Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 21 Oktober 2020 16:32
Secara Virtual, Agung Toyota Luncurkan New Kijang Innova dan New Fortuner

Rabu, 21 Oktober 2020 16:24
Hari Ini, 11 Penambahan Pasien Positif Corona di Kuansing

Rabu, 21 Oktober 2020 16:05
Diresmikan Pjs Bupati Rohul,
Ponpes Daarul Quran Darussalam Punya Green House Agrowisata Organik Dibantu BI


Rabu, 21 Oktober 2020 16:03
Talkshow Riauter Channel,
Cegah Libur Panjang jadi Klaster Penyeberan Corona


Rabu, 21 Oktober 2020 15:57
Buronan Kasus Korupsi Asal Maluku Ditangkap Jaksa di Pekanbaru.

Rabu, 21 Oktober 2020 14:44
Dampak Covid-19, Program Pembangunan Jalan Desa di Rohul Kena Pangkas

Rabu, 21 Oktober 2020 13:39
Edar Sabu, Seorang Kakek Ditangkap Polres Pelalawan

Rabu, 21 Oktober 2020 12:59
Distanak Pekanbaru Punya Strategi Hadapi Rawan Pangan Saat Pandemi Corona

Rabu, 21 Oktober 2020 12:54
Dandim 0314 Inhil Bagi Sembako untuk Korban Kebakaran di Tembilahan Hulu

Rabu, 21 Oktober 2020 12:45
Pendemi Covid 19, Warga Pekanbaru Sulap Halaman Rumah Jadi Kebun Bunga dan Buah-buahan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 16 Oktober 2020 18:51
Usung Semangat Sinergitas dan Kolaborasi Lintas Sektoral, Public Affairs Forum Indonesia Diresmikan

Public Affairs Forum Indonesia dirancang untuk memberikan masukan sekaligus pengayaan kompetensi skills praktisi untuk memperkuat hubungan organisasi dengan stakeholders terutama Pemerintah dan Policy Makers.

Riauterkini-JAKARTA-Profesi Public Affairs di dalam struktur organisasi kian mendapat sorotan penting dari waktu ke waktu. Profesi yang punya tugas utama membangun hubungan baik antara perusahaan dengan pemangku kepentingan (stakeholders) ini memiliki tanggung jawab besar agar proses operasional perusahaan atau organisasi bisa berjalan selaras dan memahami elemen-elemen pemerintahan, regulasi, politik, ekonomi, sosial, sampai budaya di wilayah tempatnya beroperasi.

Perkembangan inovasi teknologi, arah kebijakan regulasi, politik dan ekonomi merupakan beberapa faktor pendorong yang membuat profesi ini dipacu agar cepat beradaptasi dengan perubahan. Sayangnya, ruang praktisi Public Affairs Indonesia untuk memperkaya ilmu dan pengalamannya masih sangat terbatas.

Menurut Agung Laksamana selaku Director Corporate Affairs APRIL Group, jam terbang dan spesialisasi sektor industri masih menjadi andalan pelaku Public Affairs untuk mengasah pengalamannya.

"Padahal, saat ini kita butuh banyak praktisi Public Affairs untuk mendukung visi Indonesia maju 2030 termasuk agar kita bisa berkompetisi di ranah global. Perlu eksposur untuk mengakselerasi kemampuan dan kapabilitas praktisi Public Affairs untuk mencapai level strategis. Esensinya, praktisi Public Affairs harus Adopt, Adapt dan Adept dalam menghadapi trend perubahan kedepan," tuturnya.

Hal di atas menjadi salah satu alasan Agung selaku ketua penyelenggara bersama beberapa praktisi Public Affairs dari berbagai industri menggagas dibentuknya Public Affairs Forum pertama di Indonesia ini. Ia berharap forum ini bisa menjadi angin segar tidak saja bagi para praktisi Public Affairs, namun juga Public Relations, Government Relations dan Regulatory Affairs di seluruh Indonesia.

Dalam peresmian yang digelar secara virtual (15/10), turut hadir beberapa tokoh senior di kalangan Public Affairs, salah satunya CEO Freeport Indonesia Tony Wenas. Menurutnya, ”Public Affairs harus dilibatkan sejak awal di setiap proyek dan perencanaan arah perusahaan. Pembuatan key message juga harus memenuhi tiga hal: benar, baik dan berguna untuk dikomunikasikan,” tuturnya.

Turut hadir dalam memberikan sambutan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryopratomo menegaskan, "Komunikasi menjadi sangat penting bagi suatu negara dalam menyampaikan kebijakan. Diperlukan edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan dari praktisi Public Affairs kepada publik untuk membantu pemerintah agar meminimalisir timbulnya kesalah-pahaman," paparnya.

Disinggung soal praktik komunikasi publik di tataran negara dan korporasi, Chairman & Chief Consultant Kiroyan Partners, Noke Kiroyan mengungkapkan, peran public affairs harus bisa memberikan masukan pada pemerintah. “Public Affairs di level korporasi mesti menekankan kemampuan untuk melobi dan negosiasi.

Pada tataran pemerintah, komunikasi publik juga harus tepat, hendaknya ada satu kesatuan, misalnya penunjukkan narasumber harus tepat, agar semua informasi selaras,". Pada kesempatan yang sama, VP Public & Government Affairs ExxonMobil Indonesia Azi N. Alam menyatakan, "Public Affairs bertugas sebagai agent of internal alignment dan secara eksternal dapat menjadi corporate diplomat yang bertugas menyampaikan aspirasi perusahaan," jelasnya.

Di perusahaan teknologi, peran Public Affairs kedepan dalam menghadapi tantangan industri 4.0 juga tidaklah mudah. Chief of Public Policy & Government Relations GOJEK, Shinto Nugroho menyatakan komunikasi rutin dan empati penting diperhatikan karena akan membuat dinamika Public Affairs jadi jauh lebih baik dan produktif dengan stakeholders.

"Inovasi teknologi menciptakan pasar dan model bisnis baru, tapi mindset pemerintah juga harus terbuka. Inilah yang menjadi tugas kita untuk menjembatani proses tersebut,". Agung Laksamana menambahkan, "Webinar kali ini adalah langkah awal.

Langkah selanjutnya, selain menjadi ruang sinergi dan membangun profesionalisme, Forum ini memberi masukan-masukan strategis kepada Pemerintah sekaligus menjadi wadah terciptanya solusi-solusi praktis dan jangka panjang untuk membangun reputasi organisasi yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Adapun untuk bergabung dengan forum ini, calon peserta dapat menghubungi Sekretariat Forum, tuturnya.

Dengan banyak dukungan yang mengalir dalam proses terbentuknya Public Affairs Forum Indonesia ini. Menurut Agung, hal ini mencerminkan minat yang sangat besar dari para praktisi Public Affairs di Indonesia. "Kami sangat bangga bahwa ternyata banyak sekali pihak yang menantikan terbentuknya forum ini.

Kami juga ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung peresmian forum ini, yakni PT. Freeport Indonesia, ExxonMobil Indonesia, Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN Saka), Hero Group, APRIL Group, dan The Iconomics. Kami berharap forum ini dapat terus berlanjut dan menelurkan banyak gagasan dan pengalaman baru bagi para pegiat Public Affairs," tutup Agung.***(rls)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Dampak Covid-19, Program Pembangunan Jalan Desa di Rohul Kena Pangkas
- Dandim 0314 Inhil Bagi Sembako untuk Korban Kebakaran di Tembilahan Hulu
- Damsir Ali, Tokoh Pendiri Kabupaten Rokan Hulu Meninggal Dunia
- Kapolres Inhil Beri Penghargaan pada 12 Personil Berprestasi
- Operasi Microsleep, Pengendara Tol Permai Mengantuk Diberi Kopi
- Pastikan tidak Ada Masalah, Pemko Pekanbaru Terus Kembangkan KIT
- Persiapan Gowes di Pantai Sepat baru Bengkalis, LPM Pekanbaru Latihan Keliling Kota
- PJs Bupati Kuansing, Panen Padi di Desa  Teberau Panjang
- Fasilifasi UMKM Desa Kampar, Gubri Dorong Pemanfaatan Lahan Jadi Produktif
- 1.857 UMKM di Rohul Terima BLT UMKM Rp 2, 4 Juta, 13 Ribu Lagi Sudah Diajukan
- Gubri Hadiri Panen Ikan Lele dan Pameran UMKM di Kampar
- Jaga Tradisi, Warga Sei Deras Rohul Gotong-royong Bangun Masjid Al-Wahdah
- Rumah Janda Beranak Empat di Bengkalis Ludes Terbakar
- Persiapan Gowes di Pantai Selat Baru Bengkalis, LPM Pekanbaru Latihan Keliling Kota
- Diusir Paksa dengan Ancaman, Rumah Karyawan PT LH Juga Dijarah
- Puskesmas Tanah Merah, Inhil Raih Penghargaan Nasional
- Gubri Apresiasi RAPP Kembali Sumbang Masker Cegah Penyebaran Covid-19
- Pengelola Tol Permai Nanti Malam Gelar Operasi Mengantuk
- DKR Punya Siasat Khusus Bangkitkan Kesenian di Tengah Pendemi Corona
- Kecelakaan Terjadi di Tol Permai Tadi Malam, Sopir L-300 Pick Up Terluka


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com