Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 13 Juli 2020 13:21
Polres Siak Sita Ratusan Tual Kayu Diduga Hasil Tindak Pidana Ilegal Logging

Senin, 13 Juli 2020 12:48
Diupah Rp90 Juta, Polres Bengkalis Ringkus Tiga Kurir Sabu 14,58 Kg

Senin, 13 Juli 2020 10:23
Golkar Resmi Usung Andi-Suhardiman di Pilkada Kuansing

Senin, 13 Juli 2020 08:50
Hadiri Mubes IKKS Pekanbaru, Bupati Kuansing Paparkan Pencapaian Visi Misi 2016 - 2021

Ahad, 12 Juli 2020 21:41
Polres Bengkalis Ringkus Kurir Sabu di Pangkalan Jambi

Ahad, 12 Juli 2020 20:49
Amdal Masih Diproses, Investor Singapura Bakal Sulap Pantai Rupat Utara Jadi Kawasan Resort Wisata

Ahad, 12 Juli 2020 20:14
Golkar Dukung Adi Sukemi - M Rais Sah Maju Pilkada Pelalawan

Ahad, 12 Juli 2020 19:50
Pilkada Inhu, Golkar Rekomendasi Rezita Meylani-Junaidi Rahmat

Ahad, 12 Juli 2020 16:44
Hendak ke Banjarmasin, Saat Tes PCR Warga Inhil Justru Positif Covid-19

Ahad, 12 Juli 2020 14:23
Semester I, Dinas Perizinan Bengkalis Terbitkan 987 Izin dan Non Izin



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 4 Juni 2020 09:31
"Protes" Tak Terima BLTDD, Sejumlah Ibu-ibu Janda Datangi Kantor Desa Kelapapati, Bengkalis

Merasa tak memperoleh bantuan BLTDD sejumlah ibu-ibu janda mendatangi Kantor Desa Kelapapati. Setelah diberikan pengertian dan solusi mereka memahami hal itu.

Riauterkini-BENGKALIS- Sembilan orang ibu-ibu berstatus janda berdomisili di Jalan Kelapapati Laut, Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, mendatangi Kantor Desa Kelapapati, Rabu (3/6/20).

Mereka mayoritas berstatus janda dan didampingi anak-anaknya tersebut, bertujuan untuk menyampaikan "protes" atau mempertanyakan kebijakan Pemerintah Desa Kelapapati dalam hal penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) yang tidak sampai ke tangan mereka.

Sembilan orang ini diantaranya, empat orang warga RT 03/RW 06 yakni Syariah (46) status janda, Derlina Sari (38) pekerjaan serabutan, Nurhayati (36) serabutan.

Selanjutnya Sri Wahyuni (33) pekerjaan serabutan warga RT 03/RW 06,  Zainab (56) RT 01 RW 06 status janda. Lalu yang pekerjaan serabutan Syarifah Nuraini (50) RT 02/RW 04, Yusnidar (37) RT 02/RW 04, Siti Hawa (35) RT 02/RW 04.

Mereka menuju Kantor Desa Kelapapati yang dipindahkan sementara karena direnovasi ke Kantor Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) yang tidak jauh dari kantor desa.

Ibu-ibu ini bertemu langsung dengan Kepala Desa (Kades) Kelapapati, Dasril dan melakukan pertemuan didampingi sejumlah aparatur desa.

Kesempatan ini Sarifah Nuraini (50) salah seorang janda yang tinggal di Desa Kelapapati Laut RT 04 RW 02 yang hidup dengan suami dan 3 orang anak, merasakan dampak akibat covid-19, dikatakannya sejak covid-19 suaminya yang bekerja di Batam harus kembali ke Bengkalis dan tidak ada pekerjaan tetap.

"Sedangkan saya pak, sekarang juga tak berjualan lagi di sekolah karena sekolah libur, jadi untuk makan sehari hari saja sulit, tapi Alhamdulillah kemarin untuk kupon pasar murah dapat kuponnya, jadi tujuan saya ke kantor desa ini pak, untuk meminta kejelasan soal ada atau tidaknya bantuan lain seperti BLTDD," kata Sarifah.

Dari pengakuan para ibu-ibu tersebut ada yang mendapatkan kupon pasar murah yang diadakan Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disdagperin) ada juga yang belum mendapatkan satupun bantuan bantuan yang telah diluncurkan selama masa pandemi covid-19 ini.

Menyikapi "tuntutan" kaum ibu-ibu janda tersebut, Kades Kelapapati, Dasril menjelaskan, bantuan yang dikelola desa dan tidak ada berbentuk sembako, bantuan yang diberikan hanya berupa BLTDD.

Dasril menjelaskan, bahwa untuk Desa Kelapapati memang sudah menyalurkan (BLTDD untuk tahap pertama kepada 400 kepala keluarga (KK) yang diprioritaskan, kemudian juga sudah dibagikan kupon pasar murah dampak covid-19 dari Disdagperin.

"Kami sudah salurkan BLTDD dengan penerima sudah didaftarkan sebelumnya, jadi jika pemerintah meminta data baru, akan kita daftarkan bagi yang berhak, sedangkan untuk penerima kupon pasar murah yang diusulkan 400 orang juga didaftarkan untuk penerima BLT dari provinsi tapi sampai hari ini belum disalurkan masih ditunggu," terang Dasril.

Dikatakan Dasri kalau dana BLTDD sudah digunakan dana desa sebesar 45% untuk 3 tahap penerimaan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang belum termasuk dalam data penerima akan didata ulang, apabila ada permintaan penambahan dari pemerintah akan diusulkan.

Setelah diberikan pemahaman dan pengertian tentang program-program bantuan dari desa tersebut, akhirnya ibu-ibu ini memahami dan meninggalkan kantor desa.

Untuk diketahui bahwa sampai saat ini jumlah penduduk di Desa Kelapapati lebih kurang 9.000 jiwa dengan 2.764 KK.***(dik)

Foto : Pertemuan antara ibu-ibu janda dengan Kades Kelapapati, Dasril, Rabu (3/6/20).

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Hadiri Mubes IKKS Pekanbaru, Bupati Kuansing Paparkan Pencapaian Visi Misi 2016 - 2021
- Amdal Masih Diproses, Investor Singapura Bakal Sulap Pantai Rupat Utara Jadi Kawasan Resort Wisata
- Hendak ke Banjarmasin, Saat Tes PCR Warga Inhil Justru Positif Covid-19
- Semester I, Dinas Perizinan Bengkalis Terbitkan 987 Izin dan Non Izin
- Kasat Reskrim dan Kapolsek Ukui Pelalawan Dimutasi
- Bupati Inhil Soroti Ekonomi Seberang Tembilahan dan Akses Transportasi Pasca Longsor
- Satu Pasien Positif Corona Sembuh dan Dibenarkan Pulang
- Jelang Pilkada, Tim Bawaslu RI Bahas Tangani Sengketa di Bawaslu Bengkalis
- Peduli Covid - 19, PDAM TD Duri Bagikan Puluhan Westafel Darurat ke Rumah Ibadah
- Serap Aspirasi Warga, Mira Roza Reses Didampingi Abi Bahrun di Duri
- Masyarakat Bengkalis Diimbau Waspadai Cuaca Panas Ekstrem Juli-Agustus
- MUI Bengkalis Safari Dakwah ke Daerah Minim Sentuhan Keagamaan di Rupat
- Gubri Sebut Aplikasi Mata Bansos Solusi Penyaluran Bantuan
- Pijar Melayu Taja BERPIJAR Penerapan New Normal
- Gubri Ingin BPKP Kawal Kinerja Pemprov Riau
- Kementerian PUPR RI Segera Serahterima Infrastruktur ke Pemkab Kuansing
- Pasca Pencopotan Direksi, Pemprov Panggil Plt Direktur PT PER
- Ambil Swab Syarat Kerja ke Maluku, Warga Bengkalis Positif Covid-19
- Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
- Bupati Kuansing Tetapkan Desa Suka Maju Sebagai Desa Tangguh Covid - 19


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com