Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 5 Maret 2021 11:26
Petugas Kesulitan Air Padamkan Karla di Bengkalis

Jum’at, 5 Maret 2021 11:09
Aksesbilitas Transportasi di Riau Masih Rendah

Jum’at, 5 Maret 2021 11:07
Gelar Konsolidasi, Ketua DPC PKB Kuansing, Ajak Masyarakat Bergabung

Jum’at, 5 Maret 2021 10:20
Berita dan Video,
Wabup Bengkalis Panen Padi di Penangkaran Benih Sungai Siput


Jum’at, 5 Maret 2021 09:57
Sekda Rohul: Rakor Bersama KPK Sinergikan Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel

Jum’at, 5 Maret 2021 09:18
Wujudkan Kampung Tanguh, Desa Suka Maju Dibantu Bibit Ikan Nila dan Bibit Semangka

Kamis, 4 Maret 2021 22:10
Sekda Rohul Sebut Vaksinasi Bisa Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Kamis, 4 Maret 2021 21:09
Berdiri Ditengah Pemukiman, Tower Operator Selular di Duri Bikin Khawatir Warga

Kamis, 4 Maret 2021 20:19
Dibuka Bupati Bengkalis, Insfrastruktur dan Taman Kota Jadi Prioritas Musrenbang di Mandau

Kamis, 4 Maret 2021 19:56
TPBML-BMR Selenggarakan Penilaian Buku Mulok



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 21 Januari 2021 09:37
ODGJ Marak, Dinsos Pekanbaru Gandeng Dompet Duafa

Dinas Sosial Pekanbaru bersinergi dengan Domoek Duafa. Bersama atasi mataknya ODGJ.

Riauterkini-PEKANBARU- Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Mahyuddin menyatakan pihaknya telah memiliki trik untuk mengatasi maraknya orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) Yang berkeliaran di Kota Pekanbaru.

Selain melakukan razia bersama Tim Yustisi pihaknya juga menggandeng lembaga sosial seperti Dompet Duafa untuk pembiayaan pengobatan ODGJ tersebut dan menyiapkan psikolog klinis untuk mengetahui gangguan yang terjadi terhadap orang tersebut.

"Berdasarkan data pada tahun lalu (2020) ada sebanyak 26 ODGJ yang sudah kita serahkan ke RS Jiwa Tampan dan RS Lancang Kuning," Terang Mahyuddin kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).

Dijelaskannya, pihak Dinsos kewalahan dengan maraknya ODGJ di Kota Pekanbaru. Hal itu karena keterbatasan anggaran.

"Sekarang kita sudah kerjasama dengan Dompet Duafa sehingga ada pos anggaran untuk orang itu bisa kita obati."

"Apakah dia mentalnya yang terganggu atau rohaninya. Jika mental kita sudah punya psikolog tapi jika rohaninya kita juga sudah siapkan tokoh agama," tandasnya.***(dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Aksesbilitas Transportasi di Riau Masih Rendah
- Berita dan Video,
Wabup Bengkalis Panen Padi di Penangkaran Benih Sungai Siput

- Wujudkan Kampung Tanguh, Desa Suka Maju Dibantu Bibit Ikan Nila dan Bibit Semangka
- Berdiri Ditengah Pemukiman, Tower Operator Selular di Duri Bikin Khawatir Warga
- Dibuka Bupati Bengkalis, Insfrastruktur dan Taman Kota Jadi Prioritas Musrenbang di Mandau
- TPBML-BMR Selenggarakan Penilaian Buku Mulok
- Kualitas Jadi Prioritas Produk Organic Center
- Tuntut Segera Usut Tuntas Dugaan Korupsi, AMMK Geruduk Kejati Riau
- Faperta UPP Kolaborasi Program Pertanian dengan Dinas TPH Kabupaten Rohul
- Bupati Adil Ikuti Musrenbang Tingkat Kecamatan Tebing Tinggi Timur
- Baru Launching, Stellar Laundry Gratis 4 Hari Kedepan. Buruan...
- TMMD ke-110 TA 2021, TNI Bangun Akses ke Negeri di Atas Awan di Kabupaten Rohul
- Masata Pekanbaru Fair Peduli UMKM
- Penghulu di Rohil Resah, Sering Didatangi Wargad
- Selama Februari, Pemprov Riau Lantik 370 Pejabat Eselon III, IV dan Fungsional
- Pemprov Riau Beri Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Miskin
- Kepala Kanwil Kemenkumham Diminta Sat Ops Patnal Tanamkan Integritas
- Kemen PUPR Bersama BNI dan DPR RI Serahkan Bantuan BSPS 2021
- Kasat Lantas Polresta Pekanbaru dan Kapolsek Rumbai Berganti
- Gubri Serahkan Dua BLK Milik Pemprov ke Kemenaker


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com