Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 14 April 2021 22:51
Tingkatkan Kinerja, Pola Pembinaan Personel Polri Harus Tepat

Rabu, 14 April 2021 22:04
Ramadan, Lapas Bengkalis Taja Pesantren Kilat

Rabu, 14 April 2021 19:30
Tim Yustisi Gabungan Jaring 40 Warga pak Pakai Masker di Ujung Batu

Rabu, 14 April 2021 15:40
Personel Polsek Pangkalan Kerinci Sasar Tempat Rawan Kriminalitas

Rabu, 14 April 2021 15:34
Polsek Kerumutan Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes Selama Ramadhan

Rabu, 14 April 2021 15:25
Tekan Kriminalitas, Polsek Pangkalan Lesung Gencar Lakukan Patroli C3

Rabu, 14 April 2021 15:17
Polsek Kuala Kampar Beri Teguran Pelanggar Prokes

Rabu, 14 April 2021 15:08
Polsek Teluk Meranti dan TNI Gelar Operasi Yustisi Lintas Bono

Rabu, 14 April 2021 15:00
Pulau Bengkalis Sulit BBM, Pemkab Bengkalis Warning SPBU

Rabu, 14 April 2021 10:19
Awal Ramadan, Masyarakat Pulau Bengkalis Hajab Cari Bensin



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 7 April 2021 13:26
Tajaan BI dan Pemprov, Wagubri Buka HLM TPID se-Riau

Bekerjasama dengan Bank Indonesia, Pemprov Riau menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) 2021.

Riauterkini-PEKANBARU- Pemerintah Provinsi Riau menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se Provinsi Riau dan TP2DD bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Rabu (7/4/21). HML TPID se Riau ini mengusung tema stabilitas pasokan dan pengendalian harga untuk mendukung pemulihan ekonomi di Provinsi Riau.

Kegiatan yang dibuka secara resmi Wakil Gubernur Riau - Edy Natar Nasution ini membahas ketersediaan stok dan pasokan serta stabilitas harga jelang Ramadhan, inflasi daerah dan langkah-langkah pengendalian inflasi daerah.

Hadir pada kegiatan yang digelar di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru tersebut, Kapolda Riau, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Riau, Kepala Bulog Divre Riau Kepri, Kepala Daerah sekaligus Ketua TPID se Riau, Bagian Perekonomian se Riau dan Tim High Level TPID Riau.

Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution mengakui bahwa ketergantungan Riau terhadap provinsi tetangga dalam upaya pemenuhan kebutuhan bahan pokok(Bapok), masih sangat tinggi. Oleh sebab itu, perlu strategi yang dianggap perlu untuk menjaga stabilitas kebutuhan Bapok yang dituangkan dalam program strategis di Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di daerah masing-masing.

"Jumlah penduduk Riau berdasarkan data BPS Riau, sebanyak 6,33 juta jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan dan pasokan pangan masyarakat, kita masih bergantung dari daerah lain. Sejumlah komoditi seperti beras, cabe merah, bawang merah, minyak goreng, gula, telur dan daging ayam, masih harus dipasok dari sejumlah daerah diluar Riau. Terlebih lagi menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri kami berusaha untuk memangkas jalur distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat  sehingga harga dipasaran bisa terkendali. Masyarakat diminta untuk berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan," Kata Wagubri saat membuka kegiatan HLM TPID.

Senada dengan Wagubri, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Decymus mengungkapkan, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau Decymus menerangkan, ada lima jenis komoditi pengendali yang harus selalu dipantau stabilitas ketersediaan dan harga. Komoditi pengendali itu perlu mendapat pengawalan ketat untuk menjaga ketersediaan agar stabilitas harga terkendali. 

Salah satu langkah yang sudah dilakukan TPID adalah memperpendek rantai pasokan. Jika sebelumnya terdeteksi setidaknya ada delapan rantai pasokan, kini berhasil dipangkas separuhnya. Dengan memperpendek rantai pasokan maka harga akan terkendali dan petani tentunya akan mendapat keuntungan yang lebih banyak.

“Jadi di Riau, kita harus hafal polanya. Kapan cabai itu panen, kapan bawang panen. Kemudian biasanya akan cenderung baik pada bulan atau momentum tertentu. Pola ini selalu berulang. Oleh sebab itu, pola-pola seperti ini harus cermati dan dipelajari agar ketemu strategi pengendaliannya,” sebut Decymus.

Decymus menambahkan, tingginya angka inflasi di Riau harus diantisipasi Pemerintah Provinsi Riau yang dipicu akibat terjadinya gejolak harga barang kebutuhan pokok di pasaran. Ada beberapa langkah jitu yang bisa dilakukan, seperti pemangkasan alur distribusi dari produsen ke konsumen hingga pengaturan siklus pola tanam kepada para petani di Riau.

"Dari 12 barang kebutuhan mendasar masyarakat, hanya 1 barang yakni minyak goreng yang tidak mengalami defisit. Meski stok dan pasokan mencukupi, namun harga mengalami fluktuasi terutama untuk komoditi cabe merah, bawang merah, telur san daging ayam. Kalau inflasi tinggi, harga-harga tinggi, maka masyarakat yang akan merasakan dampaknya. Dalam jangka waktu 3 bulan ini saja, inflasi di Riau sudah mencapai angka 1,8 persen. Padahal, kita masih ada waktu selama 9 bulan ke depan sedangkan ambang batas angka inflasi nasional yakni 3,5 persen. Stabilitas harga barang kebutuhan harus dijaga, salah satunya dengan mengatur siklus pola tanam komoditas pertanian dan memangkas alur distribusi dari produsen ke masyarakat," ucap Decymus.

Perkembangan Terkini TP2DD

Terkait Perkembangan TP2DD, Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Riau Bidang Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Manajemen, Asral Masruri mengatakan bahwa akan ada pembentukan 4 TP2DD tambahan di Riau.

"Sebelumnya, kita telah mengukuhkan TP2DD Provinsi Riau, Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar sebagai pilot project. Dalam waktu dekat ini, kita akan mengukuhkan TP2DD di Kota Dumai, Siak, Bengkalis dan Inhil," jelas Asral Mashuri.

Dalam menghadapi momen Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, Bank Indonesia Riau telah menyiapkan kebutuhan uang tunai sebesar Rp 5,5 triliun. Rencananya, BI Riau juga akan menghadiri kegiatan High Level Meeting TPID yang dilaksanakan oleh Pemko Pekanbaru dan Pemko Dumai yang dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat besok. *(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Ramadan, Lapas Bengkalis Taja Pesantren Kilat
- Personel Polsek Pangkalan Kerinci Sasar Tempat Rawan Kriminalitas
- Polsek Kerumutan Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes Selama Ramadhan
- Tekan Kriminalitas, Polsek Pangkalan Lesung Gencar Lakukan Patroli C3
- Polsek Kuala Kampar Beri Teguran Pelanggar Prokes
- Polsek Teluk Meranti dan TNI Gelar Operasi Yustisi Lintas Bono
- Pulau Bengkalis Sulit BBM, Pemkab Bengkalis Warning SPBU
- Awal Ramadan, Masyarakat Pulau Bengkalis Hajab Cari Bensin
- Ramadan, Pemkab Gratiskan Air Bersih ke Masjid dan Musala
- Gedung KUA Rambah Berbasis SBSN Diresmikan, 2 KUA Lagi Menyusul Dibangun
- Wilayah Kecil, Mandau Tak Masuk Hitungan Program Pasar Ramadhan Disdagperind
- 10 Samsat Baru di Provinsi Riau Siap Layani Masyarakat Awal Tahun Ini
- Pemkab Bengkalis Usulkan Jembatan Pulau Bengkalis dan Rupat ke Jokowi
- Ramadhan Hari Pertama, Harga Cabe dan Ayam Ras Naik
- Bupati Bengkalis Resmikan Dua UPT Puskesmas
- Polsubsektor Pelalawan Sosialisasi Saber Pungli ke ASN
- Kapolsek Bandar Sei Kijang Pimpin Operasi Yustisi
- Nadhira Napoleon Pekanbaru Raih Penghargaan Indonesia Innovative Business Award Winner 2021
- Polisi Pantau Prokes Warga di Pasar Tradisional Ukui
- Polsek Langgam Turut Berupaya Jaga Ketahanan Pangan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com