Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 28 Maret 2020 16:12
Gubri Minta Bupati/Wali Kota Data Semua Warga Baru Pulang Dari Berbagai Daerah

Sabtu, 28 Maret 2020 15:57
Tekan Dampak Covid-19, MPI Riau Ajak Gerakkan Sedekah Massal

Sabtu, 28 Maret 2020 13:51
Terpelset di Jamban, Lansia di Kuansing Hilang Terbawa Arus

Sabtu, 28 Maret 2020 12:49
Pasien Meninggal di RSUD Pangkalankerinci tak Terkait Corona

Jum’at, 27 Maret 2020 20:44
Supir Ngantuk, Truk Tangki CPO di Duri Adu Kuat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:40
Kapolresta Pekanbaru Turun Padamkan Kebakaran Lahan di Rumbai

Jum’at, 27 Maret 2020 18:36
BBKSDA Riau Evakuasi Anakan Beruang Madu Terjerat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:18
Sempat Dikarantina, 451 Warga Bengkalis dari Malaysia Dipulangkan ke Rumah Masing-masing

Jum’at, 27 Maret 2020 17:52
Melawan Corona, DPD IPK Riau Semprot Disinfektan di Sejumlah Rumah Ibadah

Jum’at, 27 Maret 2020 17:50
Loyalitas Kopi Savasana Hadirkan Kudapan Berkualitas



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 25 Maret 2020 15:00
Petani Menjerit, Harga Ojol di Bengkalis Mulai Anjlok

Harga getah karet atau ojol di Pulau Bengkalis sejak sepekan mulai mengalami penurunan. Tak ada solusi, mau tidak mau harus dihadapi oleh petani di daerah ini.

Riauterkini-BENGKALIS- Sejak sepekan harga getah karet atau ojol di Pulau Bengkalis mengalami penurunan cukup drastis.

Sejak lima tahun, harga salah satu komoditi andalan ini tidak pernah tembus di harga Rp10 ribu perkilogram itu, sebelumnya dari harga eceran sebelumnya Rp7-8 ribu perkilogran, hari ini harganya anjlok dan hanya berkisar Rp4-5 ribu perkilogram.

Kondisi ini diduga petani karena dampak wabah penyebaran virus corona atau covid-19 memaksa seluruh kegiatan pabrik dan pengepul berhenti beroperasi.

Kondisi ini menjadi kekhawatiran bagi petani jika terus terpuruk dan harga getah karet semakin turun.

"Bang harga ojol sekarang turun untuk eceran Rp5 ribu. Katanya gara-gara pabrik tutup sementara dan belum beroperasi lagi," kata Seri (30), salah seorang penyadap karet asal Kecamatan Bantan saat berbincang-bincang dengan riauterkini.com, Rabu (25/3/20) siang.

"Mudah-mudahan masalah di daerah kita segera selesai dan harganya naik lagi dan ekonomi tidak semakin sulit. Sekarang ni harga masker macam lebih mahal dari pada ojol bang," pintanya.

Meskipun harga hasil sadapan getah karet ini mengalami penurunan untuk dijual, sebagian petani memilih untuk menyimpan sementara hasil panennya di kolam penampungan menunggu harga lebih baik. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, memakai barang dari kedai langganan dengan cara pinjaman.***(dik)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Gubri Minta Bupati/Wali Kota Data Semua Warga Baru Pulang Dari Berbagai Daerah
- Tekan Dampak Covid-19, MPI Riau Ajak Gerakkan Sedekah Massal
- Pasien Meninggal di RSUD Pangkalankerinci tak Terkait Corona
- Kapolresta Pekanbaru Turun Padamkan Kebakaran Lahan di Rumbai
- Sempat Dikarantina, 451 Warga Bengkalis dari Malaysia Dipulangkan ke Rumah Masing-masing
- Pelayanan E Tilang Secara Online, Kejari Pekanbaru Kirim Ratusan Bukti Pelanggar Via Go Send
- Kemenag Pelalawan Himbau Warga Perbanyak Sedeqah dan Berdoa
- Kades Kesuma, Pelalawan Keliling Kampung Imbau Waspada Corona
- Pemprov Riau Kembali Perpanjang Libur Sekolah SMA Sederajat
- Pemprov Riau Distribusikan Bantuan APD dari Pusat
- Kini di Inhil 114 Warga ODP Covid-19
- Pandemi.Corona Paksa KUA se- Pelalawan Stop Sementara Pencatatan Nikah
- Akademisi Nilai Gubri Layaknya Copot Jabatan Plt Bupati Bengkalis
- Kelonggaran Pembayaran Kredit Akibat Corona, Perusahaan Finance di Duri Menunggu Aturan OJK
- Tak Ingin Warga Terpapar corona, Bupati Kuansing Turun Tangan Semprotkan Desinfektan
- Chevron Bantu APD ke Pemprov Riau
- Terus Bertambah, Warga yang Dikarantina di Bengkalis Termasuk dari Daerah Lain
- Lagi Pusat Sebut Pasien Corona di Riau Bertambah, Diskes Riau Kembali Bantah
- Perdana PN Rengat Gelar Sidang Secara Online
- Jumlah ODP di Inhu Menurun Menjadi 41 Orang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com