Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 12 Agustus 2020 21:30
Tim Lapfor Pekanbaru Selidiki Penyebab Kebakaran HPBB Telkom

Rabu, 12 Agustus 2020 20:10
Ubah Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI – Unilak Berdayakan Bank Sampah di Riau

Rabu, 12 Agustus 2020 18:30
Bertambah 32, Dua Warga Jabar dan Sumsel Terkonfirmasi Covid-19 di Riau

Rabu, 12 Agustus 2020 17:19
Alhamdulillah, 34.529 KK dan 209 Anak Panti di Bengkalis Terima BST Tahap II dan III

Rabu, 12 Agustus 2020 17:11
Dewan Minta Pemko Pekanbaru Garap PAD Pajak yang Belum Optimal

Rabu, 12 Agustus 2020 16:51
Kadiskominfotik Riau Ajak Masyarakat Gunakan Internet Dengan Bijak dan Sehat

Rabu, 12 Agustus 2020 16:37
Mandiri Syariah dan BTN Syariah Sinergi Perluas Layanan Pembiayaan KPR

Rabu, 12 Agustus 2020 16:08
51.520 Pemilih TMS di Riau Masuk A-KWK

Rabu, 12 Agustus 2020 15:36
BPJS Kesehatan Relaksasi Ringankan Peserta JKN Bayar Iuran

Rabu, 12 Agustus 2020 14:38
PN Bengkalis Vonis Dua Kurir Sabu 16 Tahun Penjara dan Denda Rp1 M



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 29 Juni 2020 13:03
Tim Pengabdian UNRI Kembangkan Desa Binaan di Sepahat

Desa Sepahat, Bengkalis memiliki destinasi wisata bahari. Tim Pengabdian UNRI membantu mengembangkannya.

Riauterkini-PEKANBARU-Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Riau mengembangkan Desa Sepahat sebagai desa binaan untuk dikembangkan sebagai destinasi desa wisata. Upaya ini dilakukan mengingat desa yang berada di Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis ini memiliki potensi pantai dan kearifan local yang dapat dipadupadankan dengan aktivitas usaha sehari-hari masyarakat.

Menurut Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau, Dr Syamsuduha, kegiatan yang dilakukan Unri ini dilakukan sebagai bagian dari tanggungjawab pihaknya untuk dapat mengaktualisasikan gagasan, ide, ilmu pengetahuan serta keahlian dari sumber daya di kampus kepada masyarakat.

Kegian pengembangan kawasan desa wisata di Sepahat ini dilakukan oleh dosen dari berbagai disiplin ilmu. Baik FMIPA, FISIP, dan juga FKIP.

"Kami juga membentuk kelompok khusus dari dosen berbagai kampus besar di Indonesia untuk mendiskusikan potensi serta mencari langkah-langkah untuk dapat diterapkan di desa binaan ini,’’ katanya lagi.

Salah seorang dari tim Pengabdian yang juga dosen Hubungan Internasional FISIP Unri, Ahmad Jamaan mengatakan kegiatan pengembangan ini dimulai dari menghimpun berbagai potensi ekonomi kreatif yang mungkin dapat digerakkan bersinergi dengan pengembangan kawasan wisata pantai.

‘Diperlukan kesatuan gerak antara aparat pemerintah desa, masyarakat serta kelompok kepentingan lainnya untuk mewujudkan desa wisata ini. Masyarakat merupakan kunci utama karena konsep desa wisata itu memang lebih mengutamakan kepedulian, kesadaran, aktivitas dan kreativitas masyarakat setempat,’’ katanya lagi.

Dikatakan Ahmad, konsep desa wisata ini tidak hanya mengandalkan pemandangan alam pantai, permainan air, akan tetapi juga konsep wisatawan untuk bermukim di rumah-rumah warga agar terasa suasana desa, ikut menikmati makanan di rumah warga, serta berinteraksi dengan pemilik rumah.

Selain itu, tambahnya, aktivitas ekonomi seperti kuliner dan kerajinan khas lokal juga akan disejalankan dengan aktivitas warga, mulai dari promosinya hingga cara mendapatkan produk tersebut secara mudah.

‘‘Di tahap awal, kami telah melakukan sosialisasi kepada aparat pemerintah setempat, tokoh masyarakat, pelaku usaha kecil dan menengah, pengelola badan usaha milik desa serta kelompok masyarakat sadar wisata,’’ katanya.

Menurut Ahmad, saat ini diperlukan beberapa upaya agar upaya ini dapat terwujud, baik melalui penguatan masyarakat dan institusi masyarakat, penguatan fasilitas layanan tujuan wisata, perbaikan kamar home stay yang lebih baik, perbaikan akses ke lokasi, termasuk meningkatkan standard kebersihan.

Ditambahkannya pula, saat ini pihaknya berupaya mendorong agar ada keterpaduan dan ketersediaan informasi kuliner di tiap tempat, seperti di home stay dan kafe milik Bumdes termasuk aktivitas yang bersifat hobi seperti pengembangan titik-titik memancing dan kegiatan melaut bersama nelayan.

"Kegiatan pendampingan akan berlanjut dengan memberikan penguatan kepada masyarakat melalui pembentukan kelompok sadar wisata yang lebih terorganisasi seperti pembentukan AD/ART, program kerja, serta pertemuan rutin membahas kendala untuk mencari jalan keluar yang mungkin dilakukan masyarakat bersama pemerintah desa. Misalnya membuat peraturan desa agar status desa wisata data diakui secara hukum termasuk mengelola paket wisata," terangnya.

Camat Bandar Laksamana dan Kepala Desa Sepahat menyambut baik upaya Universitas Riau untuk menciptakan desa binaan Sepakat menjadi desa wisata.

Camat Bandar Laksamana, Acil Esyno, M.Si menyatakan antusiasnya atas apa yang dilakukan kecamatannya. Kegiatan ini bisa ditindaklanjuti dengan pembentukan rancangan induk pariwisata.

"Upaya ini sejalan dengan visi dan misi kepala desa," kata nya.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Sepahat Muhammad Azlan, Lc. Pihaknya sudah mengalokasikan belanja mencapai Rp1 miliar untuk pengembangan wisata di desanya. Dana tersebut sudah digunakan untuk pembuatan kamar kecil, peningkatan fasilitas parkir di lokasi wisata, pembuatan dermaga serta gerai makanan di atas laut serta permainan laut.

Saat ini pihaknya juga tengah melakukan pembinaan terhadap masyarakat desanya untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah yang dapat mendukung terwujudnya desa wisata. *(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Ubah Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI – Unilak Berdayakan Bank Sampah di Riau
- Bertambah 32, Dua Warga Jabar dan Sumsel Terkonfirmasi Covid-19 di Riau
- Alhamdulillah, 34.529 KK dan 209 Anak Panti di Bengkalis Terima BST Tahap II dan III
- Kadiskominfotik Riau Ajak Masyarakat Gunakan Internet Dengan Bijak dan Sehat
- BPJS Kesehatan Relaksasi Ringankan Peserta JKN Bayar Iuran
- DP WA Politisi Gerindra Dihacker, Disulap Jadi Gambar Porno
- Tambah 19, Kasus Covid-19 di Riau Capai 789 Orang
- Biar Ada Efek Jera,
Ketua DPRD Pekanbaru Setuju Pelanggar Protokol Kesehatan Diberi Sanksi Kerja Sosial

- Polsek Pangkalan Lesung dan RPK SLS Berjibaku Lakukan Pendinginan Karlahut
- Hari Kemerdekaan RI, Lapas Bengkalis Usulkan Remisi 851 Warga Binaan
- Ketua TP PKK Riau Bagi-bagi Masker Gratis
- SMP Plus Taruna Persiapkan Sejumlah Kegiatan dan Lomba Isi Peringatan HUT ke-75 RI
- Buka Webinar AMSI, Gubri Sebut Kontribusi Besar Modal Rayu APBN
- Gaji 13 ASN Kuansing Hari Ini Dicairkan
- Membludak, 435 Calon Peserta Daftar Ikut Webinar AMSI Riau
- Diduga Dipersulit Pengurusan Surat Tanah, Taman Pengajian di Rumbai Terkendala
- Bertambah 40, Dua Warga Luar Provinsi Riau Terkonfirmasi Covid-19 di Riau
- BPKAD Bengkalis Segera Lelang 56 Unit Mobnas
- Gubri Bahas Perkebunan dan Penyelesaian Konflik Lahan Bersama DPRD Riau
- Waspada COVID-19, Pemko Pekanbaru Gelar Razia Masker


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com