Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 10 Juli 2020 20:13
Peduli Covid - 19, PDAM TD Duri Bagikan Puluhan Westafel Darurat ke Rumah Ibadah

Jum’at, 10 Juli 2020 18:24
Polresta Pekanbaru Ringkus Duet Pengedar Narkoba Bersenjata Api

Jum’at, 10 Juli 2020 18:21
Serap Aspirasi Warga, Mira Roza Reses Didampingi Abi Bahrun di Duri

Jum’at, 10 Juli 2020 18:17
Diterjang Longsor, 8 Rumah di Seberang Tembilahan, Inhil Ambruk ke Sungai Indragiri

Jum’at, 10 Juli 2020 16:38
Masyarakat Bengkalis Diimbau Waspadai Cuaca Panas Ekstrem Juli-Agustus

Jum’at, 10 Juli 2020 16:15
MUI Bengkalis Safari Dakwah ke Daerah Minim Sentuhan Keagamaan di Rupat

Jum’at, 10 Juli 2020 15:31
Gubri Sebut Aplikasi Mata Bansos Solusi Penyaluran Bantuan

Jum’at, 10 Juli 2020 15:18
Waka DPRD Pekanbaru Puji Respon Cepat Dishub Atasi LPJ Padam

Jum’at, 10 Juli 2020 14:38
Pijar Melayu Taja BERPIJAR Penerapan New Normal

Jum’at, 10 Juli 2020 14:10
Gubri Ingin BPKP Kawal Kinerja Pemprov Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 25 Maret 2020 04:07
Polisi Bubarkan Keramaian Demi Tangkal Covid-19, Warga Yang Melawan Akan Ditindak Tegas

Polresta Pekanbaru terus lakukan patroli dan mengimbau masyarakat untuk tidak berkumpul. Petugas akan menindak tegas jika ada yang membandel.

Riauterkini-PEKANBARU-Covid-19 benar-benar sudah menjadi wabah mematikan yang menghantui semua penduduk dunia. Demi menangkal penyebaran Covid-19 yang sudah membunuh ribuan nyawa tersebut, Kapolri Jenderal Idham Azis pun sudah mengeluarkan maklumat agar masyarakat tidak mengadakan perkumpulan atau sifatnya mengumpulkan dan mengundang banyak orang di suatu tempat.

Maklumat itu juga diterapkan oleh Polresta Pekanbaru dan jajaran. Menurut Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya, sesuai maklumat Kapolri tersebut, pihaknya mulai melakukan penertiban melalui patroli dan imbauan kepada masyarakat di seluruh kecamatan di Pekanbaru agar tidak membuat kegiatan yang bersifat menciptakan keramaian. Patroli dan imbauan itu sendiri sudah dilaksanakan sejak Senin (23/03/20) malam hingga Selasa (24/03/20) dinihari.

Jika masih ada masyarakat yang berkumpul-kumpul atau membuat keramaian, maka polisi langsung membubarkannya. Tapi bila ada yang melawan, polisi pun tak segan-segan melakukan tindakan tegas.

"Sesuai maklumat Kapolri, apabila masyarakat tidak mengindahkan, maka Polri tidak segan untuk membubarkan masyarakat yang berkumpul atau sifatnya mengumpulkan banyak orang di suatu tempat. Bila masyarakat menolak atau melawan aparat, maka Polri akan menindak tegas sesuai Pasal 212, 216 dan 218 KUHP," ujar Nandang kepada riauterkini.com.

Pamen berpangkat tiga melati kuning di pundaknya ini menjelaskan, Pasal 212 KUHP tersebut berbunyi barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Kaitannya dengan pasal 214 KUHP, jika hal tersebut dilakukan oleh dua orang atau lebih maka ancaman pidananya maksimal tujuh tahun penjara.

Kemudian, sambungnya, di Pasal 216 ayat (1) berbunyi, barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana. Demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

"Dan Pasal 218 KUHP berbunyi, barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah. Jadi kita berharap masyarakat bisa memahami kondisi tersebut dan kita bisa sama-sama saling menjaga demi kebaikan bersama juga," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Peduli Covid - 19, PDAM TD Duri Bagikan Puluhan Westafel Darurat ke Rumah Ibadah
- Serap Aspirasi Warga, Mira Roza Reses Didampingi Abi Bahrun di Duri
- Masyarakat Bengkalis Diimbau Waspadai Cuaca Panas Ekstrem Juli-Agustus
- MUI Bengkalis Safari Dakwah ke Daerah Minim Sentuhan Keagamaan di Rupat
- Gubri Sebut Aplikasi Mata Bansos Solusi Penyaluran Bantuan
- Pijar Melayu Taja BERPIJAR Penerapan New Normal
- Gubri Ingin BPKP Kawal Kinerja Pemprov Riau
- Kementerian PUPR RI Segera Serahterima Infrastruktur ke Pemkab Kuansing
- Pasca Pencopotan Direksi, Pemprov Panggil Plt Direktur PT PER
- Ambil Swab Syarat Kerja ke Maluku, Warga Bengkalis Positif Covid-19
- Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
- Bupati Kuansing Tetapkan Desa Suka Maju Sebagai Desa Tangguh Covid - 19
- Rumah Tahfiz Darul Ulum Bandar Petalangan Siap Lahirkan Generasi Qur'ani
- Agustus-September Kemarau, BBTP Sudah Siapkan Pesawat TMC di Riau
- Tanam Ribuan Bibit Nanas, Polres Bengkalis Luncurkan Program Jaga Kampung
- Bupati Kuansing Ingin Bentuk 4 OPD untuk Dukung Sejumlah Program
- PT PCR, Bagikan Puluhan Paket Sembako ke Warga Duri
- Pemkab Pelalawan Serahkan BLT untuk Dua Desa
- Hubungi Kimia Farma, Nama Kadiskes Riau Dicatut
- Pemprov Riau Optimis Menangkan Gugatan SK PAW Mantan Anggota DPRD Kampar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com