Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 9 Agustus 2020 13:15
Dapat Dana BOSDA Riau, Gubri Minta Sekolah Swasta tak Pungut Uang SPP.

Ahad, 9 Agustus 2020 11:44
Paripurna HUT ke-63 Riau, Gubri Ajak Perkuat Ketahanan Ekonomi

Sabtu, 8 Agustus 2020 19:07
Penderita Gizi Buruk di Pekanbaru Capai 1.248 Kasus, DPRD: Harusnya Ini Tidak Terjadi

Sabtu, 8 Agustus 2020 19:06
Tambahan 50 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak Siak dan Pekanbaru

Sabtu, 8 Agustus 2020 16:27
Syahrul Aidi Tunjukkan Abrasi Terparah di Inhu-Kuansing ke Kepala Balai Sungai KemenPUPR

Sabtu, 8 Agustus 2020 16:26
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lurah Talang Mandi Serahkan Alat Penyemprot dan Disinfektan

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:20
Musda V, Golkar Kuansing Buka Pendaftaran Calon Ketua

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:17
Direkomendasi Partai Demokrat, Irjen Pol Wahyu Adi Siap Maju di Pilkada Inhu

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:13
Pemkab Inhil Serahkan 4500 Sertifikat Tanah

Sabtu, 8 Agustus 2020 11:23
Simpan di Celana Dalam, Polisi Ringkus Jaringan Pengedar Sabu di Pinggir



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 3 Juli 2020 07:53
Jubir GT Covid - 19 Kuansing Jelaskan Dua Macam Rapid Test

Agar tidak disalah-pahami, Jubir GT Covid-19 Kuansing menjelaskan dua jenis rapid test.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - dr. Amelia Nasrin, Jubir Gugus Tugas Covid - 19 Kuansing menjelaskan tentang 2 macam Rapid test.

Pertama Rapid test antibodi, spesimen yang diperlukan untuk pemeriksaan ini adalah darah.

Kedua Rapid test antigen, spesimen yang diperlukan untuk pemeriksaan ini adalah swab orofaring atau swab nasofaring.

Menurutnya, Rapid test antibodi atau rapid test antigen selama ini digunakan pada orang yang telah kontak dengan pasien konfirmasi Covid -19.

Namun, rapid test antibodi dan atau rapid test antigen dapat juga digunakan untuk mendeteksi kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasa (PDP) di wilayah yang tidak mempunyai fasilitas pemeriksaan Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tidak mempunyai media pengambilan spesimen (Swab dan VTM).

Ia menjelaskan perlu menjadi pemahaman bersama, pemeriksaan rapid test antibodi dan atau rapid test antigen hanya merupakan screening awal.

"Jadi, hasil pemeriksaan rapid test antibodi atau rapid test antigen harus tetap dikonfirmasi dengan menggunakan RT-PCR," jelasnya.

Ia menerangkan alur pemeriksaan rapid test antibodi ini, jika rapid test non reaktif diarahkan untuk melakukan isolasi diri maka selama isolasi ada gejala memberat, disarankan segera ke fasilitas layanan kesehatan.

Akan tetapi menurutnya jika tidak muncul peningkatan gejala, 10 hari kemudian ulang rapid test, setelah rapid test ulang ternyata non reaktif, sakit yang diderita bukan Covid - 19.

Sedangkan jika reaktif  di lanjutkan dengan tes PCR/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut, apabila hasil tes itu negatif, sakit bukan lah Covid - 19. Tapi bila positif berarti itu menurutnya terinfeksi Covid - 19.

Kemudian alur pemeriksaan menggunakan rapid test antigen. Menurutnya Jika non reaktif diarahkan untuk melakukan isolasi diri. Apabila selama isolasi tidak muncul gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam 10 hari, lakukan rapid test antibodi (10 hari kemudian).

Apabila hasilnya kata dr. Amelia Nasrin, non reaktif, sakit bukan Covid - 19. Sedangkan jika hasilnya reaktif harus periksa  PCR Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut).

"Jika selama isolasi, gejala ISPA muncul kurang dari 10 hari, diarahkan untuk rapid tes antigen ulang. Kalau hasilnya non reaktif diarahkan untuk rapid test antibodi 10 hari kemudian," terangnya.

Dan apabila reaktif, maka katanya harus tes PCR Swab/Sputum 2 kali (2 hari berturut-turut). Jika hasil tes itu negatif, maka sakit yang dialami bukan lah Covid - 19. Jika positif, berarti terkonfirmasi Covid - 19.* (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Paripurna HUT ke-63 Riau, Gubri Ajak Perkuat Ketahanan Ekonomi
- Tambahan 50 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak Siak dan Pekanbaru
- Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lurah Talang Mandi Serahkan Alat Penyemprot dan Disinfektan
- Pemkab Inhil Serahkan 4500 Sertifikat Tanah
- Sempena HUT ke-63 Riau, AMSI Taja Webinar Merayu APBN
- Operasi Patuh 2020, Satlantas Bengkalis Tilang 194 Pelanggaran
- Bupati Kuansing Terima Penghargaan Dari BPS RI Atas Capaian SPO
- Tambah 15, Siak Masih Terbanyak Kasus Terkonfirmasi Covid-19
- Selain Pendakwah, UAS Juga Penyair
- Didampingi Rektor UMRI, Ketum FERARI Resmi Buka PKPA & UPA di Pekanbaru
- PT Musimas Terus Mungkir Wukudkan KKPA dengan Warga Desa Pesaguan
- Portal Mereng di Jembatan Leighton Sudah Diperbaiki
- Tes Swab Massal Dua Hari Capai Target Kecuali Donor Darah
- Bengkalis Bakal Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19
- Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat
- Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak
- Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga
- Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan
- Tambah 71, Kasus Covid-19 di Riau Meledak Lagi
- Ops Patuh Lancang Kuning, Pengendara Tertib Dapat Hadiah Dari Satlantas Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com