Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 13 Agustus 2020 22:21
Inovasi Diskominfopers Inhil,
INPAS, Integrasi Bilik Data dan Informasi Menuju 'Kabupaten Informatif'


Kamis, 13 Agustus 2020 20:42
Putusan Inkrah, Kejari Pekanbaru Eksekusi Terpidana Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri

Kamis, 13 Agustus 2020 20:37
Saksi Sebut Eet Jemput Uang PT CGA ke Surabaya

Kamis, 13 Agustus 2020 20:32
Tambah 68, Kasus Covid-19 di Riau Kembali Meledak

Kamis, 13 Agustus 2020 19:04
Rencanakan Bom Bunuh Diri, 5 Teroris Diringkus di Kampar

Kamis, 13 Agustus 2020 18:24
Usut Dugaan Pemerasan oleh Jaksa, KPK Periksa 63 Kepala SMP dari Inhu

Kamis, 13 Agustus 2020 16:49
DPRD Pekanbaru Dorong Pemko Bisa Atur Aktivitas Imigran

Kamis, 13 Agustus 2020 16:48
Pembelajaran Tatap Muka,
Disdik Bengkalis Masih Menunggu Rekomendasi Gugus Tugas


Kamis, 13 Agustus 2020 16:45
Team RSPA Pelalawan Taja Dikmas Lantas Di SMP N 1 Pangkalan Kerinci

Kamis, 13 Agustus 2020 16:34
Warga Kuala Sebatu, Inhil Tangkap Buaya Sepanjang 3 Meter



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Juli 2020 17:27
Diduga Terlibat Karhutla, Jikalahari Laporkan PT Arara Abadi ke Polda

PT Arara Abadi diduga terlibat dalam kasus kebakaran lahan 83 hektar di Merbau, Pelalawan. Jikahari melaporkan perusahaan ke Polda Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Diduga terlibat tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah operasinya, Jikalahari laporkan PT Arara Abadi Distrik Sorek ke Polda Riau. Laporan ini terkait terbakarnya lahan milik perusahaan tersebut seluas 83 hektar di wilayah Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan beberapa waktu lalu.

Okto Yugo selaku Wakil Koordinator Jikalahari menjelaskan mengatakan laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana lingkungan hidup dan kehutanan karena telah melanggar Pasal 98 Ayat (1) UU No 32/2019 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menurutnya, pasal 98 ayat 1 UU no 32/2019 menyatakan setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp 3.000.000.000,00 dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00.

"PT AA sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup merujuk pada PP No 4 Tahun 2001 tentang Pengendalian dan atau Pencemaran lingkungan Hidup yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan," terangnya, Rabu (15/7).

Ditambahkan Okto, berdasarkan hitungan Citra Sentinel 2, luas lahan yang terbakar sejak 28 Juni 2020 itu seluas 83 hektar. Dimana telah merusak gambut dan lingkungan hidup termasuk melebihi baku mutu ambien udara yang merugikan lingkungan hidup senilai Rp 20.6 Miliar.

"Lahan terbakar itu adalah lahan yang siap untuk ditanami akasia. Malah ada beberapa blok yang ditemukan akasia yang telah ditanam dan tidak terbakar," bebernya.

Dengan demikian Jikalahari menduga, perkara karhutla di wilayah itu sengaja dilakukan oleh pihak perusahaan dengan alasan mengurangi baiat operasional.

Dikatakan lagi, kala itu api diklaim pihak PT AS berasal dari lahan masyarakat, namun hasil pengamatan Jikalahari jarak lokasi kebun masyarakat dengan lokasi kebakaran mencapai 680 meter. Malah tidak ada penghubung api. "Tidak mungkin apinya sampai ke lahan PT AA jika awal api berada di lahan milik warga," tuturnya.

Menurut Okto, dugaan tersebut diperjelas lagi dengan hasil analisis hotspot melaui satelit Terra Aqua-Viirs. Dimana hotspot dan kebakaran di luar konsesi lebih dulu teriadi yaitu pada 24 Maret 2 April 2020. Sedangkan di dalam areal konsesi PT AA hotspot dan kebakaran terjadi pada 28 Juni 2020.

Sementara, dari hasil overlay titik kordinat lokasi kebakaran dengan Peta Indikatif Restorasi Gambut Badan Restorasi Gambut (BRG), areal kebakaran berada pada zona merah. Artinya prioritas restorasi pasca kebakaran 2015-2017 yang harus direstorasi, namun tidak dilakukan restorasi dan kembali terbakar.

Kemudian dari analisis melalui Citra Satelit Sentinel 2 itu, Jikalahari menemukan pada Januari 2020, areal yang terbakar merupakan hutan alam yang ditumbuhi semak belukar. Lalu, pada Februari 2020 areal yang terbakar mulai ada pembukaan lahan. Selanjutnya pada Maret Mei 2020 membuka kanal baru dan menambah pembukaan lahan. Terakhir pada Juni 2020 terus menambah pembukaan lahan hingga terbakar pada 28 Juni 2020.

"Jikalahari merekomendasikan agar Polda Riau segera mentapkan PT Arara Abadi sebagai tersangka pelaku pembakaran hutan dan lahan yang mencemari udara, merusak gambut dan lingkungan hidup," harapnya.

Diluar itu, pihaknya juga meminta KLHK segera cabut PT Arara Abadi yang terbakar untuk dipulihkan menjadi kawasan fungsi lindung gambut.*(arl)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Tambah 68, Kasus Covid-19 di Riau Kembali Meledak
- Rencanakan Bom Bunuh Diri, 5 Teroris Diringkus di Kampar
- Bupati Kuansing Tinjau Pembangunan Masjid Nurhidayah Desa Pauh Angit
- Ubah Sampah Menjadi Rupiah, PT CPI – Unilak Berdayakan Bank Sampah di Riau
- Bertambah 32, Dua Warga Jabar dan Sumsel Terkonfirmasi Covid-19 di Riau
- Alhamdulillah, 34.529 KK dan 209 Anak Panti di Bengkalis Terima BST Tahap II dan III
- Kadiskominfotik Riau Ajak Masyarakat Gunakan Internet Dengan Bijak dan Sehat
- BPJS Kesehatan Relaksasi Ringankan Peserta JKN Bayar Iuran
- DP WA Politisi Gerindra Dihacker, Disulap Jadi Gambar Porno
- Tambah 19, Kasus Covid-19 di Riau Capai 789 Orang
- Biar Ada Efek Jera,
Ketua DPRD Pekanbaru Setuju Pelanggar Protokol Kesehatan Diberi Sanksi Kerja Sosial

- Polsek Pangkalan Lesung dan RPK SLS Berjibaku Lakukan Pendinginan Karlahut
- Hari Kemerdekaan RI, Lapas Bengkalis Usulkan Remisi 851 Warga Binaan
- Ketua TP PKK Riau Bagi-bagi Masker Gratis
- SMP Plus Taruna Persiapkan Sejumlah Kegiatan dan Lomba Isi Peringatan HUT ke-75 RI
- Buka Webinar AMSI, Gubri Sebut Kontribusi Besar Modal Rayu APBN
- Gaji 13 ASN Kuansing Hari Ini Dicairkan
- Membludak, 435 Calon Peserta Daftar Ikut Webinar AMSI Riau
- Diduga Dipersulit Pengurusan Surat Tanah, Taman Pengajian di Rumbai Terkendala
- Bertambah 40, Dua Warga Luar Provinsi Riau Terkonfirmasi Covid-19 di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com