Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 5 Agustus 2020 20:22
Koordinasi dengan KPU Pelalawan, KPID Riau Siap Sukseskan Pilkada Serentak di 9 Kabupaten Kota

Rabu, 5 Agustus 2020 20:14
Sektor Jasa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Riau

Rabu, 5 Agustus 2020 18:15
Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat

Rabu, 5 Agustus 2020 18:01
Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak

Rabu, 5 Agustus 2020 15:29
Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang

Rabu, 5 Agustus 2020 15:25
Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga

Rabu, 5 Agustus 2020 14:08
Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring

Rabu, 5 Agustus 2020 14:04
Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul

Rabu, 5 Agustus 2020 13:58
Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis


Rabu, 5 Agustus 2020 13:38
Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 21 Mei 2020 21:22
Kelabuhi Petugas, Satu Kendaraan AKAP Langgar PSBB Terancam Dicabut

Satu kendaraan AKAP terancam dicabut karena langgar aturan PSBB. Selain tak dilengkapi stiker operasi, juga sudah mengelabuhi petugas chek poin.

Riauterkini - PEKANBARU - Satu Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terancam dicabut. Satu angkutan Bus Karya Bersama dilaporkan beberapa kali melakukan pelanggaran dengan tetap beroperasi tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Parahnya lagi, bus mencoba mengelabuhi petugas dengan memindahkan penumpang dengan cara dilansir dengan berbagai kendaraan sebelum memasuki pos chek point di Kecamatan Tambusai Barat, Rokan Hulu. Sementara sebagian barang-barang penumpang dibiarkan di dalam bus, dengan dengan dalih paket kiriman.

"Ada bus pak, orang di sini bilang TGB (Bus Karya Bersama) tetap beroperasi. Petugas kita juga sempat dikelabui," kata Kepala Pos Chek Point Kecamatan Tambusai Utara, Rohul, Iptu Pol Suharman, Kamis (21/5/20).

Kejadian ini langsung disampaikan kepada Asisten III Setdaprov Riau Syahrial Abdi, Kepala Dinas Perhubungan Riau M Topik OH termasuk Kasatpol PP Riau Zainal Z, yang hadir melakukan peninjauan di sejumlah pos chek point di perbatasan Riau.

Sejumlah angkutan lainnya juga beberapa kali terjaring dari arah Sumatera Utara melewati perbatasan Riau di wilayah Kecamatan Tambusai Barat. Ada diantaranya terpaksa disuruh balik kanan.

Namun ada juga angkutan bus dan travel melakukan protes akibat diloloskannya Bus Karya Bersama, dengan dalih cuma membawa paket barang, yang kemudian belakangan diketahui para penumpangnya dilansir menggunakan kendaraan lain.

"Parah tu pak, sudah beberapa kali ketahuan. Alasannya berapa kali itu pak," ungkap Suharman.

Menanggapi Hal itu, Asisten III Setdaprov Riau Syahrial Abd menyatakan apa yang terjadi sebuah dinamika lapangan. Pasalnya, disaat Riau memberlakukan pengetatan pintu-pintu masuk perbatasan wilayah, namun tidak diikuti provinsi Sumatera Utara khususnya Kabupaten Padang Lawas.

Sehingga, ketika Riau memperhatikan SOP ketentuan surat edaran dikeluarkan Kementerian Kesehatan dan Perhubungan mengenai angkutan kendaraan dan penumpang, justru tidak diikuti kabupaten dari provinsi tetangga.

"Makanya kita lihat kendaraan dari Sumatera Utara melalui jalur masuk perbatasan Tambusai Utara Rohul terlihat mudah saja beroperasi. Prinsipnya kita juga akan kesulitan kalau dari daerah asal (Sumatera Utara) tak memberlakukan pengetatan protokol kesehatan untuk angkutan berdasarkan Menteri Kesehatan dan Perhubungan. Faktanya mereka mudah saja mengoperasikan kendaraan angkutan, sementara kita memberlakukan pengetatan sesuai ketentuan," ungkap Syahrial.

Dinamika yang terjadi terlihat di perbatasan Riau-Sumatera Utara ini terlihat berbeda dengan penangan di perbatan Riau-Sumbar, tepatnya chek point yang ada di Kecamatan XIII Koto Kampar.

Meski begitu, mantan Penjabat (Pj) Kabupaten Kampar ini mendukung upaya petugas termasuk instansi terkait untuk memberikan tindakan tegas berdasarkan ketentuan, untuk memberikan efek jera.

"Sumbar juga memberlakukan PSBB. Jadi berdasarkan SOP dari Menteri Kesehatan dan Perhubungan pasti di sana memberlakukan juga SOP dengan tertib.

Sementara Kadishub Riau Topik OH menegaskan mengenai laporan disampaikan petugas Chek Point Tambusai Barat Rohuk tersebut akan langsung membuat pengaduan ke pihak Balai Angkutan Darat. Topik bahkan menyarankan agar persoalan ini cepat ditanggapi serta diteruskan ke Dirjen Darat Kementerian Perhubungan.

"Makanya saya minta tadi saya langsung telpon kepala balai pak Hardono lebih baik terima laporan dari personil di posko ini terkait angkutan melanggar ketentuan PSBB tersebut agar diterima kemudian diteruskan ke Dirjen.

Ditegaskan Topik, kalau memang angkutan bus Karya Bersama itu adalah angkutan yang tak seharuanya beroperasi seperti diatur dalam ketentuan Kementerian Perhubungan, sudah seharuanya dicabut izinnya.

"Saya usulkan dicabut saja izinnya. Untuk memberi pelajaran dengan yang lainnya juga. Inikan dilarang mudik, tapi kenyataannya mereka tetap beroperasi untuk melakukan mudik. Inikan dilarang," ujar Topik lagi.

Diceritakan Topik, bahwa kendaraan yang boleh beroperasi dilengkapi dengan stiker yang memang diperbolehkn melintas. Sementara bus Karya Bersama diketahui tak ada memiliki striker

"Kitakan sudah ada surat edaran dari Pak Dirjen Kementerian Perhuhungan Darat beroperaainya kendaraan AKAP. Kendaraan yang beroperasi dilengkapi dengan stiker yang memang diperbolehkan melintas. Tadi dilaporkan faktanya tak ada. Sejauh yang saya tahu sampai saat ini, operator dan kendaraan yang yang ditempel dikita belum ada. Pun terima type A di Riau, yakni Pekanbaru, Dumai dan Kampar belum ada. Artinya, belum ada di Riau angkutan dibuka," papar Topik.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat
- Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak
- Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga
- Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan
- Tambah 71, Kasus Covid-19 di Riau Meledak Lagi
- Ops Patuh Lancang Kuning, Pengendara Tertib Dapat Hadiah Dari Satlantas Pelalawan
- Dorong Partisipasi Masyarakat, Bawaslu Bengkalis Rencanakan Jalin Kerja Sama Pengawasan
- Disdik Bengkalis Ingatkan Pengadaan Baju Seragam Tidak Dibenarkan di Sekolah
- Pekerjaan Oferlay Aspal Dinas PUPR Pekanbaru Diduga Terlalu Tipis
- Dihadiri Wagubri, ASN dan THL Ikuti Swab Massal
- Dari Ruang Isolasi Pasien Corona Ibnu Mas'ud Ajak Serius Ikuti Prokes
- BLT Covid - 19 Kabupaten Kuansing Segera Disalurkan 
- Hasil Tracking, 7 Warga Pelalawan Ketularan Corona dari MR
- Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai
- Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat
- Bertambah 50, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak dari Rohil
- Bapenda Pekanbaru Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban
- 21 Warga Positif Covid 19, Polilklinik Rawat Jalan RSUD Rohil Tutup Sementara
- Pengunduran Diri Kepsek SMPN Ditolak Pemkab Inhu
- Nostalgia Pewarta, Bagus Santoso Sambangi PWI Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com