Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 13 Agustus 2020 22:21
Inovasi Diskominfopers Inhil,
INPAS, Integrasi Bilik Data dan Informasi Menuju 'Kabupaten Informatif'


Kamis, 13 Agustus 2020 20:42
Putusan Inkrah, Kejari Pekanbaru Eksekusi Terpidana Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri

Kamis, 13 Agustus 2020 20:37
Saksi Sebut Eet Jemput Uang PT CGA ke Surabaya

Kamis, 13 Agustus 2020 20:32
Tambah 68, Kasus Covid-19 di Riau Kembali Meledak

Kamis, 13 Agustus 2020 19:04
Rencanakan Bom Bunuh Diri, 5 Teroris Diringkus di Kampar

Kamis, 13 Agustus 2020 18:24
Usut Dugaan Pemerasan oleh Jaksa, KPK Periksa 63 Kepala SMP dari Inhu

Kamis, 13 Agustus 2020 16:49
DPRD Pekanbaru Dorong Pemko Bisa Atur Aktivitas Imigran

Kamis, 13 Agustus 2020 16:48
Pembelajaran Tatap Muka,
Disdik Bengkalis Masih Menunggu Rekomendasi Gugus Tugas


Kamis, 13 Agustus 2020 16:45
Team RSPA Pelalawan Taja Dikmas Lantas Di SMP N 1 Pangkalan Kerinci

Kamis, 13 Agustus 2020 16:34
Warga Kuala Sebatu, Inhil Tangkap Buaya Sepanjang 3 Meter



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Juli 2020 19:01
Lolosnya Pasien Covid-19, Besok Pemprov Riau Panggil Kimia Farma dan Angkasa Pura

Besok Pemprov Riau panggil Kimia Farma dan pihak Angkasa Pura. Yakni terkait lolosnya pasien Covid-19 baru-baru ini.

Riauterkini - PEKANBARU - Hasil rapid test yang dilakukan Kimia Farma di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II berbuntut panjang. Hal ini terkait lolosnya pasien positif Covid-19 dengan inisial Tn ES (56) warga Rokan Hulu tujuan ke Jakarta kemarin.

"Itulah yang mau dibahas (Kimia Farma). Berdasarkan Permenkes nomor 411 tahun 2010 untuk melakukan pemeriksaan harus melalui laboratorium, kalau tidak di rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Selasa (7/7/20).

Menurut Mimi, berdasarkan Informasi didapat, keberadaan Kimia Farma selaku penguji rapid test karena adanya MoU bersama pihak Angkasa Pura di Jakarta, dan kebijakan itu berlaku di daerah.

Tapi kata Mimi, apa pun yang namanya MoU, mestinya dengan daerah harus disinkronkan lagi, sesuai izin yang dikeluarkan daerah. Hal itu perlu dilakukan, apakah sudah sesuai standar pengajian yang ditentukan.

Faktanya, hasil rapid test yang dikeluarkan Kimia Farma terhadap Tn ES berbeda dengan hasil rapid test yang dikeluarkan RSUD Rokan Hulu.

"Apakah akan dievaluasi, besok dirapatkan," ujar Mimi.

Selain Kimia Farma, pihak Angkasa Pura juga akan dipanggil terkait pengujian hasil rapid test oleh Kimia Farma di Bandara SSK II.

"Kita dengar dulu penjelasannya dulu. Kalau tak sesauai aturan, tidak boleh," ungkap Mimi.

Sebelumnya Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Provinsi Riau Indra Yovi, memaparkan bahwa Tn ES yang merupakan warga Kabupaten Rokan Hulu melakukan rapid test pada 3 Juli 2020 di salah satu rumah sakit swasta di Rokan Hulu untuk keperluan perjalanan ke Jakarta dengan hasil reatif. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan swab pertama pada tanggal 3 Juli 2020.

Pada tanggal 4 Juli 2020 dilanjutkan swab kedua di RSUD Rokan Hulu. ES sudah diedukasi untuk melakukan isolasi mandiri di rumah sampai hasil swab keluar. Namun pada tanggal 5 Juli 2020 ES (56) melakukan rapid test mandiri di Bandara SSQ II Pekanbaru dengan hasil non-reatif sehingga ES bisa melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Pada tanggal 6 Juli hasil swab ES dinyatakan Positif. Saat ini ia berada di Jakarta dan Gugus Tugas Covid- 19 Provinsi Riau sudah melakukan komunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19 yang ada di Jakarta. Belum diketahui riwayat penularan Covid-19 ES.

“Pasien positif ini dari Rohul, dan ia sempat dirawat rapid test di RS swasta, dan hasilnya hasilnya reaksi positif. Tapi sebelum hasil swab keluar, pasien ini langsung berangkat, dengan hasil rapid test negatif, di Bandara SSK II Pekanbaru, dan terbang ke Jakarta,” jelas Yovii.

“Rapid test itu kebetulan negatif, bisa saja terjadi rapid positif dan negatif. Tapi kan hasil swabnya keluar, setelah dia berangkat kemarin dan swab keluar hari ini positif. Dia terbang pakai Lion Air, jam 11.30 WIB kemarin, sekarang sudah berada di Bekasi,” pungkas Yovi.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Tambah 68, Kasus Covid-19 di Riau Kembali Meledak
- Rencanakan Bom Bunuh Diri, 5 Teroris Diringkus di Kampar
- Bupati Kuansing Tinjau Pembangunan Masjid Nurhidayah Desa Pauh Angit
- Ubah Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI – Unilak Berdayakan Bank Sampah di Riau
- Bertambah 32, Dua Warga Jabar dan Sumsel Terkonfirmasi Covid-19 di Riau
- Alhamdulillah, 34.529 KK dan 209 Anak Panti di Bengkalis Terima BST Tahap II dan III
- Kadiskominfotik Riau Ajak Masyarakat Gunakan Internet Dengan Bijak dan Sehat
- BPJS Kesehatan Relaksasi Ringankan Peserta JKN Bayar Iuran
- DP WA Politisi Gerindra Dihacker, Disulap Jadi Gambar Porno
- Tambah 19, Kasus Covid-19 di Riau Capai 789 Orang
- Biar Ada Efek Jera,
Ketua DPRD Pekanbaru Setuju Pelanggar Protokol Kesehatan Diberi Sanksi Kerja Sosial

- Polsek Pangkalan Lesung dan RPK SLS Berjibaku Lakukan Pendinginan Karlahut
- Hari Kemerdekaan RI, Lapas Bengkalis Usulkan Remisi 851 Warga Binaan
- Ketua TP PKK Riau Bagi-bagi Masker Gratis
- SMP Plus Taruna Persiapkan Sejumlah Kegiatan dan Lomba Isi Peringatan HUT ke-75 RI
- Buka Webinar AMSI, Gubri Sebut Kontribusi Besar Modal Rayu APBN
- Gaji 13 ASN Kuansing Hari Ini Dicairkan
- Membludak, 435 Calon Peserta Daftar Ikut Webinar AMSI Riau
- Diduga Dipersulit Pengurusan Surat Tanah, Taman Pengajian di Rumbai Terkendala
- Bertambah 40, Dua Warga Luar Provinsi Riau Terkonfirmasi Covid-19 di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com