Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 3 Agustus 2020 21:25
Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai

Senin, 3 Agustus 2020 20:45
Sri Barat Diyakini Berpotensi Sapu Bersih Dukungan Swing Voters di Pilkada Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 20:21
Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat

Senin, 3 Agustus 2020 19:38
Demokrasi di Riau Kategori Level Sedang

Senin, 3 Agustus 2020 19:11
Bertambah 50, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak dari Rohil

Senin, 3 Agustus 2020 18:19
Bapenda Pekanbaru Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban

Senin, 3 Agustus 2020 17:31
21 Warga Positif Covid 19, Polilklinik Rawat Jalan RSUD Rohil Tutup Sementara

Senin, 3 Agustus 2020 17:03
Pengunduran Diri Kepsek SMPN Ditolak Pemkab Inhu

Senin, 3 Agustus 2020 16:18
Nostalgia Pewarta, Bagus Santoso Sambangi PWI Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 15:35
Distan Bengkalis Berkurban Tiga Sapi dan Dua Kambing



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 6 Juli 2020 18:56
Enam Tahun Berjalan, FFVP Berhasil Kurangi Karhutla 750 Ribu Hektar

APRIL berhasil kurangi Karehutla melalui program desa bebas api atau FFVP. Selama enam tahun berjalan, 750 ribu hektar Karhutla dapat dikurangi.

Riauterkini- Pelalawan- Upaya menekan jumlah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau yang dilakukan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) melalui Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP) cukup berhasil mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya yang dihasilkan dari kebakaran.

Selama enam tahun program ini berjalan, terbukti mengurangi karhutla di 750 ribu hektar lahan yang berada di tiga kabupaten, yakni Pelalawan, Siak, dan Kepualauan Meranti.

Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari APRIL GRup, Mulia Nauli mengatakan pengurangan tersebut bisa dicapai atas kerjasama semua pihak, baik dari pemerintah, dunia usaha dan tentu saja masyarakat untuk keberhasilan ini.

RAPP juga menggandeng pemuka agama setempat seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Umat Beragama serta sejumlah LSM dan kelompok pecinta lingkungan sebagai mitra, seperti Yayasan Laskar Alam, Kelompok Pecinta Lingkungan (KPL), dan Perkumpulan Tapak.Selain itu, sosialiasasi juga dilakukan kepada siswa, mulai dari ditingkat dasar dan menengah.

“Kita semua memiliki peranan penting dalam melakukan upaya pencegahan karhutla. Bersama-sama kita harus melindungi dan menjaga tempat dimana kita tinggal, beraktifitas dan dimana keluarga kita bertumbuh. Berbagai macam cara dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh unsur masyarakat, mulai dari sosialisasi secara langsung, melalui komik untuk siswa sekolah, dan melalui film,” tutur Mulia.

Mulia menjelaskan pilot project program ini dimulai pada tahun 2014, empat desa tercatat sebagai peserta. Tahun 2015 jumlah desa peserta FFVP melonjak menjadi 18 desa. Kemudian pada tahun 2017 dan 2018 program tersebut diikuti masing-masing oleh 18 desa dan Sembilan desa. Tahun 2019 RAPP kembali melakukan MoU dengan sembilan desa yang berada di wilayah operasional perusahaan sehingga total peserta FFVP sudah mencapai 79 desa.

“Tahun 2020 ini ada 30 desa di Kabupaten Siak, Pelalawan dan Kepulauan Meranti. Program tidak hanya berfokus pada penekanan jumlah karhutla, tetapi juga menngombinasikan aspek pemberdayaan melalui FFVP. Masyarakat di desa yang tergabung dalam FFVP, didukung untuk membuka lahan tanpa bakar dan mengelola lahan dengan metode bertani degan baik. Hal ini dilakukan sebagai altenatif sumber penghasilan keluarga sehingga mereka bisa mencapai kesejahteraan secara sosial dan ekonomi melalui praktik yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” jelas Mulia.

Program ini memiliki 5 elemen utama yaitu penghargaan kepada desa yang tidak terjadi kebakaran selama 3 bulan, keterlibatan crew leader untuk mendukung pencegahan kebakaran, memberikan bantuan pembukaan lahan melalui peralatan pertanian, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar serta pemantauan kualitas udara melalui perangkat PM10 di 7 desa. ( Cho)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai
- Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat
- Bertambah 50, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak dari Rohil
- Bapenda Pekanbaru Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban
- 21 Warga Positif Covid 19, Polilklinik Rawat Jalan RSUD Rohil Tutup Sementara
- Pengunduran Diri Kepsek SMPN Ditolak Pemkab Inhu
- Nostalgia Pewarta, Bagus Santoso Sambangi PWI Bengkalis
- Distan Bengkalis Berkurban Tiga Sapi dan Dua Kambing
- Walikota Firdaus Pimpin Penyembelihan 44 Sapi Kurban ASN Pemko Pekanbaru
- Dua Karyawan Positif Covid-19, BRK Tutup Sementara
- Pimpinan Dikabarkan Positif Corona, Kantor Kemenag Pelalawan Masih Buka
- 10 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Diantaranya Bayi
- Kerap Dilaporkan Tak Tepat Sasaran, Disdag Bengkalis Petakan dan Evaluasi Pengguna Gas Melon
- Bengkalis Masih Kekurangan Penyuluh Pertanian
- Pimpinan Dikabarkan Positif Corona, Pegawai Kemenag Pelalawan Isolasi Mandiri
- Video dan Photo Orang Bunuh Diri Beredar, Lokasi di Taman Budaya Dekat Pasar Dupa
- Bupati dan Awak Media Kurban Tiga Ekor Kerbau
- KBB Riau Potong Satu Ekor Hewan Kurban
- Idul Adha 1441 H, PKS PCR Duri Sumbangkan Hewan Kurban ke Rumah Ibadah
- Dari Kader dan Aleg, PKS Bengkalis Sembelih Puluhan Hewan Kurban


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com