Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 28 Maret 2020 15:57
Tekan Dampak Covid-19, MPI Riau Ajak Gerakkan Sedekah Massal

Sabtu, 28 Maret 2020 13:51
Terpelset di Jamban, Lansia di Kuansing Hilang Terbawa Arus

Sabtu, 28 Maret 2020 12:49
Pasien Meninggal di RSUD Pangkalankerinci tak Terkait Corona

Jum’at, 27 Maret 2020 20:44
Supir Ngantuk, Truk Tangki CPO di Duri Adu Kuat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:40
Kapolresta Pekanbaru Turun Padamkan Kebakaran Lahan di Rumbai

Jum’at, 27 Maret 2020 18:36
BBKSDA Riau Evakuasi Anakan Beruang Madu Terjerat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:18
Sempat Dikarantina, 451 Warga Bengkalis dari Malaysia Dipulangkan ke Rumah Masing-masing

Jum’at, 27 Maret 2020 17:52
Melawan Corona, DPD IPK Riau Semprot Disinfektan di Sejumlah Rumah Ibadah

Jum’at, 27 Maret 2020 17:50
Loyalitas Kopi Savasana Hadirkan Kudapan Berkualitas

Jum’at, 27 Maret 2020 17:43
Pelayanan E Tilang Secara Online, Kejari Pekanbaru Kirim Ratusan Bukti Pelanggar Via Go Send



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 26 Pebruari 2020 13:20
Mekanise Penganggaran Bantuan Pendidikan tak Lagi Melalui Hibah Bansos

Mekanisme penggagaran bantuan pendidikan selama ini dari Bansos akan dirubah ke Disdik. Alasannya, dari sisi payung hukum, bantuan pendidikan di OPD terkait jauh lebih kuat.

Riauterkini - PEKANBARU - Mekanisme penganggaran bantuan pendidikan yang selama ini diberikan melalui anggaran dana hibah bansos di Biro Kesejahteraan Rayat (Kesra) dirubah. Kemungkinan penyalurannya nanti diberikan melalui bantuan pendidikan yang langsung dianggarkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Kita bersama pihak perguruan tinggi di Riau sedang mendorong agar tahun depan sudah bisa menggunakan bantuan pendidikan yang sifatnya penganggaran langsung dari OPD. Bisa di dinas pendidikan atau biro Kesra. Nanti tergantung pimpinan, yang jelas harus ada OPD yang menaunginya," kata Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau, Masrul Kasmi, Rabu (26/2/20).

Menurut Masrul, sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah perguruan tinggi yang ada di Pekanbaru beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut seluruh perguruan tinggi sepakat dan mendukung rencana Pemprov Riau yang akan menyalurkan bantuan pendidikan dari anggaran OPD. Tidak lagi menggunakan dana hibah bansos.

"Mereka (perguruan tinggi di Riau) sadar, kalau dana hibah bansos itu resikonya besar, dari sisi penganggaran juga tidak ada kepastian, sebab dana hibah bansos itu dianggarkan setelah semua urusan selesai," ungkap Masrul.

Dari sisi payung hukum, bantuan pendidikan yang dianggarkan di OPD juga jauh lebih kuat. Jika hibah bansos bantuan pendidikan berdasarkan peraturan menteri sebagai dasar hukumnya. Sedangkan bantuan pendidikan yang dianggarkan melalui OPD dasar hukumnya adalah undang-undang tentang peraturan perguruan tinggi yang didalamnya ada pasal yang mengatur soal bantuan pendidikan untuk mahasiswa.

"Kalau bantuan pendidikan itu ada undang-undangnya diatur dalam peraturan perguruan tinggi ada pasal yang mengatur soal bantuan pendidikan untuk mahasiswa," ucapnya.

Jika bantuan pendidikan sudah dianggarkan melalui OPD terkait, maka para penerima beasiswa lebih terjamin. Sebab setiap tahun anggarannya sudah disiapkan di OPD tersebut.

"Lebih terjamin jika dibandingkan dengan menggunakan dana hibah bansos. Kalau dianggarkan di OPD itu setiap tahunnya langsung terprogram. Otomatis setiap tahun anggaran itu tidak terganggu lagi. Tinggal dialokasikan saja," jelas Masrul.

"Permanen, sampai mahasiswa ini selesai kuliah, jadi banyak kelebihannya jika beasiswa itu dianggarkan melalui bantuan pendidikan di OPD jika dibandingkan dengan menggunakan dana hibah basos yang ada di Biro Kesra," ujarnya lagi.

Dengan dialihkanya bantuan pendidikan ke OPD terkait dengan sistem penggaran yang dilakukan setiap tahunnya, maka beban anggaran hibah bansos pun bisa dikurangi dan bisa dialihkan untuk bantuan lain yang lebih penting.

"Jadi anggaran hibah bansos itu hanya digunakan dalam kondisi resiko sosial. Misalnya, degradasi penghasilan orang tua karena di PHK perusahaan. Kemudian ada musibah rumahnya kebakaran, itu bisa kita bantu dengan menggunakan dana hibah," ujar Masrul.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Tekan Dampak Covid-19, MPI Riau Ajak Gerakkan Sedekah Massal
- Pasien Meninggal di RSUD Pangkalankerinci tak Terkait Corona
- Kapolresta Pekanbaru Turun Padamkan Kebakaran Lahan di Rumbai
- Sempat Dikarantina, 451 Warga Bengkalis dari Malaysia Dipulangkan ke Rumah Masing-masing
- Pelayanan E Tilang Secara Online, Kejari Pekanbaru Kirim Ratusan Bukti Pelanggar Via Go Send
- Kemenag Pelalawan Himbau Warga Perbanyak Sedeqah dan Berdoa
- Kades Kesuma, Pelalawan Keliling Kampung Imbau Waspada Corona
- Pemprov Riau Kembali Perpanjang Libur Sekolah SMA Sederajat
- Pemprov Riau Distribusikan Bantuan APD dari Pusat
- Kini di Inhil 114 Warga ODP Covid-19
- Pandemi.Corona Paksa KUA se- Pelalawan Stop Sementara Pencatatan Nikah
- Akademisi Nilai Gubri Layaknya Copot Jabatan Plt Bupati Bengkalis
- Kelonggaran Pembayaran Kredit Akibat Corona, Perusahaan Finance di Duri Menunggu Aturan OJK
- Tak Ingin Warga Terpapar corona, Bupati Kuansing Turun Tangan Semprotkan Desinfektan
- Chevron Bantu APD ke Pemprov Riau
- Terus Bertambah, Warga yang Dikarantina di Bengkalis Termasuk dari Daerah Lain
- Lagi Pusat Sebut Pasien Corona di Riau Bertambah, Diskes Riau Kembali Bantah
- Perdana PN Rengat Gelar Sidang Secara Online
- Jumlah ODP di Inhu Menurun Menjadi 41 Orang
- TKI Riau dari Malaysia Dipulangkan, Dicurigai Kena Virus Corona Dikarantina di Pulau Galang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com