Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 4 Juli 2020 18:32
Hari Ini Riau Termasuk Provinsi Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Pada Kasus Baru

Sabtu, 4 Juli 2020 17:35
Riau Masuk Delapan Nominasi API

Sabtu, 4 Juli 2020 17:20
Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru

Sabtu, 4 Juli 2020 17:16
Antisipasi Penyebaran Covid 19, Dewan Minta Pelabuhan di Pekanbaru Diperketat

Sabtu, 4 Juli 2020 17:08
Cari Kerja di Pelalawan, Saat Test Kesehatan Warga Sumut Ternyata Positif Covid-19

Sabtu, 4 Juli 2020 16:23
Satu Pegawai Positif Corona, Sport Station di Mal Pekanbaru Tutup Semetara

Sabtu, 4 Juli 2020 13:20
Gubri dan Pangdam Cek Kesiapan Sebelum Peresmian Tol Permai

Sabtu, 4 Juli 2020 08:27
SIM Internasional Kini Dapat Diurus Secara Online

Sabtu, 4 Juli 2020 07:47
Bupati Kuansing Tandatangani MoU Tambang Bebas Mercury dengan Kemen LHK

Jum’at, 3 Juli 2020 21:08
Ketua Syuro PKB Riau Doakan Hafit Syukri - Erizal Menang di Pilkada Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 29 Juni 2020 13:03
Tim Pengabdian UNRI Kembangkan Desa Binaan di Sepahat

Desa Sepahat, Bengkalis memiliki destinasi wisata bahari. Tim Pengabdian UNRI membantu mengembangkannya.

Riauterkini-PEKANBARU-Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Riau mengembangkan Desa Sepahat sebagai desa binaan untuk dikembangkan sebagai destinasi desa wisata. Upaya ini dilakukan mengingat desa yang berada di Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis ini memiliki potensi pantai dan kearifan local yang dapat dipadupadankan dengan aktivitas usaha sehari-hari masyarakat.

Menurut Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau, Dr Syamsuduha, kegiatan yang dilakukan Unri ini dilakukan sebagai bagian dari tanggungjawab pihaknya untuk dapat mengaktualisasikan gagasan, ide, ilmu pengetahuan serta keahlian dari sumber daya di kampus kepada masyarakat.

Kegian pengembangan kawasan desa wisata di Sepahat ini dilakukan oleh dosen dari berbagai disiplin ilmu. Baik FMIPA, FISIP, dan juga FKIP.

"Kami juga membentuk kelompok khusus dari dosen berbagai kampus besar di Indonesia untuk mendiskusikan potensi serta mencari langkah-langkah untuk dapat diterapkan di desa binaan ini,’’ katanya lagi.

Salah seorang dari tim Pengabdian yang juga dosen Hubungan Internasional FISIP Unri, Ahmad Jamaan mengatakan kegiatan pengembangan ini dimulai dari menghimpun berbagai potensi ekonomi kreatif yang mungkin dapat digerakkan bersinergi dengan pengembangan kawasan wisata pantai.

‘Diperlukan kesatuan gerak antara aparat pemerintah desa, masyarakat serta kelompok kepentingan lainnya untuk mewujudkan desa wisata ini. Masyarakat merupakan kunci utama karena konsep desa wisata itu memang lebih mengutamakan kepedulian, kesadaran, aktivitas dan kreativitas masyarakat setempat,’’ katanya lagi.

Dikatakan Ahmad, konsep desa wisata ini tidak hanya mengandalkan pemandangan alam pantai, permainan air, akan tetapi juga konsep wisatawan untuk bermukim di rumah-rumah warga agar terasa suasana desa, ikut menikmati makanan di rumah warga, serta berinteraksi dengan pemilik rumah.

Selain itu, tambahnya, aktivitas ekonomi seperti kuliner dan kerajinan khas lokal juga akan disejalankan dengan aktivitas warga, mulai dari promosinya hingga cara mendapatkan produk tersebut secara mudah.

‘‘Di tahap awal, kami telah melakukan sosialisasi kepada aparat pemerintah setempat, tokoh masyarakat, pelaku usaha kecil dan menengah, pengelola badan usaha milik desa serta kelompok masyarakat sadar wisata,’’ katanya.

Menurut Ahmad, saat ini diperlukan beberapa upaya agar upaya ini dapat terwujud, baik melalui penguatan masyarakat dan institusi masyarakat, penguatan fasilitas layanan tujuan wisata, perbaikan kamar home stay yang lebih baik, perbaikan akses ke lokasi, termasuk meningkatkan standard kebersihan.

Ditambahkannya pula, saat ini pihaknya berupaya mendorong agar ada keterpaduan dan ketersediaan informasi kuliner di tiap tempat, seperti di home stay dan kafe milik Bumdes termasuk aktivitas yang bersifat hobi seperti pengembangan titik-titik memancing dan kegiatan melaut bersama nelayan.

"Kegiatan pendampingan akan berlanjut dengan memberikan penguatan kepada masyarakat melalui pembentukan kelompok sadar wisata yang lebih terorganisasi seperti pembentukan AD/ART, program kerja, serta pertemuan rutin membahas kendala untuk mencari jalan keluar yang mungkin dilakukan masyarakat bersama pemerintah desa. Misalnya membuat peraturan desa agar status desa wisata data diakui secara hukum termasuk mengelola paket wisata," terangnya.

Camat Bandar Laksamana dan Kepala Desa Sepahat menyambut baik upaya Universitas Riau untuk menciptakan desa binaan Sepakat menjadi desa wisata.

Camat Bandar Laksamana, Acil Esyno, M.Si menyatakan antusiasnya atas apa yang dilakukan kecamatannya. Kegiatan ini bisa ditindaklanjuti dengan pembentukan rancangan induk pariwisata.

"Upaya ini sejalan dengan visi dan misi kepala desa," kata nya.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Sepahat Muhammad Azlan, Lc. Pihaknya sudah mengalokasikan belanja mencapai Rp1 miliar untuk pengembangan wisata di desanya. Dana tersebut sudah digunakan untuk pembuatan kamar kecil, peningkatan fasilitas parkir di lokasi wisata, pembuatan dermaga serta gerai makanan di atas laut serta permainan laut.

Saat ini pihaknya juga tengah melakukan pembinaan terhadap masyarakat desanya untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah yang dapat mendukung terwujudnya desa wisata. *(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Hari Ini Riau Termasuk Provinsi Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Pada Kasus Baru
- Riau Masuk Delapan Nominasi API
- Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru
- Cari Kerja di Pelalawan, Saat Test Kesehatan Warga Sumut Ternyata Positif Covid-19
- Satu Pegawai Positif Corona, Sport Station di Mal Pekanbaru Tutup Semetara
- Gubri dan Pangdam Cek Kesiapan Sebelum Peresmian Tol Permai
- 6 Pasien Positif Covid-19 Inhil Sembuh
- Seorang Karyawan di Mal Pekanbaru Positif Covid-19
- Tracing dari Ibu, Ayah dan Anak di Kuansing Positif Covid-19
- Beri Bantuan Perlengkapan Bagi MPA, Bupati Inhil Apresiasi 2 Grup Perusahaan
- Desak KPK Periksa Bapak Pembangunan Bengkalis, HMPP Riau Gelar Aksi di Polda Riau
- CATAR, Aplikasi Transportasi Antar Jemput Makanan Karya Anak Muda Bengkalis
- Peringatan Bagi Direksi, BUMD Kinerja Rendah Siap-siap Diganti
- Dibangunkan Jalan, Warga Desa Api-api, Bengkalis Sampaikan Ucapan Terima Kasih ke TMMD
- Jumat Berkah, Srikandi Masuri Tebar Ratusan Nasi Kotak di Duri
- Dimakamkan di TPM, Prajurit TNI Warga Pekanbaru Gugur dalam Tugas PBB di Kongo
- Pemadaman Dikerahkan 3 Helikopter, Lahan Gambut di Pulau Rupat Terbakar
- Komisi III Minta Bapenda Bengkalis Genjot PAD
- Bupati Kuansing Bagikan Benih Padi dan Pupuk Gratis ke Masyarakat
- Jubir GT Covid - 19 Kuansing Jelaskan Dua Macam Rapid Test


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com