Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Agustus 2020 15:11
BNNP Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dan 10.000 Butir Ekstasi

Senin, 10 Agustus 2020 15:08
Gubri Bahas Perkebunan dan Penyelesaian Konflik Lahan Bersama DPRD Riau

Senin, 10 Agustus 2020 14:37
Gondol 430 Meter, Komplotan Maling Pipa Minyak CPI Diringkus Polres Bengkalis

Senin, 10 Agustus 2020 14:02
Waspada COVID-19, Pemko Pekanbaru Gelar Razia Masker

Senin, 10 Agustus 2020 13:59
DR. Yudi Krismen SH MH, Beri Materi Penutup pada PKPA Ferari Riau

Senin, 10 Agustus 2020 13:53
Human Error Sebabkan Empat Mobil Tabrakan Beruntun di Tugu Zapin Pekanbaru

Senin, 10 Agustus 2020 13:22
Pemprov Usulkan Plt Bupati Bengkalis ke Kemendagri

Senin, 10 Agustus 2020 11:26
Melalui Program CD-CSR,
PT Musim Mas Serahkan Bantuan Program Kampung Iklim di Desa Air Emas Pelalawan


Senin, 10 Agustus 2020 10:59
Waspada, Kasus Tanpa Gejala Meningkatkan

Senin, 10 Agustus 2020 10:49
Syamsuar Buka Musda, Andi Putra Kembali Pimpin Golkar Kuansing



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 6 Juli 2020 18:56
Enam Tahun Berjalan, FFVP Berhasil Kurangi Karhutla 750 Ribu Hektar

APRIL berhasil kurangi Karehutla melalui program desa bebas api atau FFVP. Selama enam tahun berjalan, 750 ribu hektar Karhutla dapat dikurangi.

Riauterkini- Pelalawan- Upaya menekan jumlah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau yang dilakukan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) melalui Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP) cukup berhasil mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya yang dihasilkan dari kebakaran.

Selama enam tahun program ini berjalan, terbukti mengurangi karhutla di 750 ribu hektar lahan yang berada di tiga kabupaten, yakni Pelalawan, Siak, dan Kepualauan Meranti.

Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari APRIL GRup, Mulia Nauli mengatakan pengurangan tersebut bisa dicapai atas kerjasama semua pihak, baik dari pemerintah, dunia usaha dan tentu saja masyarakat untuk keberhasilan ini.

RAPP juga menggandeng pemuka agama setempat seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Umat Beragama serta sejumlah LSM dan kelompok pecinta lingkungan sebagai mitra, seperti Yayasan Laskar Alam, Kelompok Pecinta Lingkungan (KPL), dan Perkumpulan Tapak.Selain itu, sosialiasasi juga dilakukan kepada siswa, mulai dari ditingkat dasar dan menengah.

“Kita semua memiliki peranan penting dalam melakukan upaya pencegahan karhutla. Bersama-sama kita harus melindungi dan menjaga tempat dimana kita tinggal, beraktifitas dan dimana keluarga kita bertumbuh. Berbagai macam cara dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh unsur masyarakat, mulai dari sosialisasi secara langsung, melalui komik untuk siswa sekolah, dan melalui film,” tutur Mulia.

Mulia menjelaskan pilot project program ini dimulai pada tahun 2014, empat desa tercatat sebagai peserta. Tahun 2015 jumlah desa peserta FFVP melonjak menjadi 18 desa. Kemudian pada tahun 2017 dan 2018 program tersebut diikuti masing-masing oleh 18 desa dan Sembilan desa. Tahun 2019 RAPP kembali melakukan MoU dengan sembilan desa yang berada di wilayah operasional perusahaan sehingga total peserta FFVP sudah mencapai 79 desa.

“Tahun 2020 ini ada 30 desa di Kabupaten Siak, Pelalawan dan Kepulauan Meranti. Program tidak hanya berfokus pada penekanan jumlah karhutla, tetapi juga menngombinasikan aspek pemberdayaan melalui FFVP. Masyarakat di desa yang tergabung dalam FFVP, didukung untuk membuka lahan tanpa bakar dan mengelola lahan dengan metode bertani degan baik. Hal ini dilakukan sebagai altenatif sumber penghasilan keluarga sehingga mereka bisa mencapai kesejahteraan secara sosial dan ekonomi melalui praktik yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” jelas Mulia.

Program ini memiliki 5 elemen utama yaitu penghargaan kepada desa yang tidak terjadi kebakaran selama 3 bulan, keterlibatan crew leader untuk mendukung pencegahan kebakaran, memberikan bantuan pembukaan lahan melalui peralatan pertanian, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar serta pemantauan kualitas udara melalui perangkat PM10 di 7 desa. ( Cho)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Gubri Bahas Perkebunan dan Penyelesaian Konflik Lahan Bersama DPRD Riau
- Waspada COVID-19, Pemko Pekanbaru Gelar Razia Masker
- Pemprov Usulkan Plt Bupati Bengkalis ke Kemendagri
- Waspada, Kasus Tanpa Gejala Meningkatkan
- Terlantar di Duri, TRC PPAI dan Srikandi Masuri Selamatkan Wanita Diduga ODGJ ke Rohul
- Paripurna HUT ke 63 Riau, 8 Orang Anggota DPRD tak Hadir
- Razia Hotel Melati, Dewan Dukung Kerja Satpol PP Pekanbaru
- Paripurna HUT ke-63 Riau, Gubri Ajak Perkuat Ketahanan Ekonomi
- Tambahan 50 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak Siak dan Pekanbaru
- Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lurah Talang Mandi Serahkan Alat Penyemprot dan Disinfektan
- Pemkab Inhil Serahkan 4500 Sertifikat Tanah
- Sempena HUT ke-63 Riau, AMSI Taja Webinar Merayu APBN
- Operasi Patuh 2020, Satlantas Bengkalis Tilang 194 Pelanggaran
- Bupati Kuansing Terima Penghargaan Dari BPS RI Atas Capaian SPO
- Tambah 15, Siak Masih Terbanyak Kasus Terkonfirmasi Covid-19
- Selain Pendakwah, UAS Juga Penyair
- Didampingi Rektor UMRI, Ketum FERARI Resmi Buka PKPA & UPA di Pekanbaru
- PT Musimas Terus Mungkir Wukudkan KKPA dengan Warga Desa Pesaguan
- Portal Mereng di Jembatan Leighton Sudah Diperbaiki
- Tes Swab Massal Dua Hari Capai Target Kecuali Donor Darah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com