Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 15 Agustus 2020 21:15
HUT ke-75 RI, Duri LCC Tes Swab dan Bakti Sosial di Bengkalis

Sabtu, 15 Agustus 2020 21:12
Syahrul Aidi: Efek Covid, Sebaiknya Pemda Prioritaskan Program Padat Karya Tunai

Sabtu, 15 Agustus 2020 20:53
Penyaluran BLT Covid - 19 Duri Timur, Bengkalis Berjalan Lancar

Sabtu, 15 Agustus 2020 20:50
Blackout, Labih 1 Jam Pekanbaru Mati Lampu

Sabtu, 15 Agustus 2020 18:25
Lirik Transportasi Online Sebagai Sumber PAD, Dewan Minta Pemko Buatkan Aturannya

Sabtu, 15 Agustus 2020 18:21
Kasus Covid-19 di Riau Hampir Seribu Orang

Sabtu, 15 Agustus 2020 17:51
Ramadhanus Jadi Ketua Bappilu PBB Riau

Sabtu, 15 Agustus 2020 17:44
Kibarkan Bendera Merah Putih, Ratusan Pesepeda di Bengkalis Gowes Bareng

Sabtu, 15 Agustus 2020 17:22
Bupati Kuansing dan Forkopimda Silaturahmi Bersama Dandim 0302/Inhu

Sabtu, 15 Agustus 2020 16:34
Maju Pilkada Inhu, Wahyu-Supriati Sowan ke Tokoh Inhu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 2 Juni 2020 14:58
Batal Berangkat, Muhibbah Travel Imbau Jamaah Tetap Bersabar

Pembatalan keberangkatan jemaah haji berdampak pada travel jamaah haji dan umrah yang ada di Riau. Pimpinan Muhibbah Travel, meminta jemaah tetap bersabar.

Riauterkini - PEKANBARU - Pasca diumumkannya pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun 1441 H/2020 M, bagi seluruh calon jamaah haji (CJH), di Indonesia oleh pemerintah pusat melalui Menteri Agama, didukung oleh beberapa travel jamaah haji dan umrah yang ada di Riau.

Pimpinan Travel haji dan umrah terbesar di Riau, Muhibbah Travel, Ibnu Masud, mengatakan, keputusan tersebut merupakan keputusan terbaik yang diambil oleh pemerintah. Mengingat untuk keselamatan jamaah dari wabah pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum selesai.

“Ini keputusan yang terbaik, karena kalau pun diberangkatkan, Jamaah haji akan susah mengikuti protap pencegahan covid-19 yang diterapkan oleh pemerintah Saudi Arabia. Diharapkan tahun depan semua bisa berjalan lancar,” ujar Ibnu Masud, Selasa (2/6/20).

Dijelaskan Ibnu Masud, untuk travelnya sendiri, semua persiapan keberangkatan jamaahnya telah disiapkan jauh-jauh hari sebelum keputusan berangkat haji. Dan setiap tahunnya memberangkatkan haji hingga mencapai 200 jamaah. Dan tahun ini juga tetap mempersiapkan keberangkatan, ditengah wabah covid-19 dengan sistem online dan juga penerapan protokol kesehatan.

“Tentu dari sisi penyelenggara haji dan jamaah harus bisa bersabar. Karena ini sebuah keputusan yang terbaik. Walaupun semua persiapan keberangkatan sudah mendekati 75 persen. Kita tetap mempersiapkan keberangkatan jamaah sebelum adanya pembatalan tahun ini,” jelasnya.

“Tahun ini kita rencananya akan memberangkatkan sebanyak 180 jamaah, dengan pembatalan ini, Insya Allah tahun depan tetap menjadi prioritas kita memberangkatkan. Pastikah semua ada hikmahnya dari pembatalan ini, jadi bagi jamaah saya berharap bisa bersabar,” ungkap Ibnu Masud.

Bagi calon jamaah yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) khusus tahun ini akan menjadi jamaah haji 1442H/2021M. Setoran pelunasan Bipih yang dibayarkan akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Sebagaimana disampaikan pemerintah bahwa nilai manfaat dari setoran pelunasan itu juga akan diberikan oleh BPKH kepada jamaah haji khusus. Keputusan penundaan haji tahun ini memang pahit, tapi inilah yang terbaik untuk kita semua,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah pusat, melalui Mentri Agama (Menag), akhirnya mengumumkan keputusan pembatalan keberangkatan Haji tahun 1441 Hijriah/2020, bagi seluruh jamaah calon haji di seluruh Indonesia, termasuk calon jamaah haji (CJH) asal Riau sebanyak 5.400 jamaah di seluruh Kabupaten Kota.

Kepala Kantor wilayah Kemenag Riau, Mahyuddin, membenarkan pembatalan haji tahun 1441 Hijriah, melalui SK Kemenag RI nomor 494 tahun 2020. Keputusan ini diambil dikarenakan Arab Saudi tak kunjung membuka akses bagi jamaah haji dari negara manapun, akibatnya pemerintah tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan utamanya dalam pelayanan dan perlindungan jamaah.***(rls/mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- HUT ke-75 RI, Duri LCC Tes Swab dan Bakti Sosial di Bengkalis
- Penyaluran BLT Covid - 19 Duri Timur, Bengkalis Berjalan Lancar
- Lirik Transportasi Online Sebagai Sumber PAD, Dewan Minta Pemko Buatkan Aturannya
- Kasus Covid-19 di Riau Hampir Seribu Orang
- Ramadhanus Jadi Ketua Bappilu PBB Riau
- Kibarkan Bendera Merah Putih, Ratusan Pesepeda di Bengkalis Gowes Bareng
- Bupati Kuansing dan Forkopimda Silaturahmi Bersama Dandim 0302/Inhu
- Alhamdulillah, Pasien Covid-19 Terakhir Dirawat di Inhil Sembuh
- Penyaluran BLT Covid - 19 di Duri, Bengkalis, Nama Puluhan Warga Duri Timur Hilang
- Terdampak Covid-19, Dewan Minta Pemko Pekanbaru Beri Stimulus Pelaku UMKM
- Tambah 29, 18 Kasus Terkonfirmasi Covid-19 dari Kuansing
- Layani Masyarakat Satpas Polresta Pekanbaru Kenakan Kostum Pahlawan
- Program Kemitraan Pinky, Pertamina Bantu Bangkitkan UMKM Indonesia
- Bawaslu Bengkalis Ingatkan Netralitas Kades dan ASN di Pilkada 2020
- Lagi, DPRD Riau di Demo, Ratusan Buruh Tolak RUU Cipta Kerja dan Kenaikan BPJS
- Disidang Paripurna Bupati Kuansing Sampaikan Capaian WTP
- Tambah 68, Kasus Covid-19 di Riau Kembali Meledak
- Rencanakan Bom Bunuh Diri, 5 Teroris Diringkus di Kampar
- Bupati Kuansing Tinjau Pembangunan Masjid Nurhidayah Desa Pauh Angit
- Ubah Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI – Unilak Berdayakan Bank Sampah di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com