaru Dibekuk Polda Riau

Ahad, 5 April 2020 21:39
Cegah Covid-19, Warga RW 09 Tangkerang Tengah Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Ahad, 5 April 2020 20:33
Seorang Pria di Pekanbaru Ditemukan Tewas di Atas Kasur

Ahad, 5 April 2020 16:12
Berasal dari Kampar, Satu Lagi Pasien Postip Covid-19 di Riau, Total Jadi Sebelas

Ahad, 5 April 2020 16:02
Dampak Virus Corona, 6 Hotel di Pekanbaru Tutup Sementara

Ahad, 5 April 2020 15:43
Innalillahi Wainnalillahi Rojiun,, Abang Kandung Wagubri Meninggal Dunia

Ahad, 5 April 2020 12:54
Siapkan 62 Kamar, Gubri Tinjau RS Awal Bros Ahmad Yani Tangani Penyebaran Virus Corona

Ahad, 5 April 2020 11:31
6 Paket Proyek DAK Milik Dinas PUPR Dumai Selamat dari Surat Edaran Menkeu

Ahad, 5 April 2020 11:28
Laboratorium Molekuler Covid-19 Riau Segera Beroperasi Bulan Ini

Ahad, 5 April 2020 11:06
Relawan dr M Yusuf Semprotkan Disinfektan dan Bagikan Multivitamin di Bathin Solapan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 20 Pebruari 2020 20:10
Gubri Hadiri Rakornas Investasi 2020 di Jakarta

Gubri Hadiri Rakornas Investasi 2020 di Jakarta yang ditaja BKPM RI. Indonesia peringkat 73 dunia negara investasi.

Riauterkini-PEKANBARU-Pertumbuhan ekonomi di suatu negara sangat ditentukan oleh investasi. Semakin besar investasi, semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi. Hal itu tetmaktub dalam Rakornas Investasi 2020 yang ditaja BKPM RI Kamis (20/2/20).

Hadir para menteri, para gubernur, termasuk Gubernur Riau H Syamsuar dan para bupati/walikota se-Indonesia.

"Semua negara berkutat bagaimana menumbuhkan investasi. Kalau arus modal masuk, peredaran uang makin banyak, pertumbuhan ekonomi makin meningkat," kata Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan pada Rakornas Investasi 2020 yang ditaja BKPM RI di Jakarta sebelum bertolak ke Pekanbaru.

Presiden menyebut bahwa APBN dan APBD hanya berpengaruh sekitar 23 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. 77 persen justru ditentukan oleh dunia swasta.

"Begitu pentingnya peran swasta," tegas Presiden lagi.

Oleh sebab itu, Presiden meminta agar seluruh pihak, terutama para kepala daerah agar memberikan kemudahan bagi pihak swasta dalam berinvestasi.

"Kalau mereka ngurus izin, tolong dipermudah. Kalau bisa para bupati/walikota jemput bola kasih izin untuk pengusaha-pengusaha kecil, kayak warung-warung kecil itu," katanya lagi.

Karena kalau mereka dapat izin, maka akses mendapatkan modal ke perbankan akan lebih mudah. "Kalau tak dapat izin mana bisa," katanya.

Presiden menginstruksikan agar kemudahan berinvestasi di Indonesia terus membaik. Saat ini Indonesia masih berada di peringkat 73. Di Asia, Indonesia masih kalah dengan Thailand, Malaysia, apalagi Singapura.

"Kita hanya menang dari Laos dan Kamboja. Saya minta Indonesia harus di bawah 40. 73 itu nanggung," katanya lagi.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menginstruksikan seluruh kepala daerah agar tidak menempatkan APBD di bank. Kalau APBD tidak dilaksanakan alias hanya disimpan di bank, tentu saja ekonomi masyarakat tidak tumbuh.

Tahun lalu, sebut Presiden, pada Oktober-November besar APBD seluruh Indonesia yang tersimpan di bank alias idle sebesar Rp220 triliun.

Bahkan hingga Desember masih tersimpan sebesar Rp110 triliun.

"Mungut pajak itu sulit. Sudah dikasih uang oleh Kemenkeu, malah tidak dimanfaatkan. Padahal kalau uang itu dimanfaatkan, maka akan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi," jelas Presiden.

Eiau Minim Silpa

Usai acara, menanggapi pernyataan Presiden tersebut, Gubri Syamsuar menyebut bahwa untuk APBD Provinsi Riau pada Tahun Anggaran 2019, minim silpa.

"Kalau Riau kecil," katanya.

Gubri menambahkan bahwa banyaknya APBD mengendap di bank pada akhir tahun antara lain karena biasanya pembayaran proyek/pekerjaan itu dalam jumlah besar memang di akhir tahun.

Biasanya proyek baru tuntas pelaksanaannya di akhir tahun. Sehingga pada bulan Oktober-November masih banyak APBD yang tersimpan di bank.

Gubri bertekad bahwa untuk Riau pelaksanaan APBD akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.*(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Cegah Covid-19, Warga RW 09 Tangkerang Tengah Lakukan Penyemprotan Disinfektan
- Berasal dari Kampar, Satu Lagi Pasien Postip Covid-19 di Riau, Total Jadi Sebelas
- Innalillahi Wainnalillahi Rojiun,, Abang Kandung Wagubri Meninggal Dunia
- Siapkan 62 Kamar, Gubri Tinjau RS Awal Bros Ahmad Yani Tangani Penyebaran Virus Corona
- Laboratorium Molekuler Covid-19 Riau Segera Beroperasi Bulan Ini
- Kadiskes Riau Sebut Santri Riau Asal Inhil Suhu Panas Badannya Tinggi Bisa Saja Karena Capek
- Pulang dari Surabaya, Santri Riau Asal Inhil Langsung Observasi Karena Terdeteksi Suhu Badan Diatas 38 Derjat
- Warga Tionghoa Bengkalis Salurkan 5.300 Paket Bahan Pangan
- BPKAD Kuansing Persilahkan Menggunakan Dana Desa untuk Penanggulangan Covid - 19
- Ikasmansa Bagi-bagi Masker dan Serahkan Bantuan Dua Tempat Cuci Tangan di Pasar Arengka
- Pandemi Corona, DPD PKS Bengkalis Serahkan Alat Penyemprot dan Disinfektan ke Rumah Ibadah di Mandau
- Dampak Corona, 7 Proyek Jalan DAK Rp43,9 M di Bengkalis Terpaksa Dihentikan
- Pandemi Corona, Pemko Pekanbaru Segera Terapkan Jam Malam
- Bertambah, Warga Pelalawan Positif Corona Kini 2 Orang
- 899 dari 3.258 Orang Warga Bengkalis Sudah Selesai Dipantau
- Bertambah Tiga, Total Pasien Positif Corona di Riau 10 Orang
- Pemprov Riau Siapkan Lahan Khusus Pemakaman Pasien Virus Corona
- Warga Kuansing Bisa Dapatkan Kartu Pra Kerja Melalui Pendaftaran Onilne
- Cegah Covid-19, Gubri Bentuk Satgas Gabungan Empat Provinsi
- Efek Corona, Rp72 Milyar Proyek Fisik Pemkab Kuansing Batal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com