Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 7 Juli 2020 21:09
Dijual Melampaui HET, PMII Desak Disdagperin Bengkalis Panggil Pangkalan Gas Melon

Selasa, 7 Juli 2020 19:56
25 Penumpang Lion Air Segera Diswab

Selasa, 7 Juli 2020 19:01
Lolosnya Pasien Covid-19, Besok Pemprov Riau Panggil Kimia Farma dan Angkasa Pura

Selasa, 7 Juli 2020 17:42
Setahun Berdiri BLK Mandiri Seberida, Inhu Hasilkan Puluhan Tenaga Terampil

Selasa, 7 Juli 2020 17:37
Praktisi Hukum Nilai Janggal Jika Kebakaran Lahan di PT AA tak Diproses Hukum

Selasa, 7 Juli 2020 17:32
Ditpolair Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 1.062 Dus Rokok Ilega

Selasa, 7 Juli 2020 17:30
Jaksa Tuntut Tinggi Tiga Terdakwa Kredit Macet PT PER Pekanbaru

Selasa, 7 Juli 2020 16:49
Remaja di Kuansing Positif Covid-19

Selasa, 7 Juli 2020 15:55
Pasca Rakor Bersama Gubri, Bupati Rohul Imbau Masyarakat dan Perusahaan Antisipasi dan Cegah Karlahut

Selasa, 7 Juli 2020 15:47
BC Bengkalis Musnahkan 1.115 Karung Bawang Merah Asal Malaysia



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 27 Juni 2020 16:41
KUD Tani Bahagia Pasok PT SSR 150 Ton TBS Perhari

Kuasai lahan di kawasan TNTN dan overlap dengan PT RPI, KUD Tani Bahagia mampu pasok TBS ke PT SSR 150 ton perhari.

Riauterkini-PEKANBARU- Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Taman Nasional Tessonilo ( BTNTN), Iskandarsyah Sabtu (27/6/20) mengatakan bahwa laporan Eyes on Forest (EoF) merilis bahwa deforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) salah satu andil dari tingginya kebutuhan pabrik kelapa sawit akan TBS. Dari hasil pantauannya di lapangan, KUD Tani Bahagia telah melakukan kegiatan perkebunan semenjak tahun 1998-1999 di kawasan HPT Tesso Nilo konsesi PT RPI (Rimba Peranap Indah) dan PT. Inhutani IV. Hal ini dapat di telusuri dari dokumen surat yang menyatakan bahwa KUD Tani Bahagia telah menumbang tanaman pohon akasia milik PT. RPI.

Tahun 2014, menurutnya, KUD Tani Bahagia berkerja sama dengan PT, Swakarsa Sawit Raya (SSR) dalam perjanjian kontrak TBS dengan target Delevery Order (DO) TBS 100 -150 ton perhari. Implementasi kontrak kerjasama tersebut sampai sekarang masih berlangsung.

Terkait dengan korporasi Pabrik Kelapa Sawit yang melakukan penampungan sawit dari Taman Nasional Tesso Nilo, Iskandarsya menyatakan sudah menjadi perhatian publik sejak perambahan terjadi di Taman Nasional Tesso Nilo.

"Namun penegakan hukum tidak berjalan karena pertimbangan situasi politik negara pada waktu itu sedang tidak stabil. Upaya sistem hukum dalam menghambat deforestasi ini sudah cukup tapi sistem politik belum maksimal misalnya UU 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan belum terbentuknya lembaga yang menjalankan sesuai amanat UU tersebut," terangnya.

Menurutnya, diperlukan keseriusan negara masyarakat dan pihak badan usaha untuk menjaga taman nasional yang merupakan kepentingan nasional Indonesia. Apalagi para pelaku terbut terindikasi sebagai pejabat publik legislatif yang mengerti merumuskan dan membuat peraturan sehingga tidak ada masalah dalam menjalankan UU dan mementingkan kepentingan Nasional diatas kepentinan pribadi atau golongan.

Jika proses hukum ini dijalankan, tambahnya, ada beberapa pasal dalam UU 18 tahun 2013 tentang PPPH yang dikenakan dalam tindak pidana kehutanan ini terdapat unsur korporasi, permufakatan jahat, pemberi izin, perkebunan, pengangkut, penampung , penjual, pembeli, titip, transaksi keuangan, mengolah, ikut serta dan membantu.

"Sebelum terbentuknya lembaga sesuai dengan amanat UU 18 tahun 2013 untuk memproses ini perlu multi door. Karena ada tindak pidana ikutannya seperti Tipikor dan UU Pencucian Uang," pungkasnya.*(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Dijual Melampaui HET, PMII Desak Disdagperin Bengkalis Panggil Pangkalan Gas Melon
- 25 Penumpang Lion Air Segera Diswab
- Lolosnya Pasien Covid-19, Besok Pemprov Riau Panggil Kimia Farma dan Angkasa Pura
- Remaja di Kuansing Positif Covid-19
- Kepala BPBD dan Danrem 031/WB Tinjau Karhutla di Tiga Daerah
- Kontak dengan Ny. SA, 120 Swab Warga Kuantan Mudik Negatif dan 8 Menunggu
- Seluruh Pasien Positif Sembuh, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Inhil Apresiasi Kinerja Tim Medis
- Gubri Tandatangani Sertifikat Akta Bayi Gajah Damar
- Hilang Kendali, Dua Unit Minibus Laga Kambing di Pasiran, Bengkalis
- Enam Tahun Berjalan, FFVP Berhasil Kurangi Karhutla 750 Ribu Hektar
- Satu Penumpang Positif Covid-19, Maskapai Lion Air Diminta Lakukan Tracing Kontak
- Tambahan Satu Kasus Positif Covid-19, Satu Lagi Meninggal Dunia
- Luasan Karhutla Tahun Ini Jauh Berkurang
- Pimpin Rakor, Gubri Minta Utamakan Pencegahan Tangani Karhutla
- Empat Tahun Vakum, Plh. Bupati Bengkalis Kembali Aktifkan Forum CSR
- Gubri Berikan Penghargaan Kepada Empat Tim Medis Berprestasi di RSUD Petala Bumi
- Karla Gambut di Pulau Rupat, Bengkalis Dilaporkan Padam
- 4 Belum Keluar, 107 Hasil Swab Warga Kuansing Pernah Kontak dengan NY. SA Negatif
- Silaturahmi dengan Pangdam I BB, Bupati Kuansing Bahas Keamanan Pilkada Hingga Covid - 19
- Plh. Bupati Bengkalis Ingatkan ASN dan Honorer Jangan Dekati Narkoba


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com