Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 3 Agustus 2021 21:47
Rawat 37 Pasien Covid-19, BOR RSUD Indrasari Rengat Capai 87,18 Persen

Selasa, 3 Agustus 2021 19:47
Satu Dalam Pencarian, Tim Polair Polres Rohil Selamatkan Dua Nelayan

Selasa, 3 Agustus 2021 19:31
Dua Pencuri Pipa Besi Chevron Dibebaskan Polres Rohil

Selasa, 3 Agustus 2021 19:28
Okupansi di RSUD Puri Husada Capai 67 Persen

Selasa, 3 Agustus 2021 18:24
Gubri Keluarkan SE Aturan Kerja ASN Selama Masa PPKM Level 4

Selasa, 3 Agustus 2021 16:45
Dampak Covid-19 di Pekanbaru, Kendaraan yang Uji KIR Turun 10-15 Persen

Selasa, 3 Agustus 2021 16:42
Layani Aduan Secara Online, KPBD Inhu Gandeng Dua OPD

Selasa, 3 Agustus 2021 14:04
Buang Janin ke Sumur, Mahasiswi di Kuansing dan Pasangannya Ditangkap

Selasa, 3 Agustus 2021 13:56
KPA Riau Akan Pertanyakan Alasan Polres Kampar tak Tahan Pelaku Penganiaya Anak

Selasa, 3 Agustus 2021 13:51
DPRD Riau Terima Kunjungan Studi Banding Pansus RPJMD DPRD Sumbar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 11 Juni 2021 21:18
Ayo Berwisata ke Pulau Kosiok Kampar

Satu lagi destinasi wisata yang jadi pilihan keluarga. Namanya Pulau Kosiok, aliran Sungai Kampar yang jernih, aman untuk anak-anak untuk mandi dan berenang.

Riauterkini - PEKANBARU - Bagi anda keluarga yang sedang mencari destinasi baru untuk berwisata sambil memanjakan diri sambil mandi di alam terbuka, barangkali Pulau Kosiok bisa jadi pilihan alternatif.

Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pekanbaru. Lebih kurang satu setengah jam. Jika sudah sampai di Pasar Air Tiris, yang terletak di jalan lintas Pekanbaru-Bangkinang, ada jalan lebih kurang lebih 50-an meter. Inilah akses jalan masuknya, melewati jembatan panjang. Dari jalan besar ini, lebih kurang 10 kilo meter melewati perkampungan warga, menuju lokasi.

Pulau Kosiok, terletak di Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar. Untuk yang belum pernah ke lokasi ini, mungkin bisa meminta bantuan dengan berbagai mesin pencari, seperti google map.

Namun bisa juga cukup bertanya dengan warga yang ada di lintasan menuju Pulau Kosiok. Mereka dengan ramah menunjukan kemana arah menuju Pulau Kosiok. Jalannya berbelok-belok dan banyak persimpangan. Jika warga yang ditemui laki-laki tidak terlalu tua, anda bisa memanggilnya Ocu. Istilah Ocu, dalam bahasa Kampar, berarti abang atau juga bisa diartikan sebutan nama keakraban seseorang.

"Daghi siko adolah mungkin 10 kilo masuok kedalam. Toghoilah beko ado jembatan, ado simpang, cubo tanyo lei," kata pemuda, yang mengaku bernama Ocu Ilan.

Setelah melewati berbagai perkampungan tersebut, sampailah di destinasi Pulau Kosiok. Alamnya masih natural. Masih banyak pepohonan rindang. Hawa sejuk masih dirasakan, terutama yang ke lokasi ini sebelum siang.

Dilokasi ini, anda bisa langsung melihat aliran sungai Kampar. Aliran sungainya tak terlalu deras. Bebatuan kerikil yang menjadi alas di sepanjang sungai yang terbilang dangkal ini sangat jelas terlihat. Di sungai inilah, destinasinya.

Dialiran Sungai Kampar ini, anda dan keluarga bisa memanjakan diri. Berenang atau hanya sekedar menikmati alamnya. Pengelola di destinasi ini, menyediakan pondok-pondok untuk beristirahat. Jumlahnya banyak. Setiap pondok, pengunjung bisa menyewanya hanya sebesar Rp20 ribu.

"Sewa pondok cuma Rp20 ribu, sampai puas. Kalau sampai sore, segitulah bayarnya," kata salah salah seorang pemilik pondok, bernama Zulheri.

Selain pemilik beberapa pondok, Ocu Eri sapaan akrabnya, juga dikenal sebagai tokoh pemuda yang sering memandu wisatawan lokal yang datang di Pulau Kosiok. Dia juga memiliki usaha kedai, menyediakan kebutuhan makanan saji dan kemasan.

"Bagi pengunjung yang datang dari luar Kampar, bisa memesannya dengan nomor kontak/whatsapp 085215984881 atau 085265523862. Kami siap melayani, fasilitas di sini, termasuk kalau ada yang minta petunjuk arah jalan, kami bantu," ungkap Ocu Eri.

Saat berbincang-bincang, soal destinasi, Ocu Eri menjelaskan destinasi di Pulau Kosiok, terbilang baru dibandingkan dengan destinasi serupa seperti Sungai Gelombang yang juga berada di aliran sungai yang sama. Destinasi Pulau Kosiok dikenal dari mulut ke mulut.

Destinasi ini mulai lebih dikenal lagi, ketika banyak warga memposting ke media sosial. Pengunjung awalnya hanya warga Kampar, kini justru yang datang kebanyakan dari luar Kampar, terutama Pekanbaru.

"Ada juga Pelalawan. Tapi kebanyakan dari Pekanbaru selain orang Kampar sendiri. Setiap pengunjung datang, kami tanya dari mana, maka kami tahu," ujar Ocu Eri.

Secara rinci, tidak bisa dipastikan jumlahnya. Namun perkiraanya, dalam seminggu ratusan pengunjung yang datang ke lokasi ini. Sabtu dan Ahad, atau tanggal merah, jumlahnya terlihat lebih ramai dibandingkan hari biasa.

Menurutnya lagi, karena destinasi ini masih terbilang baru, pengelolaan destinasi yang dilakukan bersama oleh warga tempatan masih terus berbenah. Meski dilakukan seadanya, Ocu Eri menjamin keamanan dan kenyamanan selama di Pulau Kosiok.

Pengunjung yang masuk menggunakan mobil hanya dipatok lima ribu rupiah, bukan per kepala. Begitu juga untuk motor, hanya dipungut biaya masuk dua ribu rupiah saja.

Di destinasi ini juga ada berbagai ragam permainan seperti mobil, motor dan sepeda untuk anak-anak. Ada juga disediakan perahu motor bagi pengunjung yang ingin menikmati aliran sungai. Sewanya, cukup merogoh kocek sebesar Rp10 ribu, lengkap dengan sefty baju pelampung dengan dipandu tenaga pengawas lokal yang sudah berpengalaman.

Ada juga permainan lannya seperti kereta gantung, kereta api, perahu naga. Namun permainan ini masih ditutup, karena ada larangan terkait pandemi Covid-19.

Ocu Eri berharap, destinasi Pulau Kosiok ini ke depan akan terus berkembang. Sehingga, berdampak positif terhadap kesejahteraan warga sekitar. ***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Gubri Keluarkan SE Aturan Kerja ASN Selama Masa PPKM Level 4
- Dampak Covid-19 di Pekanbaru, Kendaraan yang Uji KIR Turun 10-15 Persen
- Layani Aduan Secara Online, KPBD Inhu Gandeng Dua OPD
- Diperpanjang, Wagubri Minta Masyarakat Patuhi Aturan PPKM
- Riau Berwakaf 2021 Sukses Galang Rp 212,8 Miliar
- Hari ini 23 Calon Pejabat Tinggi Pemkab Bengkalis Ikuti Wawancara
- Istri Bupati Kuansing, Salurkan Bantuan pada Korban Kebakaran 
- Cegah Banjir, Bupati Bengkalis Ingatkan Drainase Harus Bersih dari Sampah
- Camat Langgam Ajak Semua Kades Sukseskan Pilkades Serentak
- Jumlah Pasien Sembuh dari Corona Terus Meningkat
- Apresiasi Kinerja Karyawan, PT CPI Gelar Acara Virtual
- Ini Hasil Pengumuman CASN Pemprov Riau
- Memasuki Purna Tugas, Polres Kuansing Beri Salam Perpisahan pada AKBP Mahmudin
- Melalui Program CSR, PT SSL Buka Jalan Lingkungan 2 Kilometer di Desa Batas, Rohul
- Empat WN Rohingya Diamankan di Pulau Rupat, Bengkalis
- Mendesak, Pembangunan Rumah Oksigen Dibangun Tahun Ini
- Bupati Meranti Wajibkan Calon Pejabat Eselon III dan IV Jalani Psikotest
- Perpanjangan PPKM, Riau Tunggu Aturan Resmi Pemerintah Pusat
- Kasus Positif Covid-19 di Riau Masih Diatas Seribu Orang
- Tambah 1.626, Total Kasus Positif di Riau Capai 97.187 orang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com