Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 19 Juni 2021 20:41
F3 Agency Media Partner Dukung Program Bank Sampah di Pekanbaru

Sabtu, 19 Juni 2021 20:31
Binaan SKK Migas-PT CPI-STP Riau, Desa Wisata Kampung Patin Luncurkan Situs Web dan Mini Travel

Sabtu, 19 Juni 2021 19:04
Sejarah Sukiman-Indra Gunawan Menuju Bupati dan Wabup Rohul, Dua Kali Digugat ke MK

Sabtu, 19 Juni 2021 16:55
Tegakan Prokes, Aktivitas Warga di Pelabuhan Penyalai Dipantau

Sabtu, 19 Juni 2021 16:52
Antisipasi Kriminalitas, Polsek Ukui Patroli Malam hari

Sabtu, 19 Juni 2021 16:45
Polsek Bunut Patroli C3 dan Sosialisasi Prokes Malam Hari

Sabtu, 19 Juni 2021 16:41
Polsek Teluk Meranti dan TNI Sosialisasikan Prokes di Pos PPKM

Sabtu, 19 Juni 2021 16:35
Polsek Pangkalan Lesung Lakukan Patroli C3

Sabtu, 19 Juni 2021 16:27
AMIP Ditantang Wujudkan Tiga Pilar

Sabtu, 19 Juni 2021 16:22
Senin, Kejati Riau Tindaklanjuti Laporan Bupati Kuansing Terkait Dugaan Pemerasan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 12 Mei 2021 23:25
Ketika Pilot Water Boombing Sinar Mas Bicara Rindu

Tampak gagah saat mengawaki heli, Capt Harland rupanya punya cerita segudang rindu. Asanya kembali pupus. Keinginan pulang ke Jogja, terhalang pandemi.

Riauterkini - PEKANBARU - Harland Rubby (61), seorang pilot helikopter Super Puma PT Arara Abadi-APP Sinar Mas usap kerinduan bersama keluarga dengan video call. Pertemuan virtual ini pun menjadi penawar rindu.

Pasalnya, Harland yang sehari-hari bertugas mengawaki heli guna kegiatan water boombing untuk memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali gagal mudik. Pandemi Covid-19 yang masih terjadi di berbagai belahan negara termasuk Indonesia, memaksa niat untuk pulang ke Jokjakarta urung dilakukan.

"Momen yang ditunggu saat pulang saat lebaran Idul Fitri. Tetapi tahun ini terhalang pula pandemi Covid-19," kata Capt Harland, Rabu (12/5/31).

Saat mengetahui pelarangan mudik oleh pemerintah tahun ini, Harlan sempat mengelus dada. Pasalnya, selama 39 tahun mengabadikan dirinya di perusahaan APP Sinarmas, berada di tengah keluarga momen langka yang dijalaninya.

Capt Harlan mengaku tidak hanya rindu istri dan anak. Terlebih cucunya. Meski video call hampir setiap hari dilakukan, tetapi pertemuan fisiklah yang diinginkan.

“Dengan kondisi saat ini, yang komunikasi tanpa batas, rutin hampir setiap hari saya berkomunikasi dengan keluarga, biasanya saya lebih sering berkomunikasi dengan cucu saya, karena biasanya cucu yang sering absen kakeknya,” ungkap Harlan.

Pria kelahiran Sumatera Barat yang kini menetap di Jogjakarta bersama keluar besarnya itu menceritakan, biasanya setiap pagi pukul 07.00 WIB, cucunya datang ke istrinya minta menghubuginya. Kemudian istri Harland memanggil via layanan video call dan mereka bersenda gurau secara virtual.

“Cucu saya datang ke kamar neneknya, minta neneknya call saya, nanti siang dan sore call lagi, absen lagi, buat saya itu hiburan dan melepaskan kerinduan, buat dia melepas kerinduannya,” ujarnya.

Capt Harland yang merupakan bapak dari 5 orang anak dan kakek dari 2 orang cucunya ini merupakan lulusan Sekolah Pilot di Civil Aviation Traning Centre (Curuq). Sedari kecil ia memang mempunyai cita-cita menjadi pilot. Setelah lulus sekolah pilot, ia mendapat pilihan antara pesawat Fixed Wing (Pesawat terbang) dan Helicopter.

Sedikitnya Harland sudah menerbangkan Heli SA 330 Puma, heli AS332 Super Puma, Heli B0 105 Bolco, Heli Bell 212, heli Bell 412, Bell 430, Bell 205.

Harlan juga sudah bekerja pada 6 perusahaan penerbangan berkelas internasional. Sejak 2016 awal sampai saat ini ia beroperasional menerbangkan heli water bombing pada Perusahaan di bawah naungan APP Sinar Mas.

Selama memadamkan karhutla di Riau, Harlan mengaku berdasarkan pengalamannya tidak jauh berbeda dari daerah satu dengan lainnya. Pasalnya, semuanya dataran rendah, tetapi sedikit ekstraordinary yaitu ketika ia memadamkan api di sekitar perbukitan bukit barisan di kabupaten Kampar.

Lokasi tersebut jauh berada di luar konsesi perusahaan APP SinarMas. Namun tetap berkontribusi melakukan pemadaman. Lokasinya lebih kurang 2.000 kaki (700 M) dari permukaan laut, dengan sumber air yang sangat-sangat minimum.

“Kita ambil dari sungai-sungai kecil di sela-sela gunung (bukit) yang sempit itu, dan sumber yang terlihat itu terletak di lembah gunung (bukit). Itu betul-betul harus mempunyai special skill yang benar-benar rigit, karena jika tidak kita bisa nyangkut, saya tidak tahu apa penyebabnya kebakaran itu terjadi, tapi mungkin ada aktifitas lain dari orang-orang tertentu,” kenang Harland.

Menurutnya lagi, pemadaman pada saat itu perintah dari Sinar Mas untuk memadamkan api. Hal itu sebagai bentuk komitmen dan kepedulian terhadap lingkungan atau lahan yang berada di luar batas konsesi Sinar Mas.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- F3 Agency Media Partner Dukung Program Bank Sampah di Pekanbaru
- Binaan SKK Migas-PT CPI-STP Riau, Desa Wisata Kampung Patin Luncurkan Situs Web dan Mini Travel
- Tegakan Prokes, Aktivitas Warga di Pelabuhan Penyalai Dipantau
- Antisipasi Kriminalitas, Polsek Ukui Patroli Malam hari
- Polsek Bunut Patroli C3 dan Sosialisasi Prokes Malam Hari
- Polsek Teluk Meranti dan TNI Sosialisasikan Prokes di Pos PPKM
- Polsek Pangkalan Lesung Lakukan Patroli C3
- AMIP Ditantang Wujudkan Tiga Pilar
- RUPS BRK Usulkan Dua Nama dari Tiga Jabatan ke OJK
- Majukan Pendidikan, Rektor Unilak Jalin Kerjasama Dengan Bupati Meranti
- Besok, AMIP Ikasmansa Gelar Kongres Pemilihan Ketua
- Update Covid-19, Positif 353, Sembuh 388
- Dukung Daya Saing Ekonomi Dengan Penguatan Standar Industri
- Proyek Tanpa Plang Nama Bikin Warga Duri Bersyukur tapi Bingung
- Polsek Langgam Pantau Sambangi Objek Vital
- Polsek Pangkalan Kerinci Sasar Kawasan Rawan Tindak Kriminal
- Polsek Kerumutan Gelar Vaksinasi Massal
- Polsubsektor Pelalawan Instens Patroli Keamanan
- Wakapolsek Bandar Sei Kijang Pantau Prokes Warga
- Hari Ketiga, TNI-AU dan USPACAF Amerika Mulai Latihan Manuver Udara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com