Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 5 Agustus 2020 18:15
Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat

Rabu, 5 Agustus 2020 18:01
Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak

Rabu, 5 Agustus 2020 15:29
Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang

Rabu, 5 Agustus 2020 15:25
Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga

Rabu, 5 Agustus 2020 14:08
Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring

Rabu, 5 Agustus 2020 14:04
Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul

Rabu, 5 Agustus 2020 13:58
Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis


Rabu, 5 Agustus 2020 13:38
Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis

Rabu, 5 Agustus 2020 13:36
Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan

Rabu, 5 Agustus 2020 12:14
Polres Bengkalis Musnahkan Sabu 13,6 Kg



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 24 Maret 2020 13:55
Teleconference Berasama Presiden, Kepala Daerah Diminta Prioritaskan Keselamatan, Kesehatan serta Dampak Ekonomi dari Virus Corona

Presiden lakukan teleconference bersama Gubri termasuk seluruh kepala di Indonesia. Dalam arahannya, para kepala daerah diminta prioritaskan keselamatan, kesehatan serta dampak ekonomi dari virus corona

Riauterkini - PEKANBARU - Gubernur Riau H Syamsuar termasuk para kepala daerah lainnya di Indonesia gelar teleconference bersama Presiden RI Joko Widodo.

Orang nomor satu di Indonesia itu diantara arahannya mengatakan, semua kepala daerah agar memprioritaskan keselamatan dan kesehatan warga dalam menangkal wabah virus corona yang saat ini sudah menyebar ke- 189 negara termasuk Indonesia.

"Ada beberpa hal penting arahan Presiden, pertama saat ini mengutamakan keselamatan dan kesehatan yang paling utama," kata Gubri, menyampaikan arahan presiden, di Gedung Daerah, Selasa (24/3/20).

Langkah penyelamatan dan menjamin kesehatan semua warga dari virus yang yang sudah menelan ribuan orang tersebut, diimbau agar masyarakat dapat mentaati social distancing atau menjaga jarak meminimalisir penyebaran virus corona.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan kegiatan dalam menghadirkan orang banyak. Diharapkan, jika ada kegiatan seperti ini sebaiknya ditunda menunggu stabilnya keadaan wabah virus corona.

Karena itu, kesadaran untuk menginsolasi dimulai dari diri sendiri sangat diharapkan. Pihak terkait seperti kepolisian juga diminta melakukan pengawasan segala aktivitas kerumunan massa yang berkemungkinan dapat menjadi penyebaran virus.

"Masalah social distancing, artinya semua harus mengatur jarak. Diarahkan presiden harus ada disiplin yang tinggi dan ketegasan yang kuat untuk melaksnakan ini. Kiranya masyarakat dapat mentatai agar menjauhi kerumunan sosial, agar dapat melajukan isoliasi diri masing-masing, untuk menghalindari penyebaran virus corona," ungkap Gubri.

Selain itu, yang tidak kalah penting, dalam mengantisipasi dampak kebijakan usaha penanggulangan virus corona tersebut, kepala daerah diminta memperhatikan dampak ekonomi yang ditimbulkan, dengan memberikan bantuan sosial.

Terutama kepada pelaku usaha mulai dari pedagang kecil, mikro, nelayan termasuk para petani. Menurut Presiden, sektor yang sangat bergantung atas stabilitas perekonomian ini sangat rentan dari sisi finasial.

Dampak ekonomi yang mulai dirasakan, akibat kebijakan yang ditimbulkan usaha pencegahan dan penanggulangan virus corona dengan membatasi aktifitas masyarakat.

"Berkenaan dengan ini pula, pak Presiden menyatakam warga kita yang miskin dan rentan miskin, usaha kecil dan mikro, dan nelayan dan petani, akibat wabah kebijakan memangkal virus ini, tentunya harus menjadi perhatian oleh pemerintah daerah, dengan memberikan bantuan sosial," papar Gubri.

Kemudian, kepala daerah juga diwajibkan memberikan jaminan akan ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Terlebih tidak lama lagi, akan datang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Dengan begitu, tidak terjadi krisis pangan yang dapat dapat menimbulkan kepanikan dimasyarakat. Kemudian, pemerintah daerah juga diminta terua memberikan edukasi dan pelayanan yang optimal dalam usaha pencegahan dan penanggulangan virus corona. Hadir pada kesempatan ini, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muhammad Fadjar, Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir serta berbagai pejabat lainnya yang hadir pada kesempatan ini. ***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat
- Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak
- Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga
- Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan
- Tambah 71, Kasus Covid-19 di Riau Meledak Lagi
- Ops Patuh Lancang Kuning, Pengendara Tertib Dapat Hadiah Dari Satlantas Pelalawan
- Dorong Partisipasi Masyarakat, Bawaslu Bengkalis Rencanakan Jalin Kerja Sama Pengawasan
- Disdik Bengkalis Ingatkan Pengadaan Baju Seragam Tidak Dibenarkan di Sekolah
- Pekerjaan Oferlay Aspal Dinas PUPR Pekanbaru Diduga Terlalu Tipis
- Dihadiri Wagubri, ASN dan THL Ikuti Swab Massal
- Dari Ruang Isolasi Pasien Corona Ibnu Mas'ud Ajak Serius Ikuti Prokes
- BLT Covid - 19 Kabupaten Kuansing Segera Disalurkan 
- Hasil Tracking, 7 Warga Pelalawan Ketularan Corona dari MR
- Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai
- Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat
- Bertambah 50, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak dari Rohil
- Bapenda Pekanbaru Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban
- 21 Warga Positif Covid 19, Polilklinik Rawat Jalan RSUD Rohil Tutup Sementara
- Pengunduran Diri Kepsek SMPN Ditolak Pemkab Inhu
- Nostalgia Pewarta, Bagus Santoso Sambangi PWI Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com