Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 14 Agustus 2020 21:42
Penyaluran BLT Covid - 19 di Duri, Bengkalis, Nama Puluhan Warga Duri Timur Hilang

Jum’at, 14 Agustus 2020 20:11
Lima Sekawan Pelaku Penculikan dan Penyekapan di Pekanbaru Digulung Polisi

Jum’at, 14 Agustus 2020 19:23
Terdampak Covid-19, Dewan Minta Pemko Pekanbaru Beri Stimulus Pelaku UMKM

Jum’at, 14 Agustus 2020 18:30
Tambah 29, 18 Kasus Terkonfirmasi Covid-19 dari Kuansing

Jum’at, 14 Agustus 2020 17:35
Alasan Minjam, Pria Setengah Abad di Bathin Solapan Malah Larikan Empat Sepeda Motor

Jum’at, 14 Agustus 2020 17:28
Kapolda-Bawaslu Riau Resmikan Jaga Pemilu

Jum’at, 14 Agustus 2020 16:22
Layani Masyarakat Satpas Polresta Pekanbaru Kenakan Kostum Pahlawan

Jum’at, 14 Agustus 2020 16:17
Program Kemitraan Pinky, Pertamina Bantu Bangkitkan UMKM Indonesia

Jum’at, 14 Agustus 2020 16:12
Bawaslu Bengkalis Ingatkan Netralitas Kades dan ASN di Pilkada 2020

Jum’at, 14 Agustus 2020 13:43
Lagi, DPRD Riau di Demo, Ratusan Buruh Tolak RUU Cipta Kerja dan Kenaikan BPJS



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 3 Juli 2020 07:53
Jubir GT Covid - 19 Kuansing Jelaskan Dua Macam Rapid Test

Agar tidak disalah-pahami, Jubir GT Covid-19 Kuansing menjelaskan dua jenis rapid test.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - dr. Amelia Nasrin, Jubir Gugus Tugas Covid - 19 Kuansing menjelaskan tentang 2 macam Rapid test.

Pertama Rapid test antibodi, spesimen yang diperlukan untuk pemeriksaan ini adalah darah.

Kedua Rapid test antigen, spesimen yang diperlukan untuk pemeriksaan ini adalah swab orofaring atau swab nasofaring.

Menurutnya, Rapid test antibodi atau rapid test antigen selama ini digunakan pada orang yang telah kontak dengan pasien konfirmasi Covid -19.

Namun, rapid test antibodi dan atau rapid test antigen dapat juga digunakan untuk mendeteksi kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasa (PDP) di wilayah yang tidak mempunyai fasilitas pemeriksaan Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tidak mempunyai media pengambilan spesimen (Swab dan VTM).

Ia menjelaskan perlu menjadi pemahaman bersama, pemeriksaan rapid test antibodi dan atau rapid test antigen hanya merupakan screening awal.

"Jadi, hasil pemeriksaan rapid test antibodi atau rapid test antigen harus tetap dikonfirmasi dengan menggunakan RT-PCR," jelasnya.

Ia menerangkan alur pemeriksaan rapid test antibodi ini, jika rapid test non reaktif diarahkan untuk melakukan isolasi diri maka selama isolasi ada gejala memberat, disarankan segera ke fasilitas layanan kesehatan.

Akan tetapi menurutnya jika tidak muncul peningkatan gejala, 10 hari kemudian ulang rapid test, setelah rapid test ulang ternyata non reaktif, sakit yang diderita bukan Covid - 19.

Sedangkan jika reaktif  di lanjutkan dengan tes PCR/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut, apabila hasil tes itu negatif, sakit bukan lah Covid - 19. Tapi bila positif berarti itu menurutnya terinfeksi Covid - 19.

Kemudian alur pemeriksaan menggunakan rapid test antigen. Menurutnya Jika non reaktif diarahkan untuk melakukan isolasi diri. Apabila selama isolasi tidak muncul gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam 10 hari, lakukan rapid test antibodi (10 hari kemudian).

Apabila hasilnya kata dr. Amelia Nasrin, non reaktif, sakit bukan Covid - 19. Sedangkan jika hasilnya reaktif harus periksa  PCR Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut).

"Jika selama isolasi, gejala ISPA muncul kurang dari 10 hari, diarahkan untuk rapid tes antigen ulang. Kalau hasilnya non reaktif diarahkan untuk rapid test antibodi 10 hari kemudian," terangnya.

Dan apabila reaktif, maka katanya harus tes PCR Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut). Jika hasil tes itu negatif, maka sakit yang dialami bukan lah Covid - 19. Jika positif, berarti terkonfirmasi Covid - 19.* (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Penyaluran BLT Covid - 19 di Duri, Bengkalis, Nama Puluhan Warga Duri Timur Hilang
- Terdampak Covid-19, Dewan Minta Pemko Pekanbaru Beri Stimulus Pelaku UMKM
- Tambah 29, 18 Kasus Terkonfirmasi Covid-19 dari Kuansing
- Layani Masyarakat Satpas Polresta Pekanbaru Kenakan Kostum Pahlawan
- Program Kemitraan Pinky, Pertamina Bantu Bangkitkan UMKM Indonesia
- Bawaslu Bengkalis Ingatkan Netralitas Kades dan ASN di Pilkada 2020
- Lagi, DPRD Riau di Demo, Ratusan Buruh Tolak RUU Cipta Kerja dan Kenaikan BPJS
- Disidang Paripurna Bupati Kuansing Sampaikan Capaian WTP
- Tambah 68, Kasus Covid-19 di Riau Kembali Meledak
- Rencanakan Bom Bunuh Diri, 5 Teroris Diringkus di Kampar
- Bupati Kuansing Tinjau Pembangunan Masjid Nurhidayah Desa Pauh Angit
- Ubah Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI – Unilak Berdayakan Bank Sampah di Riau
- Bertambah 32, Dua Warga Jabar dan Sumsel Terkonfirmasi Covid-19 di Riau
- Alhamdulillah, 34.529 KK dan 209 Anak Panti di Bengkalis Terima BST Tahap II dan III
- Kadiskominfotik Riau Ajak Masyarakat Gunakan Internet Dengan Bijak dan Sehat
- BPJS Kesehatan Relaksasi Ringankan Peserta JKN Bayar Iuran
- DP WA Politisi Gerindra Dihacker, Disulap Jadi Gambar Porno
- Tambah 19, Kasus Covid-19 di Riau Capai 789 Orang
- Biar Ada Efek Jera,
Ketua DPRD Pekanbaru Setuju Pelanggar Protokol Kesehatan Diberi Sanksi Kerja Sosial

- Polsek Pangkalan Lesung dan RPK SLS Berjibaku Lakukan Pendinginan Karlahut


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com