Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 13 Agustus 2020 12:56
Tolak RUU Cipta Kerja, KSBSI Demo di DPRD Riau

Kamis, 13 Agustus 2020 09:43
Sekwan Akui Sedang Proses Syahroni Tua untuk PAW Almarhum Dedet di DPRD Riau

Kamis, 13 Agustus 2020 08:27
PKB Doakan Kasmarni Jadi Bupati Perempuan Pertama di Riau

Kamis, 13 Agustus 2020 08:16
Bupati Kuansing Tinjau Pembangunan Masjid Nurhidayah Desa Pauh Angit

Rabu, 12 Agustus 2020 21:30
Tim Lapfor Pekanbaru Selidiki Penyebab Kebakaran HPBB Telkom

Rabu, 12 Agustus 2020 20:10
Ubah Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI – Unilak Berdayakan Bank Sampah di Riau

Rabu, 12 Agustus 2020 18:30
Bertambah 32, Dua Warga Jabar dan Sumsel Terkonfirmasi Covid-19 di Riau

Rabu, 12 Agustus 2020 17:19
Alhamdulillah, 34.529 KK dan 209 Anak Panti di Bengkalis Terima BST Tahap II dan III

Rabu, 12 Agustus 2020 17:11
Dewan Minta Pemko Pekanbaru Garap PAD Pajak yang Belum Optimal

Rabu, 12 Agustus 2020 16:51
Kadiskominfotik Riau Ajak Masyarakat Gunakan Internet Dengan Bijak dan Sehat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 3 Juli 2020 07:53
Jubir GT Covid - 19 Kuansing Jelaskan Dua Macam Rapid Test

Agar tidak disalah-pahami, Jubir GT Covid-19 Kuansing menjelaskan dua jenis rapid test.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - dr. Amelia Nasrin, Jubir Gugus Tugas Covid - 19 Kuansing menjelaskan tentang 2 macam Rapid test.

Pertama Rapid test antibodi, spesimen yang diperlukan untuk pemeriksaan ini adalah darah.

Kedua Rapid test antigen, spesimen yang diperlukan untuk pemeriksaan ini adalah swab orofaring atau swab nasofaring.

Menurutnya, Rapid test antibodi atau rapid test antigen selama ini digunakan pada orang yang telah kontak dengan pasien konfirmasi Covid -19.

Namun, rapid test antibodi dan atau rapid test antigen dapat juga digunakan untuk mendeteksi kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasa (PDP) di wilayah yang tidak mempunyai fasilitas pemeriksaan Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tidak mempunyai media pengambilan spesimen (Swab dan VTM).

Ia menjelaskan perlu menjadi pemahaman bersama, pemeriksaan rapid test antibodi dan atau rapid test antigen hanya merupakan screening awal.

"Jadi, hasil pemeriksaan rapid test antibodi atau rapid test antigen harus tetap dikonfirmasi dengan menggunakan RT-PCR," jelasnya.

Ia menerangkan alur pemeriksaan rapid test antibodi ini, jika rapid test non reaktif diarahkan untuk melakukan isolasi diri maka selama isolasi ada gejala memberat, disarankan segera ke fasilitas layanan kesehatan.

Akan tetapi menurutnya jika tidak muncul peningkatan gejala, 10 hari kemudian ulang rapid test, setelah rapid test ulang ternyata non reaktif, sakit yang diderita bukan Covid - 19.

Sedangkan jika reaktif  di lanjutkan dengan tes PCR/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut, apabila hasil tes itu negatif, sakit bukan lah Covid - 19. Tapi bila positif berarti itu menurutnya terinfeksi Covid - 19.

Kemudian alur pemeriksaan menggunakan rapid test antigen. Menurutnya Jika non reaktif diarahkan untuk melakukan isolasi diri. Apabila selama isolasi tidak muncul gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam 10 hari, lakukan rapid test antibodi (10 hari kemudian).

Apabila hasilnya kata dr. Amelia Nasrin, non reaktif, sakit bukan Covid - 19. Sedangkan jika hasilnya reaktif harus periksa  PCR Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut).

"Jika selama isolasi, gejala ISPA muncul kurang dari 10 hari, diarahkan untuk rapid tes antigen ulang. Kalau hasilnya non reaktif diarahkan untuk rapid test antibodi 10 hari kemudian," terangnya.

Dan apabila reaktif, maka katanya harus tes PCR Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut). Jika hasil tes itu negatif, maka sakit yang dialami bukan lah Covid - 19. Jika positif, berarti terkonfirmasi Covid - 19.* (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Kuansing Tinjau Pembangunan Masjid Nurhidayah Desa Pauh Angit
- Ubah Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI – Unilak Berdayakan Bank Sampah di Riau
- Bertambah 32, Dua Warga Jabar dan Sumsel Terkonfirmasi Covid-19 di Riau
- Alhamdulillah, 34.529 KK dan 209 Anak Panti di Bengkalis Terima BST Tahap II dan III
- Kadiskominfotik Riau Ajak Masyarakat Gunakan Internet Dengan Bijak dan Sehat
- BPJS Kesehatan Relaksasi Ringankan Peserta JKN Bayar Iuran
- DP WA Politisi Gerindra Dihacker, Disulap Jadi Gambar Porno
- Tambah 19, Kasus Covid-19 di Riau Capai 789 Orang
- Biar Ada Efek Jera,
Ketua DPRD Pekanbaru Setuju Pelanggar Protokol Kesehatan Diberi Sanksi Kerja Sosial

- Polsek Pangkalan Lesung dan RPK SLS Berjibaku Lakukan Pendinginan Karlahut
- Hari Kemerdekaan RI, Lapas Bengkalis Usulkan Remisi 851 Warga Binaan
- Ketua TP PKK Riau Bagi-bagi Masker Gratis
- SMP Plus Taruna Persiapkan Sejumlah Kegiatan dan Lomba Isi Peringatan HUT ke-75 RI
- Buka Webinar AMSI, Gubri Sebut Kontribusi Besar Modal Rayu APBN
- Gaji 13 ASN Kuansing Hari Ini Dicairkan
- Membludak, 435 Calon Peserta Daftar Ikut Webinar AMSI Riau
- Diduga Dipersulit Pengurusan Surat Tanah, Taman Pengajian di Rumbai Terkendala
- Bertambah 40, Dua Warga Luar Provinsi Riau Terkonfirmasi Covid-19 di Riau
- BPKAD Bengkalis Segera Lelang 56 Unit Mobnas
- Gubri Bahas Perkebunan dan Penyelesaian Konflik Lahan Bersama DPRD Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com