Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 5 April 2020 21:54
Pengendali Narkoba Malaysia-Pekanbaru Dibekuk Polda Riau

Ahad, 5 April 2020 21:39
Cegah Covid-19, Warga RW 09 Tangkerang Tengah Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Ahad, 5 April 2020 20:33
Seorang Pria di Pekanbaru Ditemukan Tewas di Atas Kasur

Ahad, 5 April 2020 16:12
Berasal dari Kampar, Satu Lagi Pasien Postip Covid-19 di Riau, Total Jadi Sebelas

Ahad, 5 April 2020 16:02
Dampak Virus Corona, 6 Hotel di Pekanbaru Tutup Sementara

Ahad, 5 April 2020 15:43
Innalillahi Wainnalillahi Rojiun,, Abang Kandung Wagubri Meninggal Dunia

Ahad, 5 April 2020 12:54
Siapkan 62 Kamar, Gubri Tinjau RS Awal Bros Ahmad Yani Tangani Penyebaran Virus Corona

Ahad, 5 April 2020 11:31
6 Paket Proyek DAK Milik Dinas PUPR Dumai Selamat dari Surat Edaran Menkeu

Ahad, 5 April 2020 11:28
Laboratorium Molekuler Covid-19 Riau Segera Beroperasi Bulan Ini

Ahad, 5 April 2020 11:06
Relawan dr M Yusuf Semprotkan Disinfektan dan Bagikan Multivitamin di Bathin Solapan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 23 Pebruari 2020 20:53
Pemprov Riau Bersinergi Perangi Stunting di Riau

Penderita stunting di Riau masih tergolong tinggi. Diperlukan sinergitas dan komitmen bersama upaya meminimalisir penyakit yang tergolong mengkhawatirkan itu.

Riauterkini - PEKANBARU - Angka anak penderita stunting di Riau masih tergolong tinggi. Untuk itu, perlu sinergitas dan komitmen bersama dalam upaya mengantisipasi dan meminimalisir penyakit yang tergolong mengkhawatirkan tersebut.

Hal ini menjadi perhatian karena pada 2019 lalu berjumlah 26.275 angka stunting di Riau. Diharapkan dengan sinergitas seluruh stakeholder terkait, angka penyakit yang kerap terjadi pada anak itu dapat diantisipasi sejak dini.

Kepala dinas kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir menilai, hal itu tentunya menjadi perhatian ekstra. Untuk persoalan stunting ini bukan hanya tugas dinas kesehatan, melainikan juga ada instansi lain yang bertanggungjawab yang perlu bersinergi menuntaskannya.

Dalam upaya antisipasi untuk di Dinas kesehatan hanya pada ranah intervensi perilaku hidup sehat atau hanya 30 persen dari upaya pencegahan yang bisa dilakukan. Sementara itu, 70 persen merupakan tanggungjawab instansi terkait lainnya dalam upaya antisipasinya.

“Makanya itu perlu dilakukan secara bersama. Ya kalau ranah Dinas Kesehatan mengingat masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat. Terutama pada 1000 hari pertama sang anak. Namun untuk melakukan pola hidup sehat itu, harus ada asupan gizinya yang baik bagi tumbuh kembang anak,” tambahnya.

untuk itu, perlu dukungan untuk masyarakat yang tergolong ekonomi menengah ke bawah. Selain itu, faktor sanitasi juga harus dijaga. Misalnya keberadaan toilet yang memadai di suatu rumah yang memiliki anak balita.

Begitu juga untuk kesehatan reproduksi yang melibatkan instansi teknis lainnya. Dimana masyarakat perlu edukasi tentang kesehatan reproduksi termasuk agar jarak kelahiran tidak terlalu dekat. Dengan sinergitas diharapkan angka stunting di Riau dapat menurun dan diminimalisir sejak dini. .***(adv/mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Cegah Covid-19, Warga RW 09 Tangkerang Tengah Lakukan Penyemprotan Disinfektan
- Berasal dari Kampar, Satu Lagi Pasien Postip Covid-19 di Riau, Total Jadi Sebelas
- Innalillahi Wainnalillahi Rojiun,, Abang Kandung Wagubri Meninggal Dunia
- Siapkan 62 Kamar, Gubri Tinjau RS Awal Bros Ahmad Yani Tangani Penyebaran Virus Corona
- Laboratorium Molekuler Covid-19 Riau Segera Beroperasi Bulan Ini
- Kadiskes Riau Sebut Santri Riau Asal Inhil Suhu Panas Badannya Tinggi Bisa Saja Karena Capek
- Pulang dari Surabaya, Santri Riau Asal Inhil Langsung Observasi Karena Terdeteksi Suhu Badan Diatas 38 Derjat
- Warga Tionghoa Bengkalis Salurkan 5.300 Paket Bahan Pangan
- BPKAD Kuansing Persilahkan Menggunakan Dana Desa untuk Penanggulangan Covid - 19
- Ikasmansa Bagi-bagi Masker dan Serahkan Bantuan Dua Tempat Cuci Tangan di Pasar Arengka
- Pandemi Corona, DPD PKS Bengkalis Serahkan Alat Penyemprot dan Disinfektan ke Rumah Ibadah di Mandau
- Dampak Corona, 7 Proyek Jalan DAK Rp43,9 M di Bengkalis Terpaksa Dihentikan
- Pandemi Corona, Pemko Pekanbaru Segera Terapkan Jam Malam
- Bertambah, Warga Pelalawan Positif Corona Kini 2 Orang
- 899 dari 3.258 Orang Warga Bengkalis Sudah Selesai Dipantau
- Bertambah Tiga, Total Pasien Positif Corona di Riau 10 Orang
- Pemprov Riau Siapkan Lahan Khusus Pemakaman Pasien Virus Corona
- Warga Kuansing Bisa Dapatkan Kartu Pra Kerja Melalui Pendaftaran Onilne
- Cegah Covid-19, Gubri Bentuk Satgas Gabungan Empat Provinsi
- Efek Corona, Rp72 Milyar Proyek Fisik Pemkab Kuansing Batal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com