Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 5 Agustus 2020 20:22
Koordinasi dengan KPU Pelalawan, KPID Riau Siap Sukseskan Pilkada Serentak di 9 Kabupaten Kota

Rabu, 5 Agustus 2020 20:14
Sektor Jasa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Riau

Rabu, 5 Agustus 2020 18:15
Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat

Rabu, 5 Agustus 2020 18:01
Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak

Rabu, 5 Agustus 2020 15:29
Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang

Rabu, 5 Agustus 2020 15:25
Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga

Rabu, 5 Agustus 2020 14:08
Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring

Rabu, 5 Agustus 2020 14:04
Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul

Rabu, 5 Agustus 2020 13:58
Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis


Rabu, 5 Agustus 2020 13:38
Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 2 Juli 2020 11:10
Pandemi Covid-19, Program DMPA Arara Abadi Pertahankan Produksi Panen Petani Cabai di Talang Muandau, Bengkalis

Petani cabai di Desa Penaso dapat tersenyum karena berhasil menjaga produktifitas panen meskipun pandemi covid-19. Kesuksesan Program DMPA Arara Abadi yang dijalankan sejak 2018 silam.

Riauterkini-BENGKALIS- Pandemi virus corona atau covid-19 yang turut berimbas pada industri pertanian tidak menyurutkan semangat para petani cabai di Desa Kuala Penaso, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Didukung bantuan modal serta pendampingan melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari PT. Arara Abadi, unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, mereka dapat tetap melakukan panen raya minggu akhir Juni 2020 lalu, sembari berkontribusi melandaikan kurva pandemi di sekitar desa mereka, terlepas dari berbagai tantangan yang ada.

Menurut Untung, salah satu Petani Suku Sakai di desa tersebut, mengakui bahwa dengan adanya bantuan program DMPA pada masa pandemi ini sangat meringankan beban mereka.

“Saya bisa bertani cabai tanpa banyak modal pribadi karena program Desa Makmur Peduli Api memberikan kami satu hektar lahan untuk bertani, bibit cabai, pupuk, mulsa plastik, dan obat-obatan untuk tanaman. Berkat bantuan tersebut, kami dapat melalui berbagai tantangan, seperti musim kemarau, serangan hama, atau permintaan pasar yang tak menentu di masa pandemi, dan tetap berhasil menyambut panen raya,” ujar Untung.

DMPA merupakan program pemberdayaan komunitas oleh APP Sinar Mas melalui unit bisnisnya. Di Desa Kuala Penaso, program tersebut dijalankan oleh PT. Arara Abadi sejak tahun 2018 dan diawali dengan pemberian bibit cabai serta tanah seluas satu hektar. Hubungan baik PT Arara Abadi dengan warga Desa Penaso sudah terjalin sejak 10 tahun lalu, antara lain lewat kerja sama dalam mengembangkan area tanaman kehidupan untuk budidaya ubi manggalo serta usaha mencegah kebakaran hutan.

“Kami sangat berterima kasih atas adanya program DMPA karena selain membantu meningkatkan kesejahteraan para petani kami, kami juga bisa lebih efektif mencegah dan mengatasi kebakaran. Kami diberikan mesin pemadam api yang dapat dengan mudah kami operasikan apabila terdapat titik api saat musim kemarau. Harapan saya, PT Arara Abadi dapat memperluas program ini ke desa-desa sekitar karena akan sangat bermanfaat,” ujar Kepala Adat Batin Penaso, Bosniar.

Di masa pandemi ini, masyarakat Desa Kuala Penaso juga sangat aktif dalam melakukan pencegahan penularan virus covid-19. Karena lokasi Desa Kuala Penaso yang strategis, yakni sebagai titik pertemuan dengan lima desa lainnya di Kabupaten Bengkalis, para warga desa ini pun berinisiatif untuk menyosialisasikan kembali informasi tentang pencegahan transmisi virus COVID-19 yang mereka dapatkan saat sosialisasi DMPA kepada seluruh warga yang melewati Desa Kuala Penaso.

Warga pun mendirikan posko-posko pengecekan suhu badan di setiap titik keluar-masuk desa, serta menyediakan sejumlah tempat mencuci tangan, khususnya untuk warga yang baru saja berbelanja di pasar.

“Salah satu tujuan program DMPA PT AA-APP Sinar Mas adalah membantu perekonominan dan menyejahterakan masyarakat di sekitar area konsesi perusahaan, agar masyarakat disamping meningkatkan perekonomian mereka melalui usaha pertanian, sekaligus bersama-sama menjaga lingkungan dari praktik dan bahaya kebakaran, demikian Jos Rinaldi sebagai Kepala Program DMPA PT Arara Abadi menyampaikan.

“Dalam implementasi Program DMPA disetiap desa yang berbatasan dengan konsesi perusahaan, Program tersebut dipilih sendiri oleh masyarakat melalui Kegiatan FGD (Forum Group Discution) yang membentuk beberapa kelompok, diantaranya, Kelompok Peternakan, Pertanian/holtikultura, Perikanan dan UKM, Perusahaan dalam hal ini menjalankan berbagai program, dimulai dari program, edukasi dan pendampingan, memberikan bantuan modal, serta pemasarannya.

"Termasuk di dalamnya yakni mengidentifikasi serta membantu mengembangkan peluang usaha di desa tersebut. Misalnya, budidaya cabai di Desa Kuala Penaso ini, sebagai bahan pangan yang relatif konsisten dan diminati pasar. Tak hanya itu, di masa-masa menantang seperti pandemi ini, kami pun ingin membantu warga DMPA agar tetap produktif, sekaligus aman dari risiko penularan,” lanjut Jos.

Selain Desa Kuala Penaso, program DMPA di Kabupaten Bengkalis, Riau juga turut melibatkan masyarakat Suku Sakai yang berada di Desa Beringin. PT Arara Abadi, sebagai pembina program DMPA di desa tersebut, telah memberikan bantuan awal berupa delapan ekor sapi, yang saat ini telah berkembang menjadi 15 ekor sapi.

Perusahaan juga memberikan alat penangkap ikan kepada warga desa tersebut yang ingin memulai mata pencaharian baru sebagai nelayan, termasuk baru-baru ini merealisasikan bantuan untuk masyarakat Suku Sakai Batin Beringin berupa 3.000 Bubu (penangkap) belut untuk 30 KK masyarakat Suku Sakai, serta bantuan permodalan UKM kepada kaum ibu-ibu Suku Sakai untuk kerajinan anyaman tikar pandan.***(dik/rls)

Foto : Petani cabai di Desa Kuala Penaso, Kecamatan Talang Muandau binaan Program DMPA Arara Abadi sukses pertahankan produktifitas panen.

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat
- Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak
- Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga
- Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan
- Tambah 71, Kasus Covid-19 di Riau Meledak Lagi
- Ops Patuh Lancang Kuning, Pengendara Tertib Dapat Hadiah Dari Satlantas Pelalawan
- Dorong Partisipasi Masyarakat, Bawaslu Bengkalis Rencanakan Jalin Kerja Sama Pengawasan
- Disdik Bengkalis Ingatkan Pengadaan Baju Seragam Tidak Dibenarkan di Sekolah
- Pekerjaan Oferlay Aspal Dinas PUPR Pekanbaru Diduga Terlalu Tipis
- Dihadiri Wagubri, ASN dan THL Ikuti Swab Massal
- Dari Ruang Isolasi Pasien Corona Ibnu Mas'ud Ajak Serius Ikuti Prokes
- BLT Covid - 19 Kabupaten Kuansing Segera Disalurkan 
- Hasil Tracking, 7 Warga Pelalawan Ketularan Corona dari MR
- Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai
- Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat
- Bertambah 50, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak dari Rohil
- Bapenda Pekanbaru Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban
- 21 Warga Positif Covid 19, Polilklinik Rawat Jalan RSUD Rohil Tutup Sementara
- Pengunduran Diri Kepsek SMPN Ditolak Pemkab Inhu
- Nostalgia Pewarta, Bagus Santoso Sambangi PWI Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com