Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 13 Agustus 2020 12:56
Tolak RUU Cipta Kerja, KSBSI Demo di DPRD Riau

Kamis, 13 Agustus 2020 09:43
Sekwan Akui Sedang Proses Syahroni Tua untuk PAW Almarhum Dedet di DPRD Riau

Kamis, 13 Agustus 2020 08:27
PKB Doakan Kasmarni Jadi Bupati Perempuan Pertama di Riau

Kamis, 13 Agustus 2020 08:16
Bupati Kuansing Tinjau Pembangunan Masjid Nurhidayah Desa Pauh Angit

Rabu, 12 Agustus 2020 21:30
Tim Lapfor Pekanbaru Selidiki Penyebab Kebakaran HPBB Telkom

Rabu, 12 Agustus 2020 20:10
Ubah Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI – Unilak Berdayakan Bank Sampah di Riau

Rabu, 12 Agustus 2020 18:30
Bertambah 32, Dua Warga Jabar dan Sumsel Terkonfirmasi Covid-19 di Riau

Rabu, 12 Agustus 2020 17:19
Alhamdulillah, 34.529 KK dan 209 Anak Panti di Bengkalis Terima BST Tahap II dan III

Rabu, 12 Agustus 2020 17:11
Dewan Minta Pemko Pekanbaru Garap PAD Pajak yang Belum Optimal

Rabu, 12 Agustus 2020 16:51
Kadiskominfotik Riau Ajak Masyarakat Gunakan Internet Dengan Bijak dan Sehat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 1 Juli 2020 21:14
Tuntut Transparansi Anggaran UKT, Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Rektorat UIN Suska Riau

Mahasiswa UIN Suska Riau tuntut transparasi anggaran uang kuliah tunggal. Aksi dilakukan di depan rektorat.

Riauterkini - PEKANBARU - Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menggelar aksi di depan Gedung Rektorat UIN Suska Riau, Rabu (01/07). Aksi yang telah berlangsung sejak Selasa (30/06) kemarin itu terdapat tiga point yang disampaikan oleh mahasiswa, salah satunya yakni menuntut transparansi anggaran dana Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Aksi ini disebutkan Ketua Senat Mahasiswa yang baru saja dicopot SKnya oleh Rektor UIN Suska, Dewi Sari, merupakan buntut dari di keluarkanya Surat Keputusan Rektor no.1009/R/2020 tentang Mekanisme Peringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Suska Riau dampak mewabahnya Covid-19. Ia menilai keputusan rektor tersebut tidak berpihak kepada mahasiswa.

"Sebelum aksi ini kita dari mahasiswa telah melayangkan surat audiensi atas nama lembaga yang berlegalitas yakni Sema UIN Riau, sebab selama ini audiensi yang tidak mencantumkan lembaga legalitas tidak mendapat tanggapan dari rektor atau dinyatakan tidak resmi. Namun tidak diindahkan dengan alasan Pekanbaru zona merah. Kemudian kita kembali ajukan surat audiensi secara virtual dengan langkah administratif. Tapi tidak juga mendapatkan respon dari pihak Universitas. Lantaran tidak ada tanggapan setelah dua kali upaya untuk audiensi gagal, maka kita turun aksi dan menyampaikan aspirasi secara langsung," bebernya

Hari pertama aksi, yakni Selasa (30/06) kemarin sekitar pihaknya juga tidak mendapatkan respon dari pihak universitas, sehingga memaksa mereka untuk menginap di depan gedung Rektorat universitas itu.

"Kita kemarin sempat dijumpai oleh D3 dan WR tapi tidak mendapatkan hasil. Sebab mutlak keputusan dari rektor," katanya

Lebih rinci dikatakannya, dalam aksi yang diikuti sekitar 15 orang mahasiswa ini, pihaknya menuntut tiga point yakni transparansi anggaran kampus, pemangkasan UKT sebesar 15 persen untuk seluruh mahasiswa dan 50 persen untuk mahasiswa yang telah semester akhir, terakhir yakni memberikan fasilitas kuliah daring berupa kuota internet 30GB setiap bulan dan SOP kuliah daring.

"Selama 4 bulan kita tidak diberikan fasilitas untuk mengikuti perkuliahan. Dimana justru dosen memerintahkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas dengan mangupload ke Youtube, classroom, zoom, email dan sebagainya. Untuk ini semua kita butuh paket data yang lebih besar lagi. Dan tentu ini menjadi beban bagi rekan kita yang tidak memiliki smartphone," terangnya.

" Kita juga butuh SOP misalnya perkuliahan hanya dilakukan lewat dua aplikasi misalnya hanya WA Group atau Clas Room saja, dan sebagainya," tambahnya.

Dikatakan Dewi hingga saat ini pihaknya juga belum mendapatkan jawaban dari universitas. Malahan katanya, Ia mendapat informasi bahwa Rektor masih bersikukuh dengan keputisannya tersebut.

"Kita tidak akan pulang sebelum mendapat jawaban. Tadi kita juga gelar aksi dengan membakar ban dan di depan Gedung Rektorat. Bahkan malam ini kita kembali gelar tenda untuk menginap di sini," tuturnya.

Sementara, jika aksi ini tidak mendapat jawaban, Dewi mengatakan akan melakukan aksi long march menuju DPRD Riau, Jumat (03/07) nanti.

Sementara, hingga berita ini dibuat, Rektor UIN Suska Akhmad Mujahidin belum dapat dikonfirmasi terkait aksi sejumlah mahasiswa tersebut.*(arl)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Kuansing Tinjau Pembangunan Masjid Nurhidayah Desa Pauh Angit
- Ubah Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI – Unilak Berdayakan Bank Sampah di Riau
- Bertambah 32, Dua Warga Jabar dan Sumsel Terkonfirmasi Covid-19 di Riau
- Alhamdulillah, 34.529 KK dan 209 Anak Panti di Bengkalis Terima BST Tahap II dan III
- Kadiskominfotik Riau Ajak Masyarakat Gunakan Internet Dengan Bijak dan Sehat
- BPJS Kesehatan Relaksasi Ringankan Peserta JKN Bayar Iuran
- DP WA Politisi Gerindra Dihacker, Disulap Jadi Gambar Porno
- Tambah 19, Kasus Covid-19 di Riau Capai 789 Orang
- Biar Ada Efek Jera,
Ketua DPRD Pekanbaru Setuju Pelanggar Protokol Kesehatan Diberi Sanksi Kerja Sosial

- Polsek Pangkalan Lesung dan RPK SLS Berjibaku Lakukan Pendinginan Karlahut
- Hari Kemerdekaan RI, Lapas Bengkalis Usulkan Remisi 851 Warga Binaan
- Ketua TP PKK Riau Bagi-bagi Masker Gratis
- SMP Plus Taruna Persiapkan Sejumlah Kegiatan dan Lomba Isi Peringatan HUT ke-75 RI
- Buka Webinar AMSI, Gubri Sebut Kontribusi Besar Modal Rayu APBN
- Gaji 13 ASN Kuansing Hari Ini Dicairkan
- Membludak, 435 Calon Peserta Daftar Ikut Webinar AMSI Riau
- Diduga Dipersulit Pengurusan Surat Tanah, Taman Pengajian di Rumbai Terkendala
- Bertambah 40, Dua Warga Luar Provinsi Riau Terkonfirmasi Covid-19 di Riau
- BPKAD Bengkalis Segera Lelang 56 Unit Mobnas
- Gubri Bahas Perkebunan dan Penyelesaian Konflik Lahan Bersama DPRD Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com