Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 9 Juli 2020 20:24
Pasca Pencopotan Direksi, Pemprov Panggil Plt Direktur PT PER

Kamis, 9 Juli 2020 20:09
Hindari Tabrakan, Sebuah Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Parit

Kamis, 9 Juli 2020 18:06
Polda Riau Sita 15,8 Kilogram Sabu di Pelabuhan Roro Dumai

Kamis, 9 Juli 2020 16:56
Jadi Saksi, Ketua DPRD Riau Diingatkan Hakim Ancaman Pidana Keterangan Palsu

Kamis, 9 Juli 2020 16:53
Ambil Swab Syarat Kerja ke Maluku, Warga Bengkalis Positif Covid-19

Kamis, 9 Juli 2020 16:46
Bupati Kuansing Tetapkan Desa Suka Maju Sebagai Desa Tangguh Covid - 19

Kamis, 9 Juli 2020 16:23
Rumah Tahfiz Darul Ulum Bandar Petalangan Siap Lahirkan Generasi Qur'ani

Kamis, 9 Juli 2020 15:39
Agustus-September Kemarau, BBTP Sudah Siapkan Pesawat TMC di Riau

Kamis, 9 Juli 2020 15:19
Tanam Ribuan Bibit Nanas, Polres Bengkalis Luncurkan Program Jaga Kampung

Kamis, 9 Juli 2020 14:02
DPP PPP Keluarkan SK Usung Zukri- Nasar di Pilkada Pelalawan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 5 Juni 2020 17:10
Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos

Gubri dan BPKP launching aplikasi Mata Bansos. Aplikasi ini dibangun untuk mengendalikan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Untuk pertama kalinya, dan satu-satunya Provinsi di seluruh Indonesia menggunakan aplikasi Mata Bansos. Dimana aplikasi ini dibangun dalam rangka untuk mengendalikan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 diseluruh kabupaten/kota di wilayah Provinsi Riau, khususnya yang bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Riau Tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pusat, Muhammad Yusuf, saat menyaksikan langsung lounching secara virtual aplikasi berbasis web aplikasi Mata Bansos, oleh Gubernur Riau didampingi kepala BPKP perwakilan Riau, Farid Firman, Jumat (5/6/20), di Posko Gugus Tugas Covid-19, Gedung Daerah.

“Saya sudah menyaksikan lounching aplikasi monitoring dana bantuan sosial. Dan disampaikan bahwa ini yang pertama di Indonesia, launching aplikasi monitoring Bansos. Banyak terimkasih kepada Gubernur dan seluruh pejabat Pemprov yang menginisiasi aplikasi ini, bersama BPKP perwakilan Riau,” kata Yusuf, melalui virtual.

“Pemerintah sudah mengalokasikan banyak bansos dana baik dari APBN, ABPD Provinsi, kabupaten kota dan desa, termasuk sumbangan dari masyarakat. Selama beberapa bulan ini mencoba mengintegrasikan data agar pemberian bansos cepat, tepat akuntable,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Yusuf, menghimbau kepada seluruh pemerintah provinsi, kabupaten/kota, untuk selalu meng-update data penerima bansos agar tepat sasaran. Dan BPKP dan perwakilan di provinsi akan selalu mendampingi dalam menyelesaikan permasalahan pendataan bansos.

“BPKP akan selalu mendampingi untuk bersama kelur dari krisis ini. Yang tepenting adalah data, Bupati Walikota segera sampaikan kepada kepala dinas, Camat, Lurah untuk selalu mengupdate data. Agar kegiatan pemberian bantuan sosial bisa berjalan dengan lancar. Seluruh bansos dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala perewakilan BPKP Riau, Farid Firman, menjelaskan, ini dibangun melalui kolaborasi dan sinergi ini sebagai implementasi dari Konsep Continuous Auditing dan Continuous Monitoring, atau lebih dikenal dengan CACM.

“Dengan konsep ini pengawasan dan monitoring terhadap penyaluran bantuan sosial dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan,” jelas Farid.

Adapun manfaat dari aplikasi Mata Bansos ini adalah, pertama memonitor anggaran dan realisasi bantuan sosial yang berasal dari bantuan keuangan provinsi per kabupaten/kota secara real time. Kedua memverifikasi seluruh data penerima manfaat. Ketiga mengupdate seluruh data penerima manfaat.

“Selanjutnya melalui aplikasi ini, akan menjadi sarana alat kendali dan pengambilan keputusan oleh para pimpinan. Dan terakhir menjadi sarana informasi bagi masyarakat yang berkepentingan Melalui aplikasi ini nantinya diharapkan setelah data terkumpul baik itu PKH, BSP, BLT maupun BLT-DD. Aplikasi ini dapat menampilkan data yang komprehensip dan terintegrasi sehingga lebih memudahkan pimpinan mengambil keputusan,” paparnya.

Terpisah Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan, aplikasi Mata Bansos ini, bisa mengawasi seluruh aparat hukum. Termasuk masyarakat dan penerima, sehingga bisa tau siapa yang berhak menerima dan siapa yang tidak berhak menerima.

“Aplikasi itu untuk memonitor penyaluran bansos, jadi harapan saya dengan adanya aplikasi itu, bukan kami saja yang bisa mengawasi, tapi juga polisi bisa mengawasi, Kejati, KPK, Bupati dan Waikota Juga bisa mengawasi. Pengawasan ini juga bisa sampai ke siapa yang menerima, bahkan juga siap yang tidak tepat menerimanya bisa tau, siapa yang menerima,” ujar Gubri.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pasca Pencopotan Direksi, Pemprov Panggil Plt Direktur PT PER
- Ambil Swab Syarat Kerja ke Maluku, Warga Bengkalis Positif Covid-19
- Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
- Bupati Kuansing Tetapkan Desa Suka Maju Sebagai Desa Tangguh Covid - 19
- Rumah Tahfiz Darul Ulum Bandar Petalangan Siap Lahirkan Generasi Qur'ani
- Agustus-September Kemarau, BBTP Sudah Siapkan Pesawat TMC di Riau
- Tanam Ribuan Bibit Nanas, Polres Bengkalis Luncurkan Program Jaga Kampung
- Bupati Kuansing Ingin Bentuk 4 OPD untuk Dukung Sejumlah Program
- PT PCR, Bagikan Puluhan Paket Sembako ke Warga Duri
- Pemkab Pelalawan Serahkan BLT untuk Dua Desa
- Hubungi Kimia Farma, Nama Kadiskes Riau Dicatut
- Pemprov Riau Optimis Menangkan Gugatan SK PAW Mantan Anggota DPRD Kampar
- Pertahankan WTP, Gubri Juga Ingatkan OPD Jangan Ada Lagi Temuan
- Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
- Hasil Trakcing Kontak NY. SA, Bocah 8 Tahun di Kuansing Terpapar Corona
- Sebanyak 4.107 Pekerja Migran Asal Bengkalis Terima Bantuan Rp600 Ribu
- Dijual Melampaui HET, PMII Desak Disdagperin Bengkalis Panggil Pangkalan Gas Melon
- 25 Penumpang Lion Air Segera Diswab
- Lolosnya Pasien Covid-19, Besok Pemprov Riau Panggil Kimia Farma dan Angkasa Pura
- Remaja di Kuansing Positif Covid-19


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com