Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 15 Januari 2021 21:29
4 Sembuh, Pasien Covid-19 di Kuansing Bertambah 8 Orang

Jum’at, 15 Januari 2021 21:02
Tunaikan Kewajiban Demokrasi, Ketua KPU Bengkalis Ikut Nyoblos Anggota BPD

Jum’at, 15 Januari 2021 19:39
Gerebek Warung di PT SJI, Lima Pria Digelandang ke Polsek Kunto Darussalam

Jum’at, 15 Januari 2021 18:13
Tahun Anggaran Berakhir, Proyek Jalur Dua Airmolek Inhu Tetap Dikerjakan

Jum’at, 15 Januari 2021 18:03
Polda Riau Periksa 13 Saksi Terkait Sampah di Pekanbaru

Jum’at, 15 Januari 2021 17:44
Bertambah 170, Total Kasus Covid-19 di Riau Tembus 27 Ribu Lebih

Jum’at, 15 Januari 2021 17:17
H Permata Tewas Ditembak Petugas, Kepala BC Tebilahan Mengaku Belum Mengetahui

Jum’at, 15 Januari 2021 17:16
Mulai Hari Ini APBD Bengkalis 2021 Sudah Bisa Digunakan

Jum’at, 15 Januari 2021 17:03
Polisi Bekuk Jambret Anak Pejabat Tinggi Polda Riau

Jum’at, 15 Januari 2021 11:01
Iwan Patah Sebut Banjir Menahun di Pekanbaru Akibat tak Punya Master Plan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 5 Agustus 2020 13:36
Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan

Luasan lahan hutan terbakar di Riau menurun dibanding dengan tahun lalu. Dari Januari-Agustus 1.381 hektar terbakar dibanding periode yang sama tahun lalu, Karhutla seluas 4.733,57 hektar.

Riauterkini - PEKANBARU - Satuan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau mencatat sedikitnya 1.381 hektare lahan di bumi lancang kuning terbakar sejak Januari hingga awal Agustus 2020 ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger mengatakan luasan lahan terbakar itu menurun signifikan dibanding periode yang sama 2019 lalu yang mencapai 4.733,57 hektar.

"Riau merupakan provinsi pertama di Indonesia yang menetapkan status siaga sejak 6 Februari 2020 dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2020 mendatang. Penetapan status siaga di awal tahun itu memberikan dampak signifikan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla,” kata Edwar dalam paparannya.

Edwar merincikan ada lima kabupaten dan kota yang tercatat masih mengalami kebakaran cukup luas pada 2020 ini yakni Indragiri Hilir 451 hektar, Bengkalis 357 hektar, Siak 167 hektar, Kota Dumai 118 hektar dan Pelalawan 103,35 hektar.

Sementara sejumlah kabupaten kota lainnya menyumbang luas kebakaran bervariasi antara 2,5 hektar hingga 52 hektar. Dari 12 kabupaten dan kota di Riau, ia mengatakan hanya Kabupaten Kuantan Singingi yang tercatat masih bebas dari Karhutla.

Menurut Edwar, penetapan status siaga Karhutla di awal tahun merupakan langkah positif, terutama menyatukan sinergi antar institusi. Riau sendiri tercatat pernah mengalami kebakaran hebat pada 2015 silam dan terus berbenah tiap tahunnya.

Salah satunya, penetapan status siaga di awal tahun. Penetapan status siaga Karhutla kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Satgas melibatkan multi sektor. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, masyarakat hingga dunia usaha.

Selain penetapan siaga dan pembentukan Satgas Karhutla, Edwar mengatakan pemerintah provinsi Riau juga mengeluarkan 13 kebijakan strategis. Diantaranya adalah pemetaan daerah rawan Karhutla. Dia menyebut, tercatat 99 kecamatan dan 346 desa di Riau yang rawan Karhutla.

Kemudian, kebijakan lainnya adalah melibatkan perusahaan yang beroperasi di Riau untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran. Dia mengatakan dukungan seluruh sektor sangat penting dalam upaya menekan Karhutla demi mewujudkan Riau bebas asap.

Edwar meminta peran aktif perusahaan yang selama ini telah berkomitmen dalam membantu pemerintah untuk mengendalikan Karhutla untuk terus ditingkatkan. Seperti bantuan helikopter yang dilakukan oleh APP Sinar Mas, regu pemadam kebakaran dan peralatan penunjang.

Selain itu, ia mengatakan program pembinaan desa-desa di sekitar areal konsesi juga menjadi kunci penting Riau dalam menghadapi musim kemarau dan ancaman Karhutla.

"Dari dunia usaha seperti Sinar Mas, kita minta terus berpartisipasi aktif. Jadi biasanya mereka sudah menyiapkan perangkatnya, seperti pemadam kebakaran, helikopter dan sebagainya. Dan ini tentunya sebagai upaya pencegahan sejak dini. Terimakasih juga perusahaan sudah ada desa binaan. Ini sudah membantu pemerintah daerah," ujarnya.

Direktur Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Purwadi Soeprihatno menambahkan jika perusahaan konsesi saat ini tidak hanya fokus melindungi areal konsesi dari kebakaran. Ia mengatakan setiap perusahaan konsesi turut menjaga areal luar konsesi hingga radius lima kilometer. Untuk itu, ia menyebutkan perusahaan konsesi, terutama yang beroperasi di Riau telah menyiapkan strategi jitu dalam upaya pencegahan dan pengendalian.

Ia mencontohkan APP Sinar Mas memasang kamera pemantau yang mampu menjangkau radius hingga 12 kilometer. Keberadaan alat itu disinergikan dengan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia untuk menjaga areal baik di dalam maupun luar konsesi.

Selain itu, ia juga menyebutkan perusahaan konsesi kini turut mengedepankan sosial ekonomi masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran lahan. Seperti melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang digulirkan oleh APP Sinar Mas. Dia menjelaskan program yang kini banyak diadopsi di berbagai provinsi rawan Karhutla tersebut secara garis bersar merangkul masyarakat melalui program peningkatan ekonomi.

“Masalah ekonomi, sosial, kesenjangan masyarakat itu juga harus diselesaikan. Oleh karena itu program DMPA yang dilakukan oleh Sinarmas menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan di lapangan. Intinya bagaimana menerapkan masyarakat sebagai subjek dan memberdayakan mereka, kita berikan edukasi dan pendampingan kemudian ada nilai manfaat ekonomi yang mereka peroleh dari setiap kegiatan yang mereka lakukan,” jelasnya.

Program DMPA sejatinya menjawab pernyataan akademisi Universitas Riau M Mardhiansyah yang mengatakan bahwa kebakaran lahan di Riau berkaitan erat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin rendah tingkat kesejahteraan, semakin tinggi pula potensi kebakaran.

“Kebakaran itu akan terjadi apabila tingkat ekonomi itu mengalami penurunan, itu memberikan gambaran kepada kita bahwa potensi kebakaran itu erat kaitannya dengan tingkat kesejahteraan masyrakat,” tutur Mardhiansyah.

Untuk itu, ia menjelaskan perlunya strategi menghadapi musim kering dengan mensinergikan berbagai program yang telah dibentuk. Seperti Gerakan Jaga Kampung yang digagas oleh Polda Riau dan DMPA oleh APP Sinar Mas serta gerakan yang dilaksanakan oleh lembaga swadaya masyarakat.

“Artinya masyarakat pergi ke kebun, mengolah lahannya, itu diintegrasikan dengan kegiatan pengendalian karhutla. Memanfaatkan lahan kemudian mereka dengan sadar bahwa pencegahan itu untuk kebutuhannya dan  bukan sebuah keharusan,” jelasnya.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Tunaikan Kewajiban Demokrasi, Ketua KPU Bengkalis Ikut Nyoblos Anggota BPD
- Tahun Anggaran Berakhir, Proyek Jalur Dua Airmolek Inhu Tetap Dikerjakan
- Polda Riau Periksa 13 Saksi Terkait Sampah di Pekanbaru
- Mulai Hari Ini APBD Bengkalis 2021 Sudah Bisa Digunakan
- Hadapi Pandemi, Kegiatan Fisik APBD Bengkalis 2020 Terealisasi 98 Persen
- Peserta Primkoppol Polres Rohul Diajak Menjadi Peserta BP Jamsostek
- Calon Kapolri, PCNU Inhil Mengajak Masyarakat Hormati Keputusan Presiden
- Polair Imbau Nelayan Bengkalis Miliki Pas Kecil
- Kementerian PUPR Terus Gesa Pengadaan Tanah Tol Pekanbaru-Bangkinang
- Sekda Bengkalis Merinding Dapat Kabar Syeh Ali Jaber Tutup Usia
- Bakal Dibuka Sandiaga Uno, Kadis Pariwisata Dukung Rakernas Masata II di Riau
- Integrasi Data, Bapenda Bengkalis dan Dukcapil Jalin Kerja Sama
- Program Binaan Chevron -BRGM Panen Perdana di Lahan Gambut Tanpa Bakar
- Lima Tewas, Bodi Mobil Inova Sampai Lepas
- Didanai Rp17 M, Pemprov Riau Bakal Sulap Purna MTQ jadi Al Qur'an Center
- Dandim 0314 Inhil Pimpin Upacara Korps Raport Pindah Satuan Terhadap 3 Prajurit
- Kecelakaan Lagi di Tol Permai, Penumpang Inova Tewas
- Pemkab Kuansing Siap Geser Anggaran untuk Lunasi Tunda Bayar Rekanan
- BPPW Riau Bantu Turk Tinja untuk 3 Daerah
- Pengantin Baru Asal Pekanbaru Jadi Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com