Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 28 Maret 2020 16:12
Gubri Minta Bupati/Wali Kota Data Semua Warga Baru Pulang Dari Berbagai Daerah

Sabtu, 28 Maret 2020 15:57
Tekan Dampak Covid-19, MPI Riau Ajak Gerakkan Sedekah Massal

Sabtu, 28 Maret 2020 13:51
Terpelset di Jamban, Lansia di Kuansing Hilang Terbawa Arus

Sabtu, 28 Maret 2020 12:49
Pasien Meninggal di RSUD Pangkalankerinci tak Terkait Corona

Jum’at, 27 Maret 2020 20:44
Supir Ngantuk, Truk Tangki CPO di Duri Adu Kuat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:40
Kapolresta Pekanbaru Turun Padamkan Kebakaran Lahan di Rumbai

Jum’at, 27 Maret 2020 18:36
BBKSDA Riau Evakuasi Anakan Beruang Madu Terjerat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:18
Sempat Dikarantina, 451 Warga Bengkalis dari Malaysia Dipulangkan ke Rumah Masing-masing

Jum’at, 27 Maret 2020 17:52
Melawan Corona, DPD IPK Riau Semprot Disinfektan di Sejumlah Rumah Ibadah

Jum’at, 27 Maret 2020 17:50
Loyalitas Kopi Savasana Hadirkan Kudapan Berkualitas



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 23 Pebruari 2020 20:53
Pemprov Riau Bersinergi Perangi Stunting di Riau

Penderita stunting di Riau masih tergolong tinggi. Diperlukan sinergitas dan komitmen bersama upaya meminimalisir penyakit yang tergolong mengkhawatirkan itu.

Riauterkini - PEKANBARU - Angka anak penderita stunting di Riau masih tergolong tinggi. Untuk itu, perlu sinergitas dan komitmen bersama dalam upaya mengantisipasi dan meminimalisir penyakit yang tergolong mengkhawatirkan tersebut.

Hal ini menjadi perhatian karena pada 2019 lalu berjumlah 26.275 angka stunting di Riau. Diharapkan dengan sinergitas seluruh stakeholder terkait, angka penyakit yang kerap terjadi pada anak itu dapat diantisipasi sejak dini.

Kepala dinas kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir menilai, hal itu tentunya menjadi perhatian ekstra. Untuk persoalan stunting ini bukan hanya tugas dinas kesehatan, melainikan juga ada instansi lain yang bertanggungjawab yang perlu bersinergi menuntaskannya.

Dalam upaya antisipasi untuk di Dinas kesehatan hanya pada ranah intervensi perilaku hidup sehat atau hanya 30 persen dari upaya pencegahan yang bisa dilakukan. Sementara itu, 70 persen merupakan tanggungjawab instansi terkait lainnya dalam upaya antisipasinya.

“Makanya itu perlu dilakukan secara bersama. Ya kalau ranah Dinas Kesehatan mengingat masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat. Terutama pada 1000 hari pertama sang anak. Namun untuk melakukan pola hidup sehat itu, harus ada asupan gizinya yang baik bagi tumbuh kembang anak,” tambahnya.

untuk itu, perlu dukungan untuk masyarakat yang tergolong ekonomi menengah ke bawah. Selain itu, faktor sanitasi juga harus dijaga. Misalnya keberadaan toilet yang memadai di suatu rumah yang memiliki anak balita.

Begitu juga untuk kesehatan reproduksi yang melibatkan instansi teknis lainnya. Dimana masyarakat perlu edukasi tentang kesehatan reproduksi termasuk agar jarak kelahiran tidak terlalu dekat. Dengan sinergitas diharapkan angka stunting di Riau dapat menurun dan diminimalisir sejak dini. .***(adv/mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Gubri Minta Bupati/Wali Kota Data Semua Warga Baru Pulang Dari Berbagai Daerah
- Tekan Dampak Covid-19, MPI Riau Ajak Gerakkan Sedekah Massal
- Pasien Meninggal di RSUD Pangkalankerinci tak Terkait Corona
- Kapolresta Pekanbaru Turun Padamkan Kebakaran Lahan di Rumbai
- Sempat Dikarantina, 451 Warga Bengkalis dari Malaysia Dipulangkan ke Rumah Masing-masing
- Pelayanan E Tilang Secara Online, Kejari Pekanbaru Kirim Ratusan Bukti Pelanggar Via Go Send
- Kemenag Pelalawan Himbau Warga Perbanyak Sedeqah dan Berdoa
- Kades Kesuma, Pelalawan Keliling Kampung Imbau Waspada Corona
- Pemprov Riau Kembali Perpanjang Libur Sekolah SMA Sederajat
- Pemprov Riau Distribusikan Bantuan APD dari Pusat
- Kini di Inhil 114 Warga ODP Covid-19
- Pandemi.Corona Paksa KUA se- Pelalawan Stop Sementara Pencatatan Nikah
- Akademisi Nilai Gubri Layaknya Copot Jabatan Plt Bupati Bengkalis
- Kelonggaran Pembayaran Kredit Akibat Corona, Perusahaan Finance di Duri Menunggu Aturan OJK
- Tak Ingin Warga Terpapar corona, Bupati Kuansing Turun Tangan Semprotkan Desinfektan
- Chevron Bantu APD ke Pemprov Riau
- Terus Bertambah, Warga yang Dikarantina di Bengkalis Termasuk dari Daerah Lain
- Lagi Pusat Sebut Pasien Corona di Riau Bertambah, Diskes Riau Kembali Bantah
- Perdana PN Rengat Gelar Sidang Secara Online
- Jumlah ODP di Inhu Menurun Menjadi 41 Orang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com