Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 5 April 2020 21:54
Pengendali Narkoba Malaysia-Pekanbaru Dibekuk Polda Riau

Ahad, 5 April 2020 21:39
Cegah Covid-19, Warga RW 09 Tangkerang Tengah Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Ahad, 5 April 2020 20:33
Seorang Pria di Pekanbaru Ditemukan Tewas di Atas Kasur

Ahad, 5 April 2020 16:12
Berasal dari Kampar, Satu Lagi Pasien Postip Covid-19 di Riau, Total Jadi Sebelas

Ahad, 5 April 2020 16:02
Dampak Virus Corona, 6 Hotel di Pekanbaru Tutup Sementara

Ahad, 5 April 2020 15:43
Innalillahi Wainnalillahi Rojiun,, Abang Kandung Wagubri Meninggal Dunia

Ahad, 5 April 2020 12:54
Siapkan 62 Kamar, Gubri Tinjau RS Awal Bros Ahmad Yani Tangani Penyebaran Virus Corona

Ahad, 5 April 2020 11:31
6 Paket Proyek DAK Milik Dinas PUPR Dumai Selamat dari Surat Edaran Menkeu

Ahad, 5 April 2020 11:28
Laboratorium Molekuler Covid-19 Riau Segera Beroperasi Bulan Ini

Ahad, 5 April 2020 11:06
Relawan dr M Yusuf Semprotkan Disinfektan dan Bagikan Multivitamin di Bathin Solapan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 26 Pebruari 2020 13:20
Mekanise Penganggaran Bantuan Pendidikan tak Lagi Melalui Hibah Bansos

Mekanisme penggagaran bantuan pendidikan selama ini dari Bansos akan dirubah ke Disdik. Alasannya, dari sisi payung hukum, bantuan pendidikan di OPD terkait jauh lebih kuat.

Riauterkini - PEKANBARU - Mekanisme penganggaran bantuan pendidikan yang selama ini diberikan melalui anggaran dana hibah bansos di Biro Kesejahteraan Rayat (Kesra) dirubah. Kemungkinan penyalurannya nanti diberikan melalui bantuan pendidikan yang langsung dianggarkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Kita bersama pihak perguruan tinggi di Riau sedang mendorong agar tahun depan sudah bisa menggunakan bantuan pendidikan yang sifatnya penganggaran langsung dari OPD. Bisa di dinas pendidikan atau biro Kesra. Nanti tergantung pimpinan, yang jelas harus ada OPD yang menaunginya," kata Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau, Masrul Kasmi, Rabu (26/2/20).

Menurut Masrul, sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah perguruan tinggi yang ada di Pekanbaru beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut seluruh perguruan tinggi sepakat dan mendukung rencana Pemprov Riau yang akan menyalurkan bantuan pendidikan dari anggaran OPD. Tidak lagi menggunakan dana hibah bansos.

"Mereka (perguruan tinggi di Riau) sadar, kalau dana hibah bansos itu resikonya besar, dari sisi penganggaran juga tidak ada kepastian, sebab dana hibah bansos itu dianggarkan setelah semua urusan selesai," ungkap Masrul.

Dari sisi payung hukum, bantuan pendidikan yang dianggarkan di OPD juga jauh lebih kuat. Jika hibah bansos bantuan pendidikan berdasarkan peraturan menteri sebagai dasar hukumnya. Sedangkan bantuan pendidikan yang dianggarkan melalui OPD dasar hukumnya adalah undang-undang tentang peraturan perguruan tinggi yang didalamnya ada pasal yang mengatur soal bantuan pendidikan untuk mahasiswa.

"Kalau bantuan pendidikan itu ada undang-undangnya diatur dalam peraturan perguruan tinggi ada pasal yang mengatur soal bantuan pendidikan untuk mahasiswa," ucapnya.

Jika bantuan pendidikan sudah dianggarkan melalui OPD terkait, maka para penerima beasiswa lebih terjamin. Sebab setiap tahun anggarannya sudah disiapkan di OPD tersebut.

"Lebih terjamin jika dibandingkan dengan menggunakan dana hibah bansos. Kalau dianggarkan di OPD itu setiap tahunnya langsung terprogram. Otomatis setiap tahun anggaran itu tidak terganggu lagi. Tinggal dialokasikan saja," jelas Masrul.

"Permanen, sampai mahasiswa ini selesai kuliah, jadi banyak kelebihannya jika beasiswa itu dianggarkan melalui bantuan pendidikan di OPD jika dibandingkan dengan menggunakan dana hibah basos yang ada di Biro Kesra," ujarnya lagi.

Dengan dialihkanya bantuan pendidikan ke OPD terkait dengan sistem penggaran yang dilakukan setiap tahunnya, maka beban anggaran hibah bansos pun bisa dikurangi dan bisa dialihkan untuk bantuan lain yang lebih penting.

"Jadi anggaran hibah bansos itu hanya digunakan dalam kondisi resiko sosial. Misalnya, degradasi penghasilan orang tua karena di PHK perusahaan. Kemudian ada musibah rumahnya kebakaran, itu bisa kita bantu dengan menggunakan dana hibah," ujar Masrul.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Cegah Covid-19, Warga RW 09 Tangkerang Tengah Lakukan Penyemprotan Disinfektan
- Berasal dari Kampar, Satu Lagi Pasien Postip Covid-19 di Riau, Total Jadi Sebelas
- Innalillahi Wainnalillahi Rojiun,, Abang Kandung Wagubri Meninggal Dunia
- Siapkan 62 Kamar, Gubri Tinjau RS Awal Bros Ahmad Yani Tangani Penyebaran Virus Corona
- Laboratorium Molekuler Covid-19 Riau Segera Beroperasi Bulan Ini
- Kadiskes Riau Sebut Santri Riau Asal Inhil Suhu Panas Badannya Tinggi Bisa Saja Karena Capek
- Pulang dari Surabaya, Santri Riau Asal Inhil Langsung Observasi Karena Terdeteksi Suhu Badan Diatas 38 Derjat
- Warga Tionghoa Bengkalis Salurkan 5.300 Paket Bahan Pangan
- BPKAD Kuansing Persilahkan Menggunakan Dana Desa untuk Penanggulangan Covid - 19
- Ikasmansa Bagi-bagi Masker dan Serahkan Bantuan Dua Tempat Cuci Tangan di Pasar Arengka
- Pandemi Corona, DPD PKS Bengkalis Serahkan Alat Penyemprot dan Disinfektan ke Rumah Ibadah di Mandau
- Dampak Corona, 7 Proyek Jalan DAK Rp43,9 M di Bengkalis Terpaksa Dihentikan
- Pandemi Corona, Pemko Pekanbaru Segera Terapkan Jam Malam
- Bertambah, Warga Pelalawan Positif Corona Kini 2 Orang
- 899 dari 3.258 Orang Warga Bengkalis Sudah Selesai Dipantau
- Bertambah Tiga, Total Pasien Positif Corona di Riau 10 Orang
- Pemprov Riau Siapkan Lahan Khusus Pemakaman Pasien Virus Corona
- Warga Kuansing Bisa Dapatkan Kartu Pra Kerja Melalui Pendaftaran Onilne
- Cegah Covid-19, Gubri Bentuk Satgas Gabungan Empat Provinsi
- Efek Corona, Rp72 Milyar Proyek Fisik Pemkab Kuansing Batal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com